Menimbang Data Perselingkuhan

wanita

Menurut statistik tahun 2005, 1 dari 10 keluarga yang bercerai disebabkan oleh alasan selingkuh. Penelitian lain yang dilakukan Dr. Boyke menyebutkan bahwa terdapat 4 dari 5 pria melakukan perselingkuhan serta perbandingan selingkuh pria dan wanita berbanding 5:2. Jadi pria memang lebih brengsek dari wanita. Benarkah? Continue reading


Menyukai Untuk Disukai

menyukai untuk disukai

Romansa adalah dengan permainan yang strategis… Berikut adalah tips brilian yang akan menaruh senyum di bibir Anda. Daripada memuji seseorang yang Anda suka dan berharap dia jadi tertarik pada Anda, akan jauh lebih efisien jika Anda mengaplikasikan prinsip TAR effect: memuji dan menunjukkan ketertarikan pada seorang figur lain dalam hidup Anda. Continue reading


Percintaan Bukan Karena Faktor Fisik

Berapa banyak pria-wanita yang selalu mengkhawatirkan suatu saat wajah ganteng dan cantiknya akan pudar dan pasangan mereka mencari alternatif yang lebih baik? Bagi sebagian besar orang, itu menjadi sumber kecemasan besar yang selalu menekan mereka untuk melakukan berbagai sihir modern via perawatan peremajaan kulit, operasi plastik, suntik botox, atau sejenisnya. Continue reading


Musik, Michael Jackson, dan Mellow

Dalam entri Ask Lex Anything tempo hari, ada satu pertanyaan yang belum sempat gue jawab karena emang rencananya gue munculin di topik sendiri. Komentar dari Gokera berbunyi, “Nanya dong boss, gw nemu lagu hanya romansa dr temen gw di bulbo fs, itu beneran bwatan elo?

Trus sekitar beberapa minggu yang lalu juga sempat ada yang munculin di Facebook.

Jadi¬†sekarang sekalian aja deh dipublikasikan ke umum. ūüôā

Buat yang belum tahu, ini lirik lagunya.

Yup, Hanya Romansa adalah ciptaan gue di pertengahan 2008 kemarin (kalo ga salah) ketika lagi iseng angkat gitar lagi setelah bertahun-tahun ngga nyentuh. Waktu itu kebetulan lagi ada gitar orang nganggur ketinggalan di rumah, so iseng main-main eh nemu musik yang catchy. Coba dilanjutin ke lirik, eh di luar dugaan ternyata ngalir juga dapet yang enak.

Ngga kehitung tepatnya brapa lama semenjak terakhir kali gue ngulik ciptain lagu. Dulu gue doyan banget kotak-katik nada begitu, secara (mwakakaka, akhirnya kepake juga nih istilah!) gue¬†sempet sok sibuk main band. Yups, itu adalah ‘era keemasan’ dimana gue masih super gondrong metal, pakaian serba hitam, dan otak penuh dengan virus ngarep-ngarepan.

Modus operandi favoritnya adalah nyiptain lagu yang nunjukin perasaan gue, baik itu berisi pesan romantis atau pesan betapa despretnya gue, dengan harapan si cewek bisa ngerti, tersentuh, dan mau jadian ama gue.

Ngga perlu gue lanjutin lagi lah, cos kita semua udah tau persis apa ujungnya kan… ūüėČ

Dan setelah tahun-tahun pilu itu lewat dengan berusaha ngendaliin ngarep dan disiplin glosifikasi, kreatifitas aransemen musik itu juga sekonyong-konyong memudar perlahan-lahan. Mulai males pegang gitar, apalagi untuk mainin dan mentok juga ga bisa buat musik baru. Jadi ketika tempo hari muncul inspirasi yang glossy untuk Hanya Romansa, gue kontan berasa super duper hepi and semangat abis. Langsung deh bongkar arsip program, install Cool Edit Pro yang selalu jadi software audio andalan gue, dan rekam seluruh lagunya.

Tapi sayang, gue terlalu iseng kutak-katik eksperimen tuh program karena kangen dah lama ga pake, salah klik save dan akhirnya hilang file mentahnya. Hanya tersisa adalah versi di bawah ini, sekaligus lagu-lagu lainnya dari jaman baheula (ada dua yang cover version)  yang tersimpan di hard disk yang mulai sekarat ini.

Engga perlu pake lirik lah, males nulisnya. But ketika ngedengerin lagu-lagu itu lagi sekarang, terasa mengigil bin merindings… ūüėÄ plus mellow sebagai efek samping dari makan siang ikan bakar dengan olesan bumbu rahasia (yang konon katanya bisa melipatgandakan performa seksual, tapi ke gue efeknya malah sendu-sendu gini).

Jadi inget tadi pagi ketika nonton acara memorial Michael Jackson. Untuk pertama kalinya gue terhenyak, menyadari bahwa salah satu inspirasi terbesar dalam hidup gue itu sekarang udah bener-bener pergi. Berita kematiannya pada tanggal 25 Juni emang udah gue denger dan baca sekilas di beberapa media massa. Tapi ini semua baru trasa banget-banget nyata subuh tadi waktu CNN Facebook nyiarin prosesi peringatan kehidupan dan kematiannya.

Baru kali ini juga gue telponan sama orang dan ngaku gue nangis karena seorang cowo yang bahkan ngga kenal gue juga. Terserahlah, buat gue MJ adalah sosok yang lebih dari skedar seleb atau tokoh terkenal dunia. Dia yang pertama kali ngebuka mata gue tentang arti sebuah impian. Gue jadi bisa ngeliat contoh nyata bagaimana gue bisa ngeraih mimpi setinggi apapun sepanjang gue trus komitmen pada totalitas seratus persen seperti dia.

Ngga ada satupun karyanya yang gagal nyentuh gue. Seolah-olah Michael ngomong secara pribadi ke gue lewat lirik lagunya, lewat antuasiasmenya, lewat keunikan gaya hidupnya, lewat pilihan-pilihan yang dia ambil, dan lewat tekanan-tekanan yang dia alamin waktu kecil, dewasa, bahkan menjelang tahun-tahun terakhir kehidupannya.

Dan kini dengan kepergiannya, gue ngerasa hampa, retak, merana sendirian.

… ugh, ikan bakar keparat.

Mellow begini enaknya dipake untuk nulis lagu lagi. Tapi apa daya, sekarang udah ngga ada gitar.

Undangan komentar kali ini adalah:

  • Ada yang banyak temen yang bilang Hanya Romansa mirip lagu soundtrack sinetron remaja gitu. What do you think?
  • Dari 25 daftar lagu di atas, mana yang paling loe doyan¬†dan apa alasan-alasannya?
  • Pernah strategi PDKT dengan buatin lagu ke cewe? Gimana hasil akhirnya?
  • Ada yang bisa nebak apa bumbu rahasia ikan bakar yang konon berefek¬†ledakan seksual itu¬† (atau dalam kasus gue, malah mellow)?
  • Ada yang nonton memorial Michael Jackson kemarin dengan sdikit ngarep¬†tiba-tiba peti Michael kebuka dan dia lompat sambil nyanyi senyum-senyum, “You know I’m bad, I’m bad, you know it… hee heee!
  • Gue bolos nyontreng, ada yang bolos juga? ūüėÄ

Seandainya ada yang pengen donlot: Hanya Romansa (full) & Hanya Romansa (chorus for ringtone).


Mengapa Sulit Jatuh Cinta?

Pertama, menutup mata akan struktur intelejensia dan elemen sosial dinamika yang terkandung dalam cinta dan romansa. Setiap kali berbicara tentang cinta, umumnya manusia selalu menyelaraskannya dengan sejumlah konsep idealisme yang kompleks seperti Jodoh Di Tangan Tuhan, Cinta Sejati, Saling Melengkapi, Cinta Itu Mengalahkan Segalanya, Cinta Indah Pada Waktunya, Cinta Tidak Harus Memiliki, dsb. Akibatnya kita tidak dapat mengamati proses bercinta dari konteks yang realistis: yakni sebuah interaksi sosial belaka.

Sebagaimana interaksi sosial lainnya yang dilakukan sehari-hari -seperti berdagang, belajar, bekerja, berolahraga- ada sejumlah pola dinamika tertentu yang wajib diikuti bila seseorang ingin menemui kesuksesan dalam kehidupan cintanya. Pola dinamika tersebut jarang sekali disentuh, atau bahkan diakui, karena beresiko merendahkan pandangan orang dan konsep tentang cinta. Pola dinamika yang sebenarnya bisa dibedah, dipelajari, dan disusun-ulang dalam bentuk langkah-langkah yang praktis. Continue reading