Home » Materials » Tentang Wanita » Hentikan Menyogok Wanita ( bag II )

Hentikan Menyogok Wanita ( bag II )

Selama belasan atau puluhan tahun, tergantung umur Anda sekarang ini, Anda sudah terbiasa ngebayarin wanita ketika sedang nonton atau sekedar jalan, atau suka membelikan mereka hadiah-hadiah yang Anda tahu mereka inginkan.

Anda pasti sering melihat bagaimana hal tersebut dilakukan dalam film atau cerita, bagaimana sang wanita tersentuh dengan kebaikan sang pria dan berpacaran dengannya.

Minggu lalu, karena kebetulan sedang membeli minuman yang sama, saya tidak sengaja menguping tiga orang pria yang berebutan ngebayarin minuman Quickly yang dibeli oleh seorang wanita di grup mereka.

Bukan cuma kita pria yang sudah terhipnotis untuk otomatis mengeluarkan kocek ngebayarin wanita, tapi pola itu juga sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan wanita di mana-mana.

Bulan lalu, beberapa langkah sebelum sampai di ticket box di 21 Plaza Semanggi, wanita yang saya hit di minggu sebelumnya berkata dengan ringan, “Elo bayarin gue, OK?”

Jika si pria tidak pernah memulai janji traktir, then si wanita tidak akan malu-malu menagihnya, tentu dengan bibir yang tersenyum manis.

Mundur beberapa tahun, ketika kuliah dulu, saya memiliki sahabat dekat yang terlihat sangat gaul sekali. Dia rasanya mengenal dan dikenal semua wanita, bukan hanya di fakultas kami saja, tapi juga fakultas lainnya yang letaknya bersebelahan.

Saat itu, sekalipun diam saja dan menyimpan dalam hati, saya merasa penasaran bercampur sedikit kagum dengan kemampuannya untuk menarik wanita-wanita di sekitarnya.

”Apa yang dinilai oleh wanita-wanita dari dia, yang tidak bisa didapatkan dari gue, sehingga dia bisa akrab dengan banyak wanita?” pikir saya setiap kali melihatnya bercengkerama dengan wanita-wanita di kampus.

Tidak perlu observasi yang lama untuk bisa menangkap modus operandinya: pria supplier (penyedia). Teman saya sangat aktif berkenalan dengan wanita baru yang menarik perhatiannya, lalu suatu saat dalam interaksi tersebut dia akan memulai inisiasi untuk ngebayarin atau membelikan sesuatu pada sang wanita.

Tidak heran wanita senang berinteraksi dengannya. Tidak heran dia sering dikelilingi oleh satu dua wanita setiap saatnya. Tidak heran dia selalu disapa oleh wanita-wanita kemanapun dia pergi.

Jadi berdasarkan kasus teman saya dan kejadian lainnya di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa jika ingin melakukan pendekatan pada wanita target yang kita inginkan, atau ingin memperbesar kesempatan bertemu dan menggaet segelintir wanita alternatif lainnya, maka kita harus melakukannya dengan strategi traktiran dan hadiah.

Setiap film, lagu, teman pria dan wanita Anda bukan saja memberikan saran yang serupa, bahkan juga memberikan contoh-contoh keberhasilannya

Jika semua orang yang Anda kenal memberikan konfirmasi, jika hal tersebut sudah menjadi kebiasaan umum yang sudah setua usia peradaban manusia, maka itu pasti modus operandi yang benar, bukan?

Salah!

Hari ini Anda belajar akan belajar tentang sebuah racun mematikan yang menjangkiti hampir semua pria-pria jomblo di dunia.

Dalam exclusive audio All About Ngarep, saya mengomentari racun ini adalah cara jitu cepat untuk menyampaikan pada wanita target bahwa Anda tidak memiliki kepribadian yang berkualitas.

Mengapa demikian?

Karena ketika Anda mentraktir, Anda sebenarnya membayar wanita itu untuk kesempatan dan waktu berinteraksi dengannya. Anda terus ngebayarin dan menambahkan intensitas, berharap dengan banyaknya kesempatan interaksi tersebut, dia akan mengenal Anda cukup intim, cukup tersentuh hingga akhirnya ingin menjalani hubungan yang serius dan berkualitas dengan Anda.

Tapi coba jawab ini: jika Anda memang berkualitas dan menyenangkan, apakah Anda perlu sampai membayar orang demi bersenang-senang dan menghabiskan waktu dengan Anda?

Mentraktir sama sekali tidak ada hubungannya dengan Anda bersikap asyik apalagi gentleman. Justru yang terjadi adalah Anda terlihat murahan dan putus asa. Ditambah lagi, jika seseorang terbiasa mentraktir wanita, dia tidak akan melakukannya pada satu wanita target, tapi ke semua wanita yang berada dalam daftar ngarep dan PDKT-nya. Itu yang terjadi dengan sahabat saya di kampus tersebut. Saya yakin Anda pasti juga pernah, jika bukan masih, bermain dengan strategi yang sama.

Saya menyebutnya memberikan kompensasi, Jet menyebutnya dengan menyogok. Apapun sebutannya, hal tersebut tidak akan pernah memberikan hasil seperti yang Anda pikirkan.

Jika Anda beruntung dan persaingan tidak terlalu ketat, Anda mungkin akan bisa dikelilingi dengan wanita-wanita yang menarik. Tapi dari pengalaman Anda, coba ingat baik-baik sampai detik berapa banyak wanita target yang sudah berhasil Anda gol-kan hingga memasuki romance?

Saya berani bertaruh hasilnya NOL KOMA NOL BESAR.

Kalaupun ada, nasib hubungan kalian tidak berumur lama. Besar pasak daripada tiang, demikian kata pepatah.

Coba tanya kenapa.

Jauh di dalam diri Anda sebenarnya tahu alasannya, tapi Anda tidak menyadarinya jarang sekali mengakses sisi analisa kritis tersebut. Jadi gunakan waktu ini untuk ‘memaksa’ diri Anda sedikit lebih kritis dari biasanya. Lakukan hal ini demi masa depan Anda sendiri.

Ketika rajin ngebayarin teman wanita yang sedang Anda targetkan, Anda sibuk memenuhi kebutuhan eksternalnya, yaitu materi fisik yang diinginkan oleh manusia pada umumnya, mis. makan-minum, punya barang baru, fasilitas, bersenang-senang, dsb.

Penyakit dari manusia adalah ketika sudah mencapai posisi yang enak dan nyaman, dia akan berusaha mempertahankan hal tersebut sehingga menahan segala keinginan lain yang mungkin bisa merusak kenyamanan tersebut.

Seorang wanita yang sudah mendapatkan segala sesuatu yang dia butuhkan ketika berada pada posisi teman-saja dengan Anda tentu tidak akan berniat untuk meningkatkan hubungan.

Kenapa?

Karena setidaknya ada dua resiko yang berbahaya:

a. “Jadi temen aja udah enak banget dibayarin kemana-mana, kalo kita jadian and trus entah gimana putus, ilang deh semua fasilitas bginian.”

b. “Kalo dia gue jadiin pacar, pasti teman pria-pria suppliers lain yang suka ngebayarin gue bakalan berkurang dong. Gile aje, ngga mungkin dong...”

Catat bahwa kedua hal ini tersebut muncul secara otomatis di alam bawah sadar wanita, terutama mereka yang tergolong wanita inflasi sudah biasa dikelilingi oleh pria-pria supplier dan ngarep.

Jadi sekarang Anda tahu mengapa sejumlah wanita ngarepan Anda selalu menerima saja ketika Anda mengajaknya nonton, makan, ice-skating, atau melakukan aktifitas lainnya dengan biaya yang keluar dari dompet Anda.

Sama sekali bukan karena mereka tertarik dan sedang ingin mengenal Anda, atau memberikan Anda kesempatan untuk mendekatinya.

Tidak, sobat.

Mereka bersedia menghabiskan waktu dengan Anda hanya karena Anda sudah membayarnya untuk melakukan demikian. Jangan coba tanya apakah hal itu benar kepada wanita karena tentu mereka akan menyangkalnya!

“Jalan-jalan, makan-minum, nonton, dan belanja aja udah seru, apalagi kalo ada yang ngebayarin. Kepuasan dobel! Gue cuman perlu nemenin dan jadi temen curhatnya, sambil dengerin jokes nya yang basi dan sedikit pura-pura ketawa. Sejauh logika gue sih ini negosiasi yang bagus.”

Anda memang berhasil mendekatinya, bro, tapi lihat sekeliling Anda ada berapa ratus pria lainnya yang mencapai level yang sama dengan melakukan taktik serupa. Jadi jangan harap apa yang sudah Anda lakukan itu bisa dianggap spesial atau membuatnya tergoda untuk memilih Anda dibandingkan segudang pria lainnya!

Anda mungkin komplain, “Ah, tapi kalo emang dia ngga tertarik ama gue, kenapa dia ngga nolak ajakan atau hadiah atau traktiran gue?”

Inilah yang muncul dalam logika wanita ketika Anda terus saja menyiraminya dengan berbagai perhatian, termasuk akses finansial:

“Dia nawarin, ya goblok aja kalo ngga diambil. Kalopun dia ngga nawarin duluan, dia selalu ngasih juga kalo gue minta. Teman baik kayak gitu ngga bakalan gue tinggalin, kecuali dia mulai minta yang macem-macem.”

Saya bisa mendengar sebagian kecil pria yang berseloroh, “Ah, wanita target gue tuh anak baek-baek, ngga begitu pola pikirnya. So jauh lebih baik terus jadi supplier dan nunggu aja. Gue percaya komitmen dan kesetiaan akan membuahkan hasil.”

Dude, seriously…

… open your eyes!

Atau Anda akan mati di usia muda karena stress dan gagal ginjal!

Sekarang Anda harus belajar mengerti dan menerima fakta bahwa wanita-wanita itu suka bergaul dengan Anda dan menikmati pemberian Anda sama sekali tidak berarti dia tertarik untuk menjadi kekasih Anda.

Saya akan jelaskan lebih lanjut. Tadi saya sempat menyebut tentang kebutuhan eksternal, yaitu hal-hal mengacu pada pemuasan materi fisik. Sekalipun dalam romance terdapat faktor interaksi fisik (sentuhan dan seks), namun bagi wanita hal tersebut tidak tergolong ke dalam materi fisik; bagi mereka hal-hal romance, cinta dan seks masuk ke dalam kebutuhan internal, yakni materi yang berkenaan dengan kepuasan emosi dan jiwa.

Sebuah penelitian baru-baru ini mengungkapkan bahwa untuk dapat mengalami orgasme yang penuh, seorang wanita harus berani untuk melepaskan kendali atas dirinya, mempercayakan diri sepenuhnya pada si pria dan merelakan dirinya terlihat lemah dan memalukan ketika sang pria membawanya pada titik klimaks yang meledak-ledak.

Itu sebabnya wanita-wanita selalu mencari pria yang memiliki jiwa kepemimpinan dan dominan agar mereka dapat dengan tenang menyerahkan diri mereka dan tenggelam menikmati misteri petualangan romance yang diberikan oleh pria tersebut.

Apakah itu sesuatu yang bisa diberikan oleh pria supplier baik hati yang rajin mentraktir?

Sama sekali tidak.

Kecuali dia memang super tajir, jarang sekali pria supplier memiliki komponen kepemimpinan, dominan, dan petualangan yang memadai.

Yang ada justru pria supplier adalah kumpulan pria baik-baik yang serba membosankan lemah dalam hidupnya dan begitu tidak percaya diri sehingga harus menyogok wanita demi mau bermain dengan mereka.

Wanita yang berkualitas tidak akan tertarik secara romansa dengan pria supplier karena sifat tersebut bukan hal yang menggambarkan imajinasi petualangan cinta yang mendebarkan.

Apakah sekarang Anda mengerti mengapa mereka menerima setiap kali Anda mengajaknya bersenang-senang, tapi ketika mereka ingin bersenang-senang, mereka jarang mengajak Anda dan memilih untuk melakukannya dengan pria-pria lain, bahkan jadian dengan pria yang justru tidak sebaik diri Anda?

Karena Anda tidak merasa memiliki kualitas cukup menarik yang diinginkan oleh wanita tanpa embel-embel dan imbalan fasilitas.

Karena mentraktir dan memberi hadiah sekeren apapun tidak akan bisa menutupi keminderan Anda akan diri sendiri.

Karena wanita tidak pernah tertarik pada pecundang yang bersedia mengobral kompensasi sebanyak mungkin demi kehadiran seorang wanita untuk melengkapi hidupnya.

Saya harap saat ini saya sudah menyakiti diri Anda cukup parah hingga Anda merasa muak dengan keadaan selama ini dan ingin mengubah pola hidup Anda sekarang juga.

Sekali lagi, setiap kali Anda bersedia mengeluarkan begitu banyak investasi secara finansial ketika mendekati wanita, Anda tidak akan mendapatkan apa-apa selain, “Hey, elo teman gue paling baik dan paling kenal gue, dan kita akan selalu menjadi teman sejati selamanya.”

Kalau ternyata Anda berhasil memancing wanita untuk jadian lewat strategi pria supplier, maka umur kalian hanya sejauh (a) seberapa lama sebelum seluruh resource Anda terkuras habis, (b) seberapa lama sampai akhirnya Anda muak karena si wanita tidak benar-benar menginginkan Anda, (c) seberapa lama sebelum wanita Anda menemukan pria lain yang lebih supplier daripada Anda, atau kombinasi ketiganya.

Sobat, menjadi pria supplier yang rajin mentraktir target (baca: memberi kompensasi dan sogokan) bukan strategi yang cerdas, baik dalam usaha pendekatan maupun setelah dalam hubungan.

Dalam Online Training dan di setiap Live Workshop Hitman System, saya selalu menekankan peserta untuk bertemu dan menjalani hubungan dengan wanita sebanyak mungkin. Anda bisa bayangkan betapa besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk aktifitas itu jika mereka masih memakai paradigma pria supplier.

Itu sebabnya kami mengajarkan pada mereka bagaimana caranya menciptakan karakter yang kuat semenjak awal interaksi bahwa Anda tidak bisa dianggap sebagai pria desperate yang bersedia mengeluarkan uang demi mendekati wanita, bahkan mampu menolak ketika sang wanita meminta tanpa membuatnya merasa keberatan atau membatalkan acara.

Saya tidak bisa membagikan tehniknya dalam artikel ini, sekalipun Anda bisa menerka-nerka sendiri sejumlah strateginya jika membaca artikel dan Q&A yang tersedia di website www.hitmansystem.com .

Jika Anda selama ini selalu jadi bulan-bulanan nasib, kewalahan harus ngebayarin wanita tanpa pernah melihat hasil yang Anda inginkan, lebih baik Anda menabung semua pengeluaran tersebut untuk mengikuti Hitman System Live Workshop di bulan yang bersangkutan.

Investasi yang Anda berikan untuk mengembangkan diri Anda tersebut akan membuahkan nilai yang berlipat ganda dibandingkan jika Anda pakai untuk menyumbang pulsa, mentraktir J.Co, atau membelikan kalung-gelang dan boneka pada wanita yang Anda incar.

Lalu kelanjutan pengalaman saya di awal artikel ini, apa yang saya jawab pada wanita yang meminta saya mentraktirnya nonton di Plaza Semanggi?

Saya tidak menjawab apa-apa.

Ketika langkah kami tiba di depan loket 21, saya langsung menyebutkan film yang ingin ditonton berikut dua posisi tempat duduk, lalu berbalik menatap mata sang wanita dengan santai.

Tiga detik kemudian terdengar suara, “Terima kasih, selamat menonton,” dari penjaga ticketbox.

“Good girl,” jawab saya sambil menepuk kepala wanita target tersebut, berjalan ke arah pintu studio, meninggalkannya yang sibuk membereskan uang kembalian dan memasukkan dompet ke dalam tas lengannya.

Film dimulai.
Artikel selesai.

Sahabat Anda,
Lex

ps. Ini adalah bagian kedua, pastikan Anda sudah membaca artikel awal di sini.

Related Articles

Catatan: Seluruh tulisan yang ada pada website Hitman System (hitmansystem.com), termasuk tulisan-tulisan pada blog Romantic Renaissance boleh Anda gunakan dan sebarluarkan selama Anda mencantumkan sumber tulisan, yaitu website hitmansystem.com dan link menuju website hitmansystem.com.

PLATINUM - JAKARTA
HSEW TANGGAL BIAYA DAFTAR
PLATINUM134 19-20 Nov 2016 Rp 5.000.000 sold out
PLATINUM135 17-18 Des 2016 Rp 5.000.000 daftar
PLATINUM136 04-05 Feb 2017 Rp 5.000.000 daftar
PLATINUM137 01-02 April 2017 Rp 5.000.000 daftar
PLATINUM138 03-04 Juni 2017 Rp 5.000.000 daftar
PLATINUM139 05-06 Agst 2017 Rp 5.000.000 daftar
PLATINUM140 07-08 Okt 2017 Rp 5.000.000 daftar
PLATINUM141 02-03 Des 2017 Rp 5.000.000 daftar
PLATINUM - REGIONAL
HSEW TANGGAL BIAYA DAFTAR
BANDUNG34 19-20 Nov 2016 Rp 3.000.000 sold out
JOGJA59 19-20 Nov 2016 Rp 3.000.000 sold out
SURABAYA60 19-20 Nov 2016 Rp 3.000.000 sold out
BANDUNG35 17-18 Des 2016 Rp 3.000.000 daftar
JOGJA60 17-18 Des 2016 Rp 3.000.000 daftar
SURABAYA61 17-18 Des 2016 Rp 3.000.000 daftar
BANDUNG36 11-12 Feb 2017 Rp 3.000.000 daftar
SURABAYA62 18-19 Feb 2017 Rp 3.000.000 daftar
JOGJA61 18-19 Feb 2017 Rp 3.000.000 daftar
BANDUNG37 06-07 Mei 2017 Rp 3.000.000 daftar
JOGJA62 20-21 Mei 2017 Rp 3.000.000 daftar
SURABAYA63 20-21 Mei 2017 Rp 3.000.000 daftar
BANDUNG38 12-13 Agst 2017 Rp 3.000.000 daftar
SURABAYA64 26-27 Agst 2017 Rp 3.000.000 daftar
JOGJA63 26-27 Agst 2017 Rp 3.000.000 daftar
BANDUNG39 11-12 Nov 2017 Rp 3.000.000 daftar
JOGJA64 18-19 Nov 2017 Rp 3.000.000 daftar
SURABAYA65 18-19 Nov 2017 Rp 3.000.000 daftar

 

 
Mobile Version

Home | About | Trainings | Products | Counseling | Articles | Blog | Konfirmasi | Contact Us

Copyright © 2006-2016
PT. Trans Realita Utama
Jakarta, Indonesia