Merdeka?

Warning!
I’m gonna get little bit political..

Happy Independence Day Indonesia!
63 tahun, perubahan dan reformasi merubah Negeri ini.
Dari negera yang sempat menyicip kedigdayaan Komunis dan diambang rencana Revolusi Soekarno, sampai 32 tahun dalam cengkraman Opa Soeharto, dan kemudian presiden-presiden berikutnya yang merubah wajah Negara ini perlahan-lahan.
Apa yang loe lihat sekarang di negeri yang loe tinggali? hirup udaranya? minum airnya?
Yang juga loe ludahi?

Gue teringat post personal gue beberapa tahun lalu, dan malam ini gue lihat lagi, berharap ada perubahan yang bisa bikin gue terheran-heran. Sayangnya tidak ada perubahan signifikan, terutama dalam hal kepolitikan.
Walaupun KPK belakangan ini gemar menangkap menteri-menteri, although itu juga bisa dianggap konspirasi pengalih isu.

Indonesia masih menjadi negara pengimport beras. Walaupun Bapak Presiden Sby berjanji pada tahun 2009 Indonesia akan kembali Berswasembada pangan.

Tetapi kita boleh berbangga, Indonesia menjadi salah satu market besar bagi brand-brand ternama!
Anda tau BMW X6? Dibandrol (kayak rokok) dengan harga 4.6 Milliar rupiah. Atau 4,600,000,000.00 Rupiah.
BMW “hanya” menaruh 36 Buah BMW X6 ini , yang iklannya dari bulan maret (kalo gak salah) 2008 sudah beredar di papan reklame jalan tol dengan tag line ‘LIMITED EDITION’.
Dan pada bulan juni/july kemarin gue mendapatkan berita kalau ke-36 mobil BMW tersebut sudah LUDES terjual!
Dan juga hebatnya (or sedihnya..) sudah ada banyak orang yang meng-inden mobil ini sampai bulan JANUARY 2009.
Dan saat gue ketik ini mungkin sudah sampai Maret 2009.

Dan itu berarti apa?
Berarti kita memiliki BANYAK TAIPAN di Indonesia.

HOORAY!!

Dan karena sangat banyak, sampai banyak orang juga yang rela melakukan pekerjaan kotor tanpa dibayar!
Gak percaya? Tadi siang di sebuah lampu merah, mobil gue (Bukan X6 sumpah) didatengin seorang ibu-ibu yang dengan ramah langsung meng-kemoceng-kan mobil gue!
Gue terkejut dan merasa senang, bayangkan begitu kaya nya Indonesia, sampai banyak orang mau turun ke jalan, berpanas-panas dan melap mobil orang!
Dan gue dengan santai mengangkat tangan ingin memanggil, namun ibu-ibu itu hanya membuang muka dan berpindah ke mobil yang lain!

Wonderful!
Walaupun kepemerintahan kita sepertinya kacau balau, dan rakyat kita semakin individualistik dan juga terjangkit penyakit KONSUMERISME KRONIS STADIUM AKHIR, tetapi sampai sekarang kita masih dengan megah merayakan ULTAH Negara kita dan bukannya merayakan UTLAH NEGARA PENJAJAH kita! Yihaa!
One question though?
Apakah kita memang telah merdeka?
Apakah kita seperti negara yang merdeka?
Apakah saya memang orang yang merdeka?
Apakah kamu memang orang yang merdeka?
Ataukah kita belum merdeka dan mengaku-ngaku merdeka?
Ataukan sebenarnya kita semua, dan negara-negara lain memang tidak pernah benar-benar merdeka?
Ataukah sebenarnya kita semua masih terjajah?

Nope, kita sudah merdeka! Di saat kita berani menantang Dunia dan berkata, “Halo Dunia! INI GUE! SALAM KENAL!”

Anyway sebelum gue terus berpolitis dan menyimpang, dibawah adalah sebuah review yang pernah gue tulis di tahun 2005.
Dan buku ini tadi gue temui masih beredar dengan gagah di toko-toko buku Ibukota kita. Jadi gue pikir buku ini cukup signifikan untuk gue angkat lagi ke permukaan, berkaitan dengan rasa Nasionalisme untuk negeri tercinta ini mulai luntur seperti baju sekolah gue jaman dulu.
Darn, penulisnya harusnya berterimakasih karena gue publikasiin lagi dengan gratis.. 😛
Without delay, here’s my Review :

5 cm

Penulis : Donny Dhirgantoro.

Sebenarnya gw jarang banget baca novel karya anak negeri, kecuali mungkin novel-novel jadul dari beberapa pengarang yang memang sudah memiliki nama karena kualitas tulisannya. Gw melihat novel berjudul 5cm, ini kira-kira 1 bulan yang lalu, previewnya menarik minat, namun saat itu gw lagi sibuk baca karl may makanya gw biarkan aja dulu. Sampai salah satu teman gw dgan hebat memasang 5cm di nicknya, so saat gw confirm, katanya bagus.. so I thought ya ini masuk list berikutnya, lagian cover booknya menarik juga HITAM DOVE dengan cetakan timbul tulisan-tulisan kecil.

Pengarangnya adalah Donny Dhirgantoro, masih muda, lahir tahun 78, so umurnya ya baru 27 tahun(tahun 2005, kalau tahun 2008 ini berarti 30 tahun), so keliatan kan pangsa pasarnya adalah mereka yang muda mungkin 19-28 an.. atau memang mereka yang pencinta buku

5 cm berkisah tentang persahabatan dari 5 orang anak muda, 4 pria dan satu perempuan, mereka menamakan grup mereka power ranger ya karena 5 orang itu.
Genta, Zafran, Ian, Arial, dan Riani berteman dari mereka SMA sampai mereka Kuliah. Dengan tipikal anak muda, ke kafe, jalan-jalan di mall, mereka tampak seperti anak muda yang biasa-biasa saja, namun di dalamnya mereka berbeda. Pemikir yang kritis, idealis, penuh dengan filosofis, dan tentu saja canda itulah mereka, diskusi dari klub bola, artis, vcd bokep, sampai dengan filosofis manusia dan arti hidup mereka bahas bersama.
Kebersamaan mereka yang sangat ketat hingga pada suatu waktu mereka membuat sebuah rencana yang hebat, mereka tidak boleh saling bertemu, sms, telepon dalam jangka waktu 3 bulan, dan diujung 3 bulan itu mereka akan bertemu kembali.
Dan diujung pertemuan mereka itu, dimulai sebuah perjalanan baru yang akan merubah hidup mereka , cara pandang mereka kea rah yang berbeda.

Perpisahan selama 3 bulan itu yang menarik minat gw membeli buku ini, gw mengira akan terjadi sesuatu dalam 3 bulan itu yang akan menyebabkan sesuatu dalam persahabatan mereka..
Namun gw salah, ternyata buku ini tidak membahas tentang perpisahan itu dengan panjang lebar, inti cerita berpusat pada apa yang mereka lakukan pada pertemuan mereka. Mendaki Mahameru, gunung tertinggi di pulau jawa. Dan disanalah, persahabatan, cinta dan hidup mereka berubah.

It take only one day for me untuk menghabiskan buku ini, ceritanya mudah dipahami buat mereka yang memang senang membaca terutama mereka yang memang terbuka, kritis dan mudah memahami. Hampir di setiap bab, ada penggalan-penggalan lirik lagu dari yang jadul sampai yang baru, ada potongan-potongan quote2 dari film2 dari jadul sampai yang baru. Yang gw heran entah kenapa sama sekali tidak ada tentang matrix dan dunianya, apa mungkin sang penulis memang bukan penggemar matrix yang gw rasa kalau dimasukin dalam bukunya mungkin akan membuka lebih banyak tapi bisa jadi si penulis dipaksa mengedit tulisannya.

Hanya ada satu yang kurang, dari pertengahan cerita entah kenapa soal Cinta itu agak dipaksakan, and dari tengah gw udah mulai menduga-duga akan akhir kisah cintanya.. dan memang benar sesuai dugaan gw. But nevertheless it’s a good book!!

After read this book, lo bakalan pengen banget bisa naik gunung, rasa nasioanalisme lo mungkin bakal tergugah sedikit, and paling enggak, ini bukan lah novel abg2 yang melulu soal mall dan cowo or cewe.. this is difrent..

Gw recommend buku ini buat kamu!! Check it out guys and gals!!

Kutipan singkat ..

Ada yang pernah bilang kalau idealisme adalah kemewahan terakhir yang dimiliki oleh generasi muda

Setiap kamu punya mimpi atau keinginan atau cita-cita, kamu taruh di sini, di depan kening kamu.. jangan menempel.. biarkan dia menggantung mengambang 5 cm di depan kening kamu jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu..

Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kening kamu. Dan .. sehabis itu yang kamu perlu .. Cuma..

Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasany, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas.. lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja.. dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya serta mulut yang akan selalu berdoa..

Dan kamu akan selalu dikenang sebagai seorang yang masih punya mimpi dan keyakinan, bukan Cuma seoongok daging yang hanya punya nama.
Kamu akan dikenang sebagai seorang yang percaya pada kekuatan mimpi dan mengejarnya, bukan seorang pemimpi saja, bukan orang biasa-biasa saja tanpa tujuan, mengikuti arus dan kalah oleh keadaan.
Tapi seorang yang selalu percaya akan keajaiban mimpi keajaiban cita-cita, dan keajaiban keyakinan manusia yang tak terkalkulasikan dengan angka berapa pun..
dan kamu nggak perlu bukti apakah mimpi-mimpi itu akan terwujud nantinya karena kamu hanya harus mempercayainya..

Percaya pada 5 cm didepan kening kamu

read it.


This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

13 Responses to Merdeka?

  1. Setelah baca artikel ini gw jadi teringat pengalaman malasnya nyelesaiin skripsi. Karena buku “5 cm” itu gw jadi “semangat 45”, dan akhirnya bisa sarjana. Buku itu banyak memberi inspirasi dan memotivasi para pembacanya (terutama gw). Terimakasih buat Donny Dhirgantoro buat bukunya, dan Jet Veetlev atas artikelnya.

  2. Apakah kita sudah merasa merdeka atau belum. Bagi sebagian orang memang sudah merdeka tetapi bagi rakyat kecil apakah mereka sudah merdeka dalam arti bebas utk belajar, sekolah dsb…….

  3. sehancur apapun negeri ini…

    tidak membuat luntur sedikitpun

    kebanggaan gua menjadi orang asli Indonesia

    terutama Sunda!!

    Indonesia anu aing!!! aing bangga hirup didieu!!(indonesia punya gw, gw bangga hidup disini)

    sori kalo oot

  4. Merdeka Indonesia!!!

    One Day, I hope Indonesia ga hanya merdeka dari penjajah luar. tapi juga penjajah dalam negeri (koruptor-koruptor bangzat)!!!!

  5. waduh baca buku yah, gue terus terang agak males tuh baca buku 🙂
    btw, cerita BMW nya bagus euy. Menyadarkan kita kalo ga semua warga negara bangsa ini peduli dgn nasib sesamanya

  6. nimbrung masalah nasionalisme…

    gw heran ma nak2 kaya jman skarang… klo dsuruh blajar en ngerjain tugas skolah.. duh susahnya minta ampun..

    sori bukanny nyindir, tp ini opini gw stelah ngelihat fakta yg ad d lpangan..

    klo ad skolah ngadain lomba mta pelajaran or hal2 ilmiah, bsa ditebak peminatny bisa dihitung ma jari jerapah.. duikiitt!!

    tp kl sekolah ngadain hal2 yg hedon or yg ngabisin duit, psti deh seabrek mpe gk muat tuh yg ikut.. bahkan nak2 skolah lain bs2 aj dateng.. (baca: rame peminat)

    sudah terbalikkah negeri ini??

    gw terharu kl mampir d sekolah pinggiran yg murid2ny berasal dr kalangan tak mampu tp semangat mereka tuk blajar gk kalah dg semangat BK mbacain proklamasiny.. meski dg keterbatasan sana sini, mereka sngt ingin bs pintar mbaca, brhitung, brpikir logika, dsb.

    sudah merasa??

    pekik merdeka!!,
    Fab Cavalino

  7. mmm emang gw akui ini buku yg punya banyak referensi bagus.

    sang penulis kayaknya either mo mamer wawasan, ato begitu idealisnya sampai begitu banyak pesan mo dimasukin ke dalam satu buku.

    terlalu banyak wawasan (yg sebgn besar doi ambil dari orang laen) yg ditawarkan. so in the end nothing spesial..

    eh setelah gw pikir2 ada si, bagian specialnya cumen bagian 5 cm nya itu. that’s a very good quote.

    terlalu menggurui, terlalu idealis.
    buku ini gak berhasil bikin gw jadi lebih nasionalis, gw ampe sekarang masi belon bisa menghubungkan ama the so called pengalaman mengesankan dgn cinta negri. apalagi ama si gendut (gw lupa namanya) yg urung pergi ke inggris gara2 naek gunung. *whoops spoiler*

    but buku ini berhasil bikin gw bergidik di bagian paling akhir (baca makanya) 😛

    but gw agree, its a good book to read kalo elo mau dapet banyak wawasan dalam waktu yg cukup singkat.

    read it.

Leave a Reply to Ruum Cancel reply