Ta’aruf, Pacaran, dan Hitman System

Nyawa blog entry hari ini gue serahkan ke tangan Lucky, penulis dua buah buku tutorial animasi komputer terbitan Elex Media dan juga salah seorang alumni workshop tahun lalu. Selain itu, dia juga pernah terlibat dalam penulisan e-book kompilasi yang berjudul Why I F@#king Hate Hitman System. Buat yang belum pernah membacanya, disarankan untuk mengunduh e-book tersebut dulu sebelum melanjutkan dengan tulisan blog kali ini.

Lucky’s an inspiring guy with a tender heart, multiple talents, and also a great vision in life. Take it away, bro. 

 


Perkenalkan, saya Lucky, peserta HSEW pada tanggal 5 dan 6 Mei 2007, angkatan ke-13. Banyak orang bilang, ini angka sial. Tapi untuk saya, mungkin ini angka keberuntungan. Karena sejak mengikuti HSEW, banyak hal-hal yang berubah dari diri saya karena pengaruh sihir JetKeiLexCygnus 😛 Banyak hal-hal yang dulu tidak pernah terpikirkan oleh saya, bertolak belakang dari pemikiran saya, dibalikkan oleh JKLC.

Dan dengan penuh kesadaran, saya mulai mengubah gaya hidup saya. Walau begitu, ada satu hal yang tidak akan saya ubah, yaitu yang berkaitan dengan keyakinan saya. Jadi, jika ada metode HS yang bertentangan dengan keyakinan yang sudah saya anut selama ini, saya tidak akan melakukannya. Contohnya: sentuhan fisik, atau biasa disebut tango.

Hingga detik ini, saya belum pernah melakukan tango ke target wanita yang saya hit, namun tetap memberikan hasil yang cukup memuaskan bagi saya. Buktinya, sekitar 5 bulan setelah saya mengikuti HSEW dan mempraktekkan apa yang diajarkan oleh JKLC, saya akhirnya bisa memiliki seorang partner, walau akhirnya setelah sekitar 6 bulan hubungan itu putus. Tapi, dengan putusnya hubungan itu, saya jadi tahu mana yang sebaiknya diperbaiki dari diri saya. Memang, guru terbaik adalah pengalaman. Saya berusaha mengolah rasa sakit itu, mencari mana kesalahan yang saya lakukan terhadap ex-partner saya tersebut.

Di masa-masa awal saya putus dengan partner saya itu, yang terpikir oleh saya adalah bagaimana mencari partner baru lagi. Ada beberapa wanita yang saya hit dan akhirnya jadi cukup dekat. Namun, setelah berpikir panjang, saat-saat seperti itu justru ujian yang paling berat. Masalahnya, justru hati saya saat itu hanya berpikir untuk balas dendam kepada ex-partner saya, gimana membuktikan ke dia kalau saya juga bisa mendapatkan wanita lain selain dia.

Di situlah saya baru sadar bahwa tujuan nge-hit itu bukan hanya untuk mencari partner, namun menciptakan keberanian dan pengalaman, dan bukan untuk balas dendam. Sejak itu (sekitar 2-3 bulan putus), saya mulai menyadari kesalahan saya.Dengan kembali berpikir jernih, akhirnya saya bisa mendapatkan partner baru lagi setelah sekitar 4-5 bulan putus dengan partner saya itu. Justru saat itu yang saya pikirkan adalah: “Gimana nasib partner gue? Kasian juga sih ngga sama gue lagi, tapi ya sudahlah, itu sudah keputusan dia ini.”

Kita kembali ke topik aslinya, yang saya hampir lupa karena kepanjangan cerita. Beberapa waktu lalu, di blog Romantic Renaissance, tepatnya di halaman Things people wrote to us, ada komentar mengenai Ta’aruf. Saya sempat menjawab sedikit di sana, namun tidak terlalu gamblang, karena saat saya menulis komentar di sana, keadaan saya masih kacau akibat putus. Dan lagi, seringkali orang butuh approval. “Ah, elo aja belum punya cewek, kok mau ngajarin orang tentang cewek?” Akhirnya, setelah ada partner lagi seperti yang saya tuliskan di atas, saya meminta izin kepada Lex, apakah saya bisa menulis tentang Ta’aruf? “Boleh banget!”, katanya, dan saya langsung menulisnya.

Sampai saat ini, saya belum menemukan definisi yang pasti mengenai ta’aruf dari hadits-hadits. Mungkin karena ilmu yang saya miliki masih dangkal ya :). Akhirnya saya coba ambil pengertian dari berbagai sumber di internet. Ta’aruf, dari segi bahasa, artinya sebenarnya hanyalah kenalan, dengan siapa saja. Namun orang lebih menganggapnya adalah proses pengenalan seorang laki-laki dan seorang wanita dengan adanya orang ketiga. Orang ketiga ini tidak harus statusnya sebagai ‘mak comblang’ atau ‘pak comblang’.

Intinya, dalam berinteraksi antara laki-laki dan perempuan ini, ada pihak yang mengetahui juga, jangan hanya berdua saja. Tujuannya adalah mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Setidaknya, dengan adanya orang ketiga ini, keduanya akan merasa malu jika melakukan hal-hal yang dilarang oleh agama.

Salah satu contoh ta’aruf yang paling gampang adalah pada novel/film Ayat-ayat Cinta, sewaktu Fahri melamar Aisyah. Sayangnya, yang dicontohkan di sana menurut saya terlalu ‘to good to be true‘. Walau saya yakin memang ada kasus seperti itu (setidaknya pada zaman dahulu), namun kejadian tersebut sangat jarang ditemui. Bagi yang belum pernah menonton/membaca Ayat-Ayat Cinta, saya kisahkan sedikit. Fahri adalah remaja laki-laki yang alim, sedangkan Aisyah juga, dan memakai cadar. Mereka pernah bertemu beberapa kali, dalam keadaakn Aisyah menggunakan cadar, sehingga Fahri mengenal suaranya saja.

Suatu hari, guru mengaji Fahri ingin memperkenalkan seorang wanita kepadanya. Padahal, sangat jarang sekali orang yang diperlakukan khusus seperti ini oleh guru besar tersebut. Alhasil, Fahri merasa sangat senang. Guru tersebut memberikan album foto berisi foto-foto si wanita dan diterima oleh Fahri. Entah bagaimana, mungkin saking takutnya atau saking gembiranya, jangankan melihat foto-fotonya, bahkan untuk membuka album tersebut, Fahri tidak mampu.

Akhirnya, pada waktu yang ditentukan, Fahri dipertemukan dengan wanita tersebut. Wanita tersebut menggunakan cadar, dan setelah wanita ini bicara, ternyata dia Aisyah. Tanpa melihat wajah Aisyah, Fahri langsung setuju untuk menikahi Aisyah. Ternyata aisyah ini adalah wanita cantik Vit 9+, kaya, terpelajar, dan anak seorang saudagar terpandang.

Contoh di atas adalah salah satu contoh. Tapi, kalau saya rujuk kembali, pengertian Ta’aruf tidaklah se-saklek itu. Intinya adalah perkenalan antara laki-laki dan perempuan, dan didampingi oleh orang lain, minimal satu orang lain lagi.

Lalu, apa hubungannya dengan Hitman System? Seperti yang sudah dijelaskan di artikel-artikel sebelumnya, banyak orang akan menyetarakan Hitman System dengan keglamouran hidup, kesenangan hidup, dan lain-lain. Nge-hit di tempat publik, kafe, mal, diskotik, atau bahkan dan tempat-tempat lain yang sepertinya ‘agak menyeramkan’ bagi saya (kalau mal sih wajar, tapi diskotik dan lain-lain, saya bahkan tidak kepikiran untuk ke sana).

Namun yang saya tangkap di sini adalah esensi atau isi dari Hitman System itu sendiri, yakni pada dasarnya adalah aplikasi ilmu psikologi sosial. Jadi, jika di website HS banyak dibahas mengenai hal-hal yang bersifat ke arah dugem, misalnya, itu ternyata hanya ‘sampingan’, Anda sama sekali tidak harus terjun ke sana 🙂 Mungkin itu terjadi karena JKL dan beberapa rekan alumni HS yang lain memiliki keyakinan yang berbeda dengan saya, sehingga pola pikir saya dan mereka agak berbeda. But, I don’t care about that. Hingga saat ini, saya masih sering berhubungan dengan JKLC dan rekan-rekan alumni HS laiinya sampai sekarang.

Kembali ke topik awal (muter-muter melulu ngga jelas sih), hubungan Ta’aruf dengan Hitman System. Yang terutama, lagi-lagi masalah ngarep, terutama ngarep ke perempuan. Pada dasarnya, jika orang tersebut benar-benar memahami agama Islam dengan benar, dia tidak akan ngarep berlebihan kepada seorang wanita, karena dia hanya ngarep, mencintai Yang Maha Pencipta semata. Hubungan dengan wanita, terutama untuk dijadikan istri, adalah proses untuk menyempurnakan agamanya. Jadi, tidak perlu lagi mendengarkan audio All About Ngarep, bahkan tidak perlu lagi biro konsultasi masalah cinta seperti Hitman System :).

Tetapi sayangnya, karena kenyataan bahwa kebanyakan dari kita (termasuk saya) belum bisa seperti itu, maka perlu bimbingan biro konsultasi seperti ini. Hitman System is like magic for me. Dan dengan beberapa konsep Hitman System itu juga, saya bisa mendapatkan tipe wanita yang saya mau dengan metode ta’aruf. Atau mungkin bisa disebut setengah ta’aruf? Karena tahap-tahap awal perkenalan, tidak ada pihak ketiga. Karena saat itu bisa dikatakan tidak mungkin untuk menghadirkan pihak ketiga. Barulah untuk proses selanjutnya, ada pihak ketiga. Hasilnya, proses yang saya lalui, tidak saya sangka, ternyata cukup cepat, tidak sampai sebulan.

Dan mungkin, hasil yang seperti itu, tidak akan bisa saya dapatkan jika tidak ada Hitman System. Semua memang sudah ada qodar / takdirnya, tapi bahkan Yang Maha Kuasa pun tidak suka dengan orang yang hanya tinggal menerima tanpa mau berusaha. Ingin mendapatkan wanita berkualitas? Harus dengan usaha!

Seperti yang ditulis Kei, wanita menginginkan ksatria kuda berbaju putih yang membawanya pergi menjelajahi dunia. Wanita membutuhkan pria yang memiliki tujuan hidup, yang mengarahkannya, yang membimbingnya. Yang bisa membuat dirinya terkesima dan ingin bertualang dengan pria tersebut. Hitman System tidak berfokus pada wanita, melainkan justru pada pengembangan diri kita sendiri, sehingga wanita akan tertarik dengan kita. Bukan hanya wanita, namun bisa juga lingkungan, pekerjaan, dan hal-hal lain di sekitar kita.

Dengan meningkatnya kualitas hidup kita, maka wanita akan ikut. Terserah caranya dengan nge-hit di tempat publik, pesta, kafe, mal, diskotik, atau dengan menggunakan metode islami, ta’aruf.

Ta’aruf hanyalah nama. Memang aplikasinya berbeda dengan pacaran pada umumnya. Namun, jika sewaktu ta’aruf itu kita bisa memperlihatkan kualitas diri kita, wanita mana yang tidak akan terpesona? Sayangnya, saya tidak bisa membongkar seluruh paradigma yang digunakan, karena itu semua hanya ada di workshop dan seminar. Bisa-bisa saya direbus ramai-ramai oleh JKLC kalau membeberkan semuanya di sini :P.

Guys, saya pernah merasakan tidak memiliki partner dalam hidup saya. Saya pernah merasakan kesepian dalam hidup saya. Setelah ikut pelatihan interaktif Hitman System, saya bisa memiliki partner, walaupun akhirnya putus juga, dan itu sangat membekas dalam diri saya.

Waktu itu, saya bingung, mengapa setelah ikut workshop, tetap bisa putus juga? Namun, dengan terus belajar, dan tidak melepaskan kesempatan yang ada, akhirnya saya mendapatkan partner yang baru, yang saya lihat, memiliki banyak kelebihan dibandingkan partner saya yang lama :). Thx again, Hitman System

Sahabat Anda,
Lucky


137 Responses to Ta’aruf, Pacaran, dan Hitman System

  1. @lucky: abis baca comment si kei,gw respect ama loe…..keyakinan loe TEGUH abis.Salut buat loe(dari lubuk hati yg terdalam)

    @afis:nyantai aja afis,gw temen loe kok

  2. Lucky is truly a great guy. Gue masih inget waktu itu gue pernah nanya pas workshop mengenai fashion dia yang pake aturan khusus berkenaan dengan keyakinannya sebagai seorang muslim:

    “Bro, kalo misalnya dengan merubah fashion loe, loe bisa dapetin cewek yang loe mao banget.. bersedia gak loe?”

    Dan Lucky gak pake mikir langsung jawab,

    “Gue gak akan rubah keyakinan gue, bro..”

    Mantap! Dan gue menepukkan kepalan tangan gue ke dada. FULL RESPECT!

  3. bukan, bukan itu maksud saya. kalau berat milih antara ketaatan pada allaah atau cewek, mendingan milih taat pada allaah deh. mudah mudahan allaah memberikan keselamatan di dunia dan akhirat pada kita semua. saya jelas tidak menganjurkan tanggo yang jelas jelas melanggar larangan allaah.

    jadi muslim yang glossy di mata cewek cewek berat juga lho. cewek cewek yang seneng tanggo malahan. mereka gemes sama cowok glossy. yang nggak mau disentuh ya mengelak aja. tanggo itu memang booster dalam hubungan, tapi tanpa tanggo pun hs udah mantap.

    akhirnya topik ini dibahas juga. saya takut cowok glossy bertambah banyak, tapi saya lebih takut lagi hs malah jadi racun bagi ikhwan sekalian. eits!!! salah ngomong. saya memang lebih takut cowok glossy tambah banyak 🙂

  4. @Erwin
    Hitmansystem emang nongol di tv. Klo ga salah di channel tV One jam 8 pagi. Yang hadir tuh Kei, Lex n Cygnus. Entah npa si Jet ga ada.

    Congratz ya!!!

    Ohya, menurutku debat tuh gpp koq. Minimal nambah wawasan gitu. Hehehe

    @qonqueror
    Aku penasaran ma sinetron yang kamu ceritain. Emang tayang jam berapa dan di channel mana?

  5. AAC itu novel dakwah, bernapaskan optimisme hitam putih. Dengan sendirinya too good to be true & sangat sulit untuk ditarik relevansinya ke era 2008. Kurang lebih itu yang disampaikan Ayu Utami dalam wawancara tentang novel AAC. Namun, sekedar catatan, itu adalah opini AU dari perspektif sastra & kualitas AAC sebagai karya sastra, bukan dari perspektif keagamaan. Dari perspektif keagamaan, penulisnya sendiri mengakui karya itu sebagai novel dakwah, jadi sah-sah saja.

    Selengkapnya baca di DETIKNEWS

    Kalo opini gw pribadi, memang butuh hikmat, kreativitas sekaligus kesediaan untuk menggali bagaimana ajaran yang kita dapat (entah dari HS atau sumber lain) supaya bisa tetap “alligned” (selaras) dengan keyakinan spiritual yang kita anut. Dalam hal ini, AAC boleh2 aja dijadikan acuan untuk berefleksi, tapi membutuhkan kepekaan tersendiri untuk menyaring dan mengendapkan unsur-unsur kebaikan dalam karya itu, lalu menerjemahkannya ke dalam situasi sosial yang berkembang saat ini.

    Tujuan HS tentu bukan polemik. Salut untuk Lucky yang open minded tetapi tetap menetapkan batasan-batasan tertentu bagi dirinya secara pribadi. Ketegasan dan kemandirian dalam mengambil sikap adalah salah satu ciri pria glossy.

    Congrats buat HS yang semakin banyak mendapat media exposure ^^

  6. Sekali lagi, thx semuanya atas komentarnya.

    @lance

    Menundukkan pandangan itu kan pada keadaan biasa bro. Saat ta’aruf atau mencari wanita untuk diajak menikah, itu pengecualian. Contohnya sewaktu Fahri berkenalan dengan Aisyah itu kan, Aisyah membuka cadarnya.

    Bahkan seingat saya ada suatu hadits, jika memang seorang laki-laki benat-benar bersungguh-sungguh untuk melamar seorang wanita berkerudung, dia boleh melihat wanita yang ingin dinikahinya itu tanpa kerudung jika takut terdapat cacat di kepalanya.

    Tentang sentuhan, sampai saat ini saya ngga sentuhan dengan wanita yang buka mahrom saya kok (termasuk ngga salaman juga), dan bisa dapat tuh.

    Doa perlu, tapi usaha juga perlu. Dalam kasus fahri, dia glossy natural. Saya kurang ingat profilenya dia, berhubung hanya tokoh khayalan :P. Seingat saya dia itu hapal Al-Qur’an, taqwa, cukup ganteng, pintar, sedang belajar pula tentang 7 macam bacaan qur’an (Qiro’atu sab’ah) di mana orang jarang yang sanggup, perjuangan hidupnya yang hebat, dll dll yang membuat wanita-wanita sholihah terkesima.

    Aisyah, yang melihat pria glossy natural seperti itu, jelas kagum dan ingin pria itu menjadi suaminya. Bukan hanya Aisyah, tapi juga Nurul, wanita yang sempat diincer Fahri, sayang Nurul tidak berani jujur di awal. Maria yang memiliki keyakinan berbeda dengan Fahri, juga ingin hidup bersama dengan Fahri secara halal.

    Jadi, Fahri bukan beruntung, tapi karena dia glossy natural, dan ngga terlihat ngarep sama cewek. Itu aja penjelasannya. Sederhana, tapi sulit diterapkan 🙂

  7. sekedar OOT

    ada sinetron indonesia yang lumayan menarik yang menggambarkan sosok cowo glossy MARVEL UNTUK MELATI keren abis si marvel bener2 kayak di artikel HS apa marvel alumni HS kali ya

  8. jadi ga usah bingung soal sentuhan boleh atau tidak yang penting lihat diri masing 2 aja kalo emang ga isa nguasai nafsu lebih baik ga usah sentuhan deh

    GITU AJA KOK REPOT !!!

  9. wowwwwww this is very good article

    i’ve been waiting for this topic very interesting

    salut buat lucky gw dari sebulan lalu nungguin topik menarik tapi ga muncul2 dan sangat membosankan

    namun kali ini JKLC berhasil menarik gw yang udah gila nungguin good article

    thx bro lucky and JKLC, gw jadi ga sabar ngikutin workshop kalian

    @jhon

    hitman masuk TV , wah gawat nih cowo glossy jadi bertambah banyak nih , kasian dong cowo-cowo yang lain cewek vitaminnya habis semua di borong.

    @afis
    ya udah kalau mau jadi taaruf sepenuhnya gw dukung tapi di tunggu undangan nikahnya ya?

    hmmmm kenapa sih tango dilarang oleh agama? karena TUHAN tahu kalau manusia tuh pikirannya liar makanya dilarang bersentuhan namun bila seorang pria bisa menguasai dirinya ya gpp lah asal resiko di tanggung penumpang

  10. mmm… telan aja deh hs bulat bulat, baru saring pake rambu rambu islam. biasanya ceweknya ok aja kalau diajak nikah nikah sama cowok glossy. nah kalo dah jadi istri, terserah deh mau diapain.

    bener lho, hs ini terlalu manjur. cewek bener bener terkesima sama cowok glossy. diapain juga mau sama cowoknya. saudara saudaraku yang seiman, berhati hatilah dalam menggunakannya. jangan biarkan berlarut larut dalam kesesatan. halalkan secepatnya, jangan menambah murka allaah.

    kita kan disuruh menundukkan pandangan dan diharamkan menyentuh. trus bagaimana dong kita dapat cewek yang kita inginkan? apa kita harus berdoa sampai keinginan kita itu terwujud, atau ada yang salah dengan cara kita mencerna ajaran islam. yang terjadi sama fahri benar benar to good to be true. cowok yang benar benar taat pada allaah dan hidup di zaman materialis seperti sekarang ini TIDAK AKAN PERNAH dapat cewek yang diinginkannya kecuali kamu super beruntung.

  11. Btw OOT dulu deh. Gw barusan buka-buka situs, iseng-iseng gw taruh deh nama kota kebanggan gw di GOOGLE yaitu kota “Dumai”. Gw bacain deh artikel atau blog orang mengenai Dumai. Ternyata si pembuat blog/artikel ini adalah orang yang terbiasa hidup di kota besar seperti Jakarta, Bandung dll. Pendapat mereka sih jujur. Kota Dumai adalah Kota “Pembunuh”, eits tunggu dulu, bukan pembunuh nyawa orang tapi Pembunuh jiwa petualangan loe2, jiwa jalan-jalan loe. Jalanan sudah sepi jam 9 malam, kotanya kecil, 1 jam keliling kota aja loe sudah puas, susah cari angkot (padahal kota kecil he2x), cuma ada 1 tempat menarik yaitu Ramayana, siang hari panas, susah dapat air bersih karena airnya tercampur minyak, malam hari dingin sekali, gak ada mall bioskop plaza dll, biaya hidup mahal, susah ketemu cewek cakep.

    Just OOT,
    erwin

  12. Pengumuman : cewek yang gue ngarepin waktu masih kuliah sudah menikah. Jujur aja, gw merasa kehilangan, tapi lucunya di dalam hati gue ada yang menggelitik gue sambil ngomong gini ke gue : hah! dia udah menikah! Tapi kok bisa ya! Padahal umurnya masih 22 tahun, gue aja rencana mau nikah umur 30 tahun gitu, ntar kalau misalnya kami jumpa umur 30 tahun gitu, badannya pasti melar dan punya anak 2 yang nakal-nakal. Mungkin gw pas umur segitu pasti menarik deh karena sudah matang dan punya jiwa/sikap, walaupun agak sedikit buncit di perut. huehe2x. Ternyata cewek dikejar umur yach. Btw congratz buat cewek yang udah menikah itu, gw masih ingin petualangan dulu nih.
    @JKL dan Hitman System : Denger2, loe2 pada masuk TV, ntar loe2 booming pula, tapi jangan naikkin investasi workshop platinum yach..he2x. congratz bro!

  13. wah.. “ta’aruf”nya coba deh dikaji lagi, insyaAllah indah..

    sederhananya memang ta’aruf adalah perkenalan, bahkan Allah SWT menganjurkan kita untuk memperbanyak kenalan, but.. ada hal2 yang kemudian mesti kita pahami dalam rangka “berkenalan” yang halal. Karena bukan rahasia lagi, jika kemudian perkenalan yang tidak dilandasi dengan semangat taqwa lebih banyak berujung kepada kemudharatan.

    Termasuk untuk urusan jodoh, apa yang boleh, apa yang tidak boleh, apa yang mesti diketahui, apa yang terpenting dan sebagainya tentu mesti dipahami dengan benar. Urusan jodoh bukan sekedar mendapatkan pasangan yang kita “idamkan”, tetapi jauh lebih dari itu, apakah jodoh itu akan menggiring kita semakin dekat kepada Allah SWT atau tidak,wallahu’alam.

    salam

  14. eh…eh… bukanya islam tuh mencakup keseluruhan dalam hidup kita? jadi jangan bikin sekuler yak. coz, ilmu tanpa agama pasti pincang dan akan menimbulkan mudorot. agama tanpa ilmu ya buta. Untuk semua ilmu yang ada di HS, sebaiknya disaring dulu, apakah sesuai dengan agama atau enggak. kalau ADA YANG enggak ya kita pakai yang sesuai aja. bukannya islam itu melarang suatu hal karena jika hal itu dilakukan? maka akan mendapat mudarat?

  15. fiuh..artikel yang sangat menarik sekali, smua jempol saya kasi dweh!!

    setau saya ta’aruf itu proses pendekatan untuk menuju pernikahan, klo pun trnyata pas proses itu ada salah satu yg tidak berkenan y gpp g dtrusin, ta’aruf lagi k org yg laen..

    nah waktu proses pdkt ato ta’aruf itu tadi lah bs dgunakan HS, tnjukin kemampuan qta bwt memimpin, membina, tunjukin potensi diri kita dengan penuh percaya diri, disinilah fungsi dan kgunaan dari HS 🙂

  16. gila hitmansystem masuk TV tadi pagi.. pada nonton TV one ga tadi? gw baru liat tampang Lex dan Key selama ini.. mereka ga keren2 amat.. tapi boleh lah stylenya…
    diacara tersebut Lex dan key nunjukin cara ngehit cewek.. dan nunjukin beberapa teori..
    kayaknya hitmansystem bakalan booming bentar lagi nih..

  17. @Charlie
    Aduh.. jangan di bahas disini pak, ribet ngetik + mikirnya! Berat bok! Mending kita bahasnya sambil nge-teh atau ngafe aja yuk? Gw sependapat sama lo yang “di atas langit masih ada langit bla bla..”

    Intinya kita harus bisa move on dengan cara memperbaiki diri sendiri dulu, trus baru bisa lo nemuin pasangan dengan kualitas yang jauh lebih baik dari yang terdahulu ya?

    ^-^

  18. @ mas mas, tante tante

    Gw pny byk musuh di BLOG HS itu g msalah, krn gw merasa statement gw BENAR adanya.

    khusus tuk org yang mengaku beragama Islam, klo kalian benar2 menghargai agama kalian janganlah bikin istilah2 baru yang menyimpang dari kaidah ajaran Islam.
    ex: Setengah Ta’aruf, Ta’aruf modern dsb

    Gw juga g pernah menJUDGE org MURTAD
    “lw tuch murtad tau gak dasar lw bla.. bla.. bla..”. plis dech

    tp klo ada yg tersinggung yach maaf aja dech.

    Gw g mau debat lebih lagi, klo kalian bertanya sama yang ahlinya(pakar agama), kalian pasti akan mendapatkan jawaban yang sama tentang proses dan arti Ta’aruf.

    Enakan liat comment Piper. jadi bisa belajar menulis dengan standarisasi aturan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

  19. Wah.. Lucky, tulisan yang membuat suasana hitman system jadi “agak sedikit” berbeda dari biasanya. Gue jadi dapat ilmu yang baru lagi dari keyakinan loe ini, memang wanita itu patut di hargai.

    Hitman system ada bukan dengan tujuan balas dendam, menurut gue cuma laki-laki lossy dan picik aja yang masih mau mikirin balas dendam ke ex-partner mereka dengan kata lain mereka masih ngarep kan?

    Di atas langit masih ada langit, jadi gue berani yakin pasti kita bakalan dapat partner yang jauh lebih baik lagi setelah kita mempelajari kesalahan yang dulu kita lakukan pada saat masih berhubungan dengan ex-partner.

    @ms. Liem
    Any comment bout this articel? Loe ada belajar sedikit tentang agama islam & loe juga nonton ayat-ayat cinta, baca bukunya plus pernah gunain ilmu methodology untuk ngebahas ini kan? (correct me if i`m wrong) gue pengen tau pembahasan dari point of view loe.

  20. Ta’aruf dan HS….

    Kan udah jelas disitu. berdasarkan apa yang Lucky tulis, pasti Lucky juga punya dasar pengetahuan dan keyakinan. kalo afis ga setuju itu jelas dasar pengetahuan dan keyakinan pula yang sedikit berbeda. Kenapa harus dipermasalahkan?

    Yang jelas tulisan Lucky ini sudah lama gw tunggu, belum pernah ada (kayaknya) gw baca di blog HS yang tolerance dengan keyakinan. Salut aja lah….

    @ erwin
    bener! stop war, hehehe… dari pada war,mending ta’aruf!

  21. @Aphip
    Lelaki sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang,
    Tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran.

    gua terinspirasi dari kata2 lu…keren2
    2 thumbs up for u bro.

  22. sepengetahuan gw, ta’aruf itu adalah pertemuan antara perempuan dan laki-laki untuk saling mengenal satu sama lain yang tujuan nya sama aja dengan menjodohkan yang didampingi oleh pihak ketiga, yaitu orang yang memperkenalkan. tapi hakikatnya yang mau ta’aruf itu haruslah kafah ( maaf kalo tulisan katanya salah ) kafah=seimbang=selevel jadi kalo misalnya mau ta’aruf ya baik laki-laki maupun perempuan kedudukannya harus seimbang, karena dari yang gw baca di zaman Rasullullah ta’aruf ya harus begitu sebagai contoh, jika laki-laki lulusan S1 ya begitu juga si perempuan juga harus lulusan S1 dan lain sebagainya yang hakikatnya seimbang tau selevel tadi. nah, setelah tahapan perkenalan antara perempuan dan laki-laki tadi maka akan terjadi juga perkenalan antara masing2 orang tua mereka. kalau mereka setuju maka ta’aruf lanjut ke tingkat melamar kalau gak saling setuju ya sebaliknya. maaf kalau ada kata-kata yang salah, karena masalah ta’aruf ini hanya sampai di titik ini gw bisa memahaminya.
    thanks

  23. myself pribadi, aku setuju dengan hitmansystem, n aplikasinya dah aku rasain hasilnya,n ju2r bardasarkan ilmu agama yg aku pelajari,memang ada SEDIKIT koneksi antara HS ma Islam(inget,aku nyebutin SEDIKIT)contohnya, kepemimpinan dlm dri cow,jadi pribadi yg kuat, ada sisi dominan,dll, tetapi aku gpnah nymbungin scara total agama n HS, coz klw u guys mw bljar mendalam tentang hadits2 n Al Qur’an, akan da perbedaan yg mencolok serta signifikan diantara kduanya,jadi mohon kalau bisa jangan mengangkat soal agama dalam forum ini,saya pribadi agak sensitif dngan itu, so soal HS aku setuju skali,tapi tlong jgn ngmongin agama ya (cos aku bnar2 Islamic learner bgt n dah baca buanyak referensi2 hadits n Al Qur’an scra mendalam,klw dbhas dsini terlalu panjang n bnyak pertentangan)

    tapi ngomongin HS, mas Lucky kayaknya kalah tu ma aku yg dah bosen abis yg namanya tango,dah triliunan kali bertango ria mpe tangan bengkak he…0,5X

  24. @afis
    Saat aku abis mbaca artikel ini, aku nanyain taaruf ke temenku n dikasih tau surat al hujurat ayat 13.
    Bukan surat al hujurat ayat 13 nya yang aku omongin tapi surat al hujurat ayat ke berapa gitu aku lupa, kayaknya sebelum ayat 13. Isinya janganlah memberi gelar yang buruk pada orang lain, apalagi ngomongin/ngatain murtad ke orang lain.

    Mungkin saja kamu ada benarnya. Mungkin…
    Tapi coba deh penyampaiannya diperhalus dikit! Biar orang-orang ga musuhin kamu.

    Kmu kan yang nulis komen dibawah ini di Postingan “Mengenal Cinta : Bagaimana Mendekati Wanita dan Membangun Cinta” :

    “Lelaki sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang,
    Tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran.

    The true man isn’t in the deep tone of his voice,
    Its the how he whispers the truth.”

  25. Wah seru, belum sehari diposting sudah 16 respon. Thx untuk semuanya yang sudah kasih respon 🙂

    @afis
    Gue-elo aja ya 🙂

    Maaf, gue belum menjelaskan maksud ‘setengah ta’aruf’ di sana. Gue akan sedikit jelaskan di sini.

    Pertama kali gue kenalan lewat FS. Gue kirim message ke dia, sekitar 2-3x bolak-balik reply message, akhirnya dia gue suruh ikut di suatu acara yang kebetulan gue jadi panitianya di sana :).

    Itu yang gue maksud dengan ‘setengah ta’aruf’. Karena mau ngga mau, kirim message lewat FS ngga ada yang bisa ditigai, ngga bisa di-CC seperti kirim email. Emailnya pun gue belum tau, gimana bisa kirim email? Jadi memang mesti lewat message FS.

    Selanjutnya, saat ketemuan pertama itu, pastinya ada banyak orang di sana yang melihat kami dan KENAL dengan kami, atau setidaknya kenal dengan gue. Jadi, bukan menigai lagi, tapi membanyaki :).

    Selanjutnya, hampir setiap kali ketemuan ada yang menigai kami, baik teman gue maupun teman dia. Selanjutnya memang kadang cuma berdua aja, tapi di lingkungan tempat dia tinggal, dan di luar. Orang yang lalu lalang JELAS bisa melihat kalau kami ‘ngapa-ngapain’. Belum lagi orang-orang kosan situ yang hilir mudik bolak balik :).

    OK? Semoga jelas yang gue maksud dengan “setengah ta’aruf” di sana 🙂

    btw, gue belum nonton Ayat-ayat cinta sampai habis. Pernah nonton, tapi awalnya saja, sekitar 5 menit pertama. Karena suasana film dan novelnya memang gue lihat beda banget. Suasana awal novel adalah Fahri yang keluar dari kosannya yang di ‘gurun pasir’. Tapi di film, suasananya adalah kampus yang tenang temaram. Ngga seru ah, jadi gue matiin aja :P.

    Anyway, elo mau mencoba mengikuti Fahri? Silakan bro, tapi masalahnya kalau qodarnya elo ngga bisa persis seperi itu, ya ngga bisa. Justru yang gue takutkan sekarang adalah: Elo ngata-ngatain gue sepeti di atas, bahkan menghina murtad ke gue. Takutnya… elo kemakan omongan elo sendiri.

  26. @afis

    oh iya sblm lupa. . mungkin ini analogi dangkal, tapi lumayan laah. .
    klo u ingin mendapatkan sesuatu, u harus melakukan sesuatu. .
    klo ingin mendapatkan uang, u harus kerja dlu. .
    Klo ingin medapatkan cewe, ya u harus cari dlu. .

    ps : gw tau u pasti bingung apa yang gw tulis, tapi u inget-inget lagi apa pertanyaan u yang dlu pernah u tulis, dan sampai skr masih u bingungkan, klo dah inget, baru baca analogi dangkal itu. .

  27. @Lucky

    mantab bro. . gembleng aja smua orang, biar mokad. .

    @afis
    gw aja yang bukan agama islam aja mengerti apa yang ditulis lucky, masa u ga ngerti ? aduh aduh. .

  28. *permisi Ibu Guru Bahasa Indonesia mau numpang kasih informasi, disimak baik-baik ya, terimakasih*

    ————————-
    TANDA KOMA (,)
    ————————-
    1. Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan.
    contoh: Saya menjual baju, celana, dan topi.
    contoh penggunaan yang salah: Saya membeli udang, kepiting dan ikan.

    2. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara yang berikutnya, yang didahului oleh kata seperti, tetapi, dan melainkan.
    contoh: Saya bergabung dengan Wikipedia, tetapi tidak aktif.

    3a. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mendahului induk kalimatnya.
    contoh:
    * Kalau hari hujan, saya tidak akan datang.
    * Karena sibuk, ia lupa akan janjinya.

    3b. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mengiringi induk kalimat.
    contoh: Saya tidak akan datang kalau hari hujan.

    4. Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antara kalimat yang terdapat pada awal kalimat. Termasuk di dalamnya oleh karena itu, jadi, lagi pula, meskipun begitu, akan tetapi.
    contoh:
    * Oleh karena itu, kamu harus datang.
    * Jadi, saya tidak jadi datang.

    5. Tanda koma dipakai di belakang kata-kata seperti o, ya, wah, aduh, kasihan, yang terdapat pada awal kalimat.
    contoh:
    * O, begitu.
    * Wah, bukan main.

    6. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.
    contoh: Kata adik, “Saya sedih sekali”.

    7. Tanda koma dipakai di antara (i) nama dan tanggal, (ii) bagian-bagian kalimat, (iii) tempat dan tanggal, dan (iv) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan.
    contoh:
    * Medan, 18 Juni 1984
    * Medan, Indonesia.

    8. Tanda koma dipakai untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka.
    contoh: Lanin, Ivan, 1999. Cara Penggunaan Wikipedia. Jilid 5 dan 6. Jakarta: PT Wikipedia Indonesia.

    9. Tanda koma dipakai di antara bagian-bagian dalam catatan kaki.
    contoh: I. Gatot, Bahasa Indonesia untuk Wikipedia. (Bandung: UP Indonesia, 1990), hlm. 22.

    10. Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga.
    contoh: Rinto Jiang,S.E.

    11. Tanda koma dipakai di muka angka persepuluhan atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.
    contoh:
    * 33,5 m
    * Rp 10,50

    12. Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi.
    Contoh: pengurus Wikipedia favorit saya, Borgx, pandai sekali.

    13. Tanda koma dipakai untuk menghindari salah baca di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat.
    contoh: dalam pembinaan dan pengembangan bahasa, kita memerlukan sikap yang bersungguh-sungguh.
    Bandingkan dengan: Kita memerlukan sikap yang bersungguh-sungguh dalam pembinaan dan pengembangan bahasa.

    14. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru.
    contoh: “Di mana Rex tinggal?” tanya Stepheen.

    ———————-
    TANDA TITIK (.)
    ———————-
    1. Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan
    contoh: Saya suka makan nasi.
    Sebuah kalimat diakhiri dengan titik. Apabila dilanjutkan dengan kalimat baru, harus diberi jarak satu ketukan. Cara ini dilakukan dalam penulisan karya ilmiah.

    2. Tanda titik dipakai pada akhir singkatan nama orang.
    contoh:
    * Irwan S. Gatot
    * George W. Bush
    Tetapi apabila nama itu ditulis lengkap, tanda titik tidak dipergunakan.
    Contoh: Anthony Tumiwa

    3. Tanda titik dipakai pada akhir singkatan gelar, jabatan, pangkat, dan sapaan.
    Contoh:
    * Dr. (Doktor)
    * Ny. (Nyonya)
    * S.E. (Sarjana Ekonomi)

    4. Tanda titik dipakai pada singkatan kata atau ungkapan yang sudah sangat umum. Pada singkatan yang terdiri atas tiga huruf atau lebih hanya dipakai satu tanda titik.
    Contoh:
    * dll. (dan lain-lain)
    * dsb. (dan sebagainya)
    * tgl. (tanggal)
    Dalam karya ilmiah seperti skripsi, makalah, laporan, tesis, dan disertasi, dianjurkan tidak mempergunakan singkatan.

    5. Tanda titik dibelakang huruf dalam suatu bagian ikhtisar atau daftar.
    contoh:
    I. Penyiapan Ulangan Umum.
    A. Peraturan.
    B. Syarat.
    Jika berupa angka, maka urutan angka itu dapat disusun sebagai berikut dan tanda titik tidak dipakai pada akhir sistem desimal.
    Contoh:
    * 1.1
    * 1.2
    * 1.2.1

    6. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu.
    Contoh: Pukul 7.10.12 (pukul 7 lewat 10 menit 12 detik)

    7. Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan angka ribuan, jutaan, dan seterusnya yang tidak menunjukkan jumlah.
    contoh:
    * Nama Ivan terdapat pada halaman 1210 dan dicetak tebal.
    * Nomor Giro 033983 telah saya kasih kepada Michael.

    8. Tanda titik tidak dipakai dalam singkatan yang terdiri dari huruf-huruf awal kata atau suku kata, atau gabungan keduanya, yang terdapat di dalam nama badan pemerintah, lembaga- lembaga nasional di dalam akronomi yang sudah diterima oleh masyarakat.
    contoh:
    * Sekjen : (Sekretaris Jenderal)
    * UUD : (Undang-Undang Dasar)
    * SMA : (Sekolah Menengah Atas)
    * WHO : (World Health Organization)

    9. Tanda titik tidak dipakai dalam singkatan lambang kimia, satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang.
    contoh:
    * Cu (Kuprum)
    * 52 cm
    * l (liter)
    * Rp 350,00

    10. Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan, atau kepala ilustrasi, tabel dan sebagainya.
    contoh:
    * Latar Belakang Pembentukan
    * Sistem Acara

    11. Tanda titik tidak dipakai di belakang alamat pengirim dan tanggal surat, atau nama dan alamat penerima surat.
    contoh:
    * Jalan Kebayoran 32
    * Jakarta, 3 Mei 1997
    * Yth.Sdr.Ivan
    Jalan Istana 30
    Surabaya

    ————————
    TANDA SERU (!)
    ————————
    Tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, ataupun rasa emosi yang kuat. Contoh:
    * Alangkah mengerikannya peristiwa itu!
    * Bersihkan meja itu sekarang juga!
    * Sampai hati ia membuang anaknya!
    * Merdeka!

    —————————
    TANDA TANYA (?)
    —————————
    Tanda tanya dipakai sesudah kalimat yang menggunakan kata apa, siapa, mana, mengapa/kenapa, bagaimana.
    contoh:
    * Apa yang kau harapkan?
    * Siapa namamu?
    * Mana yang akan kau pilih?
    * Mengapa harus seperti itu?
    * Bagaimana caranya untuk memilih?

    * 5 bulan lalu

    materi referensi:
    http://id.wikipedia.org/wiki/Tanda_baca

  29. Benar sekali, Cinta menurut sang Kuncen adalah memberi dan berkorban, Memberikan kebahagian untuk yang kita Cintai meski untuk itu kita harus mengorbankan cinta tersebut.

    Artinya baik umum maupun khusus cinta ya muter2 di masalah ta’aruf atau takrobuzzina tok

    syukron dah mampir ke Gubug Mayaku

    Salam kenal, salam hangat salam ukhuwah

  30. hey hitman crew, obviously gw musti say thousands thanks to you all.
    started 2 years ago my life was in chaotic but recently it seems fun and attractive

    YOU was one of my best GURU on relationship between venus and mars

    gw ga tahu apa gw sudah menyandang gelar glossy, tapi gw tahu my destination, my passion, my way of life and my happyness

    gw ga tahu apa gw da glossy tapi gw dikelilingi cewek2 yang mau kenalan ma gw, baik itu yang alim maupun yang ga alim.

    gw ga tahu apa gw masih glossy, coz cewek2 matanya berbinar2 saat ngobrol ma gw

    and gw juga ga tahu apa glossy itu khusus buat alumni HSEW doang, coz gw bukan alumni 😛

    NB: gw punya testimonial buat elo, tapi kayaknya yang diatas da mewakili

  31. hmmmhh….masih aja ada yang skeptis dengan HS. belum ikutan workshop sih…

    gue cuma bisa kasian aja sama tuh orang..

    kalo emang jago nganal dari sisi psikologi, kenapa enggak sekalian bikin buku aja?

    HS bukan sekedar Teori, bro!

    HS adalah sesuatu yang emang udah terbukti, dipraktekin, diajarkan, dilakukan, dilakukan, dilakukan dan terus dilakukan!

    so, ketika elo membuat sebuah analisa, sebaiknya dipraktekan juga! apakah analisa anda memang bisa disebut sebagai teori yang learnable atau sekedar sampah.

    @Lucky

    Mybro, Tulisan elo keren abiss! 2008 banget! semangat seperti elo memang harus dimiliki para Hitman Muslim yang laennya. Thanks bro, tulisan ini adalah pengalaman berharga elo yang sangat inspiratif. Ta’aruf Modern!

  32. @afis:emang makna and isi buku AAC apaan fis?gw gak nyangka loe baca buku juga…kirain gw loe kerjaan nya baca komik golden boy tiap ari hahahahahaha

  33. Huaaaahhh..

    mulai nyama2in cara HS sama Ta’aruf..

    dibikinlah “setengah Ta’aruf”,
    semua yang ada dalam ajaran agama itu tidak boleh diakal-akalin, murtad hukumnya..

    jadi gw mohon g usah maksa..
    HS yach HS, Ta’aruf y Ta’aruf..

    SANGAT BERBEDA IMPLEMENTASINYA

    nb: ayat2 cinta dibaca bukunya jangan ditonton filmnya, filmnya itu g sampe 50% mencakup makna dan isi dari buku tersebut.

  34. Lucky tulisan antum sangat ana nantikan!

    Hehehehehehehe…….

    Ikhwan mode off.

    Keadaan gw sama ama lo, ada beberapa hal dlm hitman yg gw rada ga sepakat.

    Seperti tango.

    Wuih dulu ampe keringet dingin mikirin buat sentuh-sentuhan aja. But setelah gw baca tulisan lo, gw cuma bisa mangut2! ^_^

    Tapi bener deh tanpa mengurangi penghargaan gw kpd hitmansystem, meskipun tanpa tango2 akhwat2 yg gw hit tetep aja ngerapet meskipun mereka bilang gw rese(malahan tadi siang ampe ada salah satu akhwat yg gw hit ngobrol2 gmn klo seandainya gw ama dia jadi suami-istri! lebih gila lagi dia ngomong kya gitu didepan temen-temen perempuannya yang lain!) lol ;))

    Waduh JKLC,kalian harus tanggungjawab karena buat hidup gw jadi indah!

    Bravo sekali lagi buat akhirnya to bro Lucky……..

  35. setelah baca post ini, gw geleng2 kepala sambil mengerinyitkan dahi…

    “ah, gw baru inget !”, gitu kata gw…

    gw kemaren haloween jadian tp blom bilang thx berat sm HS, buat free material & tips2nya…

    tapi, seperti kata kk lucky, ga semua yg diajarin HS gw pake…

    tango ?, nope…, ketemuan aja blom !, cuma lwt webcam & sms doang, ga perna tlp jg

    awalnya gw yg ngejar, skrg dia yg ngejar2 gw

    sempat masuk ZOD jg, bahkan… gw mungkin bs ditembak mati sm JKLC, karena gw ‘nembak’, gyahahaha, tapi pake cara yg aneh

    toh… pada akhirnya dapet, vitamin 8

    maybe i’m just fk-ing lucky retarded guy, lol

  36. dari sudut agama saya mengenai ta’aruf.. menurut saya, ta’aruf tuh tingkat paling tinggi dalam “status ingin mengenal dan mengetahui”.. tidak gampang memang.. banyak sekali aturan-aturan yg menurut kehidupan modern udah jadul bgt.. dan banyak “penikmat hal instan” yg males ngejalani tahapan ini..

    tapi, itulah keistimewaannya.. yaitu, untuk menghargai dan menghormati kedudukan wanita.. dan juga untuk meredam hawa nafsu sang pria..

    ada yg mw bantu ngejelasin lebih detail lagi??

  37. Lucky, tulisannya bagus, gaya seperti ini yang biasanya buat gue kagum. Bravo, buat fungsi pelatihan HS yang ternyata bisa digunakan dengan baik oleh dirimu dan terutama membagikannya dengan orang lain. Salut!

Leave a Reply