Jet’s HSEW I Report

Sabtu lalu, tepat pukul 21.40, Lex mendentingkan botol minuman sebagai tanda usainya workshop Hitman System yang pertama kalinya diadakan secara publik ini. Ketiga instruktur menghabiskan setidaknya full 7 jam mengajarkan semua paradigma dan tehnik menjadi seorang don juan modern.

Workshop eksklusif kepada Bow, seorang peserta yang awalnya berniat untuk mengejar satu wanita tertentu.

Mengejar satu cewe terlalu membosankan, belum lagi mahal dan melelahkan.

Anda mungkin tidak setuju.

Sama seperti Bow di awal pertemuan kami.

Dia terus bercerita tentang betapa dia selalu terbayang akan sang cewe pujaan.

Betapa dia sangat menginginkannya.

Betapa dia berani berjuang mati-matian untuk mendapatkan cintanya tersebut.

Betapa bla bla bla lainnya.

Apa yang dilakukan oleh para instruktur adalah membongkar betapa menyedihkan pemikiran-pemikiran di atas tersebut.

Mereka hanya bertanya, “Seandainya kita bisa mengkondisikan sang cewe-lah yang mengejar kita, rasanya jauh lebih menyenangkan, bukan?”

Jelas lebih menyenangkan.

Karena kita tidak hanya terpaku pada satu wanita saja. Karena bukan Anda yang berkonsentrasi untuk mendapatkan Anda.

Justru wanita itu (jamak!) yang berkonsentrasi untuk mendapatkan perhatianmu.

Itulah yang dipelajari oleh Bow malam itu. Transformasi paradigma. Dari Yang-Memburu, menjadi Yang-Diburu.

Para instruktur memang mengajarkan tehnik gemilang untuk mendapatkan nomor telepon dan membuka pembicaraan yang asyik dengan wanita. Tapi yang menjadi pusat Hitman System adalah bagaimana cara untuk menjadi pria yang diinginkan oleh banyak pria.
So, selesai juga 2 hari workshop pertama saya. It was crazy!
Awalnya saya merasa sangat sayang membuka semua terobosan paradigma dan tehnik yang kami namakan Hitman System ini. Saya merasa rahasia ini seharusnya tidak diberitahukan pada publik umum.

Tapi saat saya datang dan melihat peserta yang duduk di depan saya, saya teringat kalau dulu saya pernah berada di posisi yang sama.

Bedanya dahulu tidak ada yang mengajari saya, Lex dan Kei tentang semua hal ini.

Dulu, saya tidak bisa berkata apa-apa di depan perempuan yang saya sukai, dulu saya tidak bisa langsung berdiri dan menghampiri gadis-gadis yang duduk di depan meja saya, dulu saya hanya terdiam dan menyesal di malam harinya, tapi itu dulu.

Sekarang, saya bisa datang dan duduk di depan gadis-gadis tersebut dan pergi dengan nomor mereka di hp saya, sekarang mereka meminta-minta saya untuk terus duduk dan berbicara dengan mereka.

Dan saat saya berbicara dengan Kei dan Lex, saya tahu kalau banyak pria lain yang sangat membutuhkan terobosan ini.

Rahasia besar yang akan memampukan mereka agar tidak terus mengalami kesedihan dan penolakan yang sama setiap kali melihat perempuan yang disukainya.

Tapi di workshop kemarin, saya cukup kecewa. Saya menolak ajakan clubbing dari dua orang perempuan demi mengubah hidup 3 orang peserta, tapi hanya satu orang yang muncul di hari H.

Satu orang yang sangat luar biasa berani mengakui kelemahannya, satu orang yang sangat jantan dan bertekad untuk merubah hidupnya, satu orang yang benar-benar beruntung karena fokus intrukstrur hanya terarah pada
dirinya.

Kemanakah dua peserta yang lain? entah, yang pasti mereka bukanlah pria yang memegang kata-katanya sendiri, pria yang hanya dapat berbicara namun tidak melakukan apa-apa. Jangan meminta maaf pada kami, tapi minta maaf pada dirimu sendiri yang tidak jantan untuk menepati janji.

Ok let’s move on.

Salah satu alasan saya menulis ini adalah untuk memberikan applause buat Bleu yang telah dengan berani mengakui kelemahannya dan ingin merubah hidupnya dan setelah dua hari workshop…

Bleu yang sekarang bukan lagi Bleu yang sama yang saya temui di hari pertama..

Congrats man! Pintu sudah terbuka untukmu.

Actually, I want to write more, and share some secrets. But I’m pretty exhausted because of last nite’s adventure. Malam nanti saya diajak hangout di Hard Rock oleh seorang cewek baru; saya harus menolak lagi. But she can take me to the theatre tomorrow and she gonna pay for me karena telah menganggu waktu istirahat saya.

So see you soon.


One Response to Jet’s HSEW I Report

Leave a Reply