Alasan #2 Wanita Sulit Mendapatkan Pria Berkualitas

Banyak sekali wanita-wanita cantik, menarik, smart, dengan karir yang mapan, yang sepertinya bisa mendapatkan pria mana saja yang mereka inginkan, namun ternyata hingga usia mereka menyentuh 30-an, tetap saja single atau terus berganti-ganti pasangan. Mereka kesulitan menemukan pangeran berkuda putih yang akan meminang mereka dan hidup bahagia selamanya. Their fairy tales don’t seem to have happy endings.

Setelah membaca Alasan #1 Mengapa Wanita Sulit Mendapatkan Pria Berkualitas, apakah Anda jadi dapat melihat dengan semakin jelas fenomena seperti itu terjadi di sekitar Anda? Berapa banyak wanita yang Anda lihat mengalami hal tersebut?

Baru beberapa hari yang lalu saya ngobrol dengan seorang sahabat wanita dan dia mengeluh betapa susahnya menemukan pria berkualitas yang memenuhi kriteria yang diinginkannya. Linda adalah seorang wanita yang sangat menarik, sangat fashionable, sangat pintar, dan berprofesi sebagai Head Coordinator dari sebuah event organizer yang sudah cukup terkenal. Dia akan berulang tahun yang ke-30 bulan April nanti.

Saya bertanya padanya, seperti apa sih pria yang diinginkannya? Dan jawabannya, meski sudah dapat saya tebak, tetap saja membuat saya menahan tawa, dia bilang, “Gue mau cowok yang tinggi, sporty, atletis, mapan, mampu menghidupi keluarga, setia, pengertian, smart dan bisa berkomunikasi dengan baik, sensitif, romantis, dan suka dengan hal-hal yang gue suka.”

Dan saya merespon, “Loe nyadar gak, kalo loe sedang menggambarkan Michael Jordan?”

“Gak lahhh.. cowok seperti itu ada kok! Cuma memang susah aja dicari!”

Yah, mungkin memang ada, tapi Linda telah mencari pria seperti itu selama hampir 30 tahun dan hasilnya nol besar. Mungkin dia kurang usaha dalam mencari, atau mungkin memang pria seperti bayangannya tersebut hanya ada dalam film Hollywood saja.

Padahal, kalau saya perhatikan, pria-pria yang pernah menjadi pacarnya atau yang selalu mendekatinya cukup memiliki semua kriteria yang disebutkannya di atas, yah mungkin memang kurang 2 atau 3 poin lah. Tapi Linda hanya menginginkan pria yang sempurna, dia tidak mau yang kurang dari itu.

Dan saya jadi teringat cerita yang lain.

Nina, seorang hairstylist yang sukses berusia 26 tahun, imut, supel, dan memiliki segudang fans yang selalu mencoba mendapatkan hatinya, kira-kira 2 minggu yang lalu menangis berlinangan air mata di mobil saya sepulang makan malam bersama. Dia baru saja diputuskan oleh pacarnya. Mantan pacarnya adalah seorang pria bertubuh tinggi, ganteng, kaya raya dan sangat suka clubbing, bahkan Nina pun pertama kali berkenalan dengannya di tempat clubbing, kira-kira setengah tahun yang lalu.

Si pria meninggalkannya begitu saja, setelah Nina memberikan seluruh tubuh dan hatinya. Ia tidak berniat untuk melanjutkan hubungan lebih serius, karena tidak ingin kehilangan kebebasannya.

Di sela-sela tangisannya, saya bilang, “Yah memang bukan salah loe sih, tapi next time, kalo ketemu cowok diliat-liat dulu orangnya. Ketemunya aja di tempat clubbing.. harusnya dah tau dong bakal begini..”

“Gue pikir setelah sama gue, dia bisa berenti clubbing dan maen cewek. Gue pikir dia bisa berubah. Dia baik banget sama gue, Kei.. dia kasih semua yang gue mau, bahkan yang gak pernah gue minta. Dia malah pernah ajak gue ngeliat pabriknya di Malang..”, isak Nina.

Dan saya hanya bisa diam dan menunggunya sampai selesai menangis.

Kisah Linda dan Nina mungkin sepertinya tidak berhubungan, tapi apabila Anda menganalisa lebih jauh ada satu persamaan dari kisah mereka. Persamaan yang juga dimiliki oleh banyak kisah yang dialami oleh wanita-wanita di sekitar kita.

Their fairy tales don’t seem to have  happy endings, simply because life’s not a fairy tale. Dan itu adalah alasan #2 mengapa wanita sulit mendapatkan pria berkualitas.

Ekpektasi yang tidak realistis.

Akibat dongeng-dongeng tentang pangeran dan tuan putri yang jatuh cinta dan hidup bahagia happily ever after, yang didapat sejak kecil lewat film-film Walt Disney dan buku-buku yang dibacanya, sejak kecil wanita hidup dalam fantasi akan sebuah kisah percintaan yang romantis dengan pria yang sempurna.

Setelah remaja dan beranjak dewasa, dongeng-dongeng  serupa seolah-olah menjadi nyata karena disajikan dengan setting yang modern, urban dan situasi sehari-hari, lewat majalah-majalah wanita, novel-novel percintaan, dan film-film Hollywood seperti Sex and the City. Sewaktu kecil, setiap wanita bermimpi menjadi Cinderella, namun ketika dewasa mereka bermimpi menjadi Carrie Bradshaw dan ketiga sahabatnya.

Apalagi semenjak booming sinetron di stasiun-stasiun televisi lokal dalam 2 dekade belakangan ini, baik anak kecil maupun wanita dewasa menjadi begitu terbiasa dengan kisah percintaan yang tidak realistis.

Misalnya saja, kisah tentang pembantu yang dicintai oleh majikannya yang ganteng, kaya raya, dan baik hati namun dihadang oleh sang ibu yang licik dan jahat, setelah berlinang air mata dan penuh pengorbanan akhirnya mereka menikah dan hidup bahagia selamanya. Mirip sekali dengan dongeng-dongeng karangan H.C. Andersen, bedanya hanya terletak pada setting Jakarta modern, bukan Eropa jaman pertengahan.

Apalagi ditambah dengan mendengar kisah-kisah cinta yang sepertinya selalu terdengar sempurna dari teman-teman mereka, para wanita jadi ingin memiliki kisah seperti itu juga. Meskipun pada akhirnya toh teman-teman mereka juga tetap single dan tak kunjung menikah.

Leave a Reply

  1. banyak juga kok pria yg sulit dpt wanita yg berkualitas, biasanya pria otoriter, posesif, dan egois. Bedanya wanita yg jadi kekasihnya cenderung mengalah karena kalah posisi tawar (misalnya takut ditelantarkan, kurang cerdas, ngak mandiri, dll) sehingga terkesan ia cocok dng pasangannya.

    Contohnya :

    banyak tuh pria yg menuntut kesempurnaan dari wanita ; gak boleh nyetir, gak boleh kuliah, gak boleh kerja, dll. Tapi manakala pria mengalami musibah akibat kecerobohannya sendiri (misalnya kecelakaan krn ngebut), mereka minta dimaklumi krn ngak ada pria yg sempurna. Padahal menuntut wanita agar tdk nyetir, tdk kuliah, atau tdk kerja sama aja dng menuntut kesempurnaan.

  2. LOL,wait until they are 30 🙂

    Selain pengaruh media dan feminisme.. ini juga andil kita sebagai orangtua yang terlalu memanjakan anak perempuan kita seperti seorang putri raja, jadinya mereka memiliki “princess syndrome”.

    Princess syndrome ini sudah dimulai dari mereka balita, ABG sampai dewasa.

    Akhirnya nanti mereka akan jadi bitter 30 something woman yang akan menikah dengan sembarang pria yang mau, cerai, nikah lagi, cerai lagi, nikah lagi… terus di masa tua akhirnya mereka hidup single ditemani anjing dan kucingnya.

    Ini fakta di negara-negara maju, termasuk negara saya tinggal sekarang. Indonesia akan mengikuti ..

  3. cantik bukan hal yang utama, tapi biar laku tetep harus cantik!!! aq punya pengalaman,, aq putusin cwok q karena ternyata dy cm jadiin aq pelarian aja…

  4. Pingback: Senjata Terampuh Wanita Untuk Menaklukkan Pria – Part #1 « Kei Savourie – Think Again – Bicara Tentang Cinta, Dinamika Sosial dan Dunia Sekitar Kita

  5. yang engga kalah sulitnya yaitu mempertahankan cinta. Bahkan mungkin bro kei juga sama sulitnya. Iya ga? padahal manusia kan g ad yg sempurna. Ad kelebihan jg ad kekurangan. Klo ud ga tahan mah lsg putus atau cerai.yg ad qt d tuntut belajar saling mengerti,percaya,mengurangi ego masing2. Juga belajar mensyukuri ap yg qt punya.

  6. Pingback: Alasan #2 Wanita Sulit Mendapatkan Pria Berkualitas | CoupleDb

  7. Hi babe, me again…

    ya ya… cewek2 yg pada mimpi cowo kaya, tinggi, ganteng, etc…etc.. I HAD THAT GUY, GIRLS!!! yippie…yippiee
    (tolong diliat kata2 HAD)

    jangan MIMPI…. semua yg terlalu bagus…emangnya PATUT DICURIGAKAN… karena tidak ada COWO SEMPURNA

    yes, we can have our ideal guy sort-of image… but DON’T EVER EVER HANG ON TO IT AND EXPECT IT TO COME TRUE..it won’t

    in the end you’ll go crazy and LONELY…
    so..be true to yourself, to reality…. not all average looking guy have bad behavior, not all low-paying man is unworthy of your time getting to know them?!

    so… for all you ladies out there still thinking of that ONE PERFECT GUY still available…. think again…

    so babe, i guess now i’m out of the closet … no longer a dreamer, but a truly live life to the fullest eh? with the good and bad?

    thanks dearest for your help… mwah mwah
    ps: i’m a women, loving a man who’s perfect in my eyes (no, he’s not handsome, not rich, and no–he’s not perfect for anyone else but me)

  8. wah..byk bgt tanggapanny..beda2 lg..forum kayak gini lumayan juga ya buat ngeluarin uneg2..jd pgn crt juga..umur g skr 26..dan blm nikah..nyokap udh lumayan sering nanyain kpn nikah..cm g jwbny..insyaallah bu..secepatny didoain aj..

    g skr juga msh mencari org yg bs dijadiin imam…imam disini bkn kayak aa’ hadi gt ya..mungkin terlalu muluk klo g pgn kayak aa’ hadi..cm plg ngga..yg tau agama…jd ntar klo nikah..trus klo lg beda pendapat..ga langsung bilang..”y udh..qta cerai aj deh..” gt

    klo menurut g..artikel yg lo buat ad benerny..cm ga bs di-generalisasi semua wanita yg high standard quality kayak gt..tp kebanyakan..trus gmn ma ce yg biasa aj tp juga blm dapet pasangan ampe skr? derita lo gt ya hahaha..

    klo g pribadi..knp ampe skr blm nikah..ya jwban simple..blm nemu orgny..ya jadi g insyaallah selalu berusaha lapang dada menunggu giliran kpn Tuhan ksh g jodoh..walaupun gt g tetep searching kok..dan doa tentuny..

    pengalaman g..g pernah pacaran sm co, dy setaun lbh muda dr g,baik dlm arti kata harfiah..humoris,enak diajakin ngobrol..kerjaanny juga udh bgs..tdny g ma dy cm temenan aj..krn sering ngobrol..jalan bareng..lama2 dy jd ad perasaan ma g..g ny malah biasa aj..tetep nganggap temen..tp krn kt temen2 ce g..klo org kayak gt..ga blh disia2in..lo coba dl..siapa tau dy jodoh lo..ya udh..g coba jalanin pacaran ma dy…tp yg ad semakin g nyoba buat ad “feeling” ma dy..semakin g ngerasa biasa..dan ga ad chemistry ap2..nah,akhirny g blg ap adny ma dy..dan baikny dy..dy nerima scr terbuka dan ga ad rasa dendam ato kesel sm g..dy blg..dy sayang sm g..tp klo emang kyk gt kenyataanny y udh..g ga bs maksain perasaan lo..toh qta tetep bs jd temen..gt, stlh qta udh ga pacaran lg..biasany kan org2 sering ngomong..”qta bakal kehilangan tuh org..klo tuh org udh ga ad”..g pikir g bakal kayak gt..tp ternyata nggak..setelah jd temenan lg ma dy..malah g lbh fun..jd menurut hemat g..emang g ga ad chemistry ma dy..

    nah..setelah itu..g ktmu co lain..pertama biasa aj..trus lama2 enak juga ngobrol ma dy..yg akhirny..g ngerasa kok kayakny g
    “have crush on him”…secara tersirat g blg ma dy( knp g berani gt..krn ngeliat dr tingkahny..jg kayak pny feeling sm g)..cm krn dy trauma dr hubunganny dl (dy diselingkuhin ce ny,mereka pacaran udh lama)..dy cm nanggapin datar aj..dy pernah sekali wkt, g protes knp terkadang sikapny menyebalkan..dy blg gini ma g..”ya..g emang kayak gini..apa adny..jd terserah lo..take it or leave it”…g ngerasa tersinggung saat itu..cm g mikir..mungkin ini defense mechanism dy krn pernah disakitin ce..pd akhirny g ga pernah jadian ma dy..ampe skr..cm ga tau knp klo udh ngobrol ato sms ma dy..g selalu ngerasa nyaman dan ad semacam chemistry yg bkn g kesengsem sendiri…
    oh y..co yg g suka ini..orgny baik juga..cm dlm karir tdk terlalu bgs..temen2 g blg g ga cocok ma dy..krn dy ga good enough buat g…tp kenyataanny dibanding co g sblmny..g ngerasa yg ini pny chemsitry…

    jd..klo g pribadi..punya standar sendiri emang ga ad salahny..tp g lbh prefer sm yg namany “chemistry”..klo urusan utk co..yg bikin g nyaman saat ngabisin waktu ma dy..ga bkn lo cpt2 pgn balik kerumah..klo jln ma dy..

    ap itu juga termasuk picky ???

  9. in my opinion, the so-called ‘unrealistic expectations’ itu juga terbentuk dari unwritten rule of our society yg seakan2 menuntut kepada pasangan2 yg ada bahwa laki2 harus mempunyai ‘status lebih’ daripada perempuan (e.g. lebih tua, lebih tinggi, lebih pintar, lebih educated, lebih mapan, dll). sebenarnya ini ga hanya mempengaruhi wanita saja, tetapi juga pria dalam mencari pasangan wanita yg mempunyai kriteria sebaliknya (tidak lebih tua, tidak lebih tinggi, tidak lebih pintar, tidak lebih educated, tidak lebih mapan, dll). jadi tentunya semakin berkualitas si cewe semakin susah pula dia untuk mendapatkan cowo yg lebih berkualitas..?

    sebagai contoh, sering saya dikasi tau: “udah jangan sekolah tinggi2 ntar susah dapet cowo lho” atau “udah jangan suka pake heels ntar cowo2 pada minder lho kalo kamunya ketinggian” dan masih banyak lagi pesan2 lain sejenis yg saya terima. whoaa.. impresi saya, terkadang cowo2 juga egonya tinggi dan tidak mau kalah kepada cewe. jadi bukan hanya karena cewe2 yg expecationnya berlebihan saja.. 🙂

  10. kebanyakan cewek cantik seh seperti itu emang.seperti film kartun walt disney dimana seorang putri cantik menunggu pangeran yg akan membangunkannya dari tidur dalam istana yg di jaga oleh naga raksasa. 😛

  11. Pingback: 3 Mitos Tentang Logika dan Emosi « 27 adalah dua tujuh

  12. ah, masa sampe segitunya sih kei ?

    masih banyak kok cewek2 berkualitas yang “nggak” pemilih,
    meskipun sering nonton cinderella..

    lagipula kalo pengen menyelamatkan cewek2 seperti itu,
    kenapa gak bikin hitwoman system sekalian aja..
    dulu sekali ngadain workshop cewek langsung ngambeg.. fiuhh..

    but, nice article bro

  13. Ekspektasi yang realistis..

    itu poin yg paling gw tangkep Kei..

    imho bisa digunakan utk mengimbangi kadar dr Impian / idealisme yg kita miliki..

    Btw.. Kei.. Loe Suka karakter Sailor Moon apa? Gw Suka Ami Mizuno.. Sailor Merkuri.. Hohoho..

  14. ya ko..benar sekali..

    setelah membaca di alinea:
    “Mereka menginginkan sebuah hubungan yang selalu indah, mulus dan tanpa masalah. Begitu masalah datang, perasaan cinta mereka mulai …”

    jadi teringat kasus ditmpt gua–again!–hwhwhw…

    hm..
    pada tahap hubungan,kalo dikota saya nih,biasanya mereka biasa hidup dng topeng kebahagiaan didepan,tetapi keterpaksaan didalam batin,dan rumah tangga hancur lebur dalam 3-5 tahun.Mereka jadi bedaaaa banget waktu pacaran dan udah merrid…

    kalo dijkt ce2 high class bisa gonta ganti dng gampangnya,tp kalo disini mereka cenderung “tidak bisa terlalu bebas”dikarenakan masih ada saja control sosial dikota kami yg ketat dan tabu untuk dibahas..misalnya mereka dapet 1 pria kaya dan mapan?..ya udah , merrid dehh(karena takut kelihatan sebagai wanita nakal),ngga terlalu separah jkt yg gonta gantinya secara gamblang,meski memang akan ke arah sana kelak……

    Dan seperti kata lex dulu sama gua di blognya dimana kota kecil cendrung mencontoh kehidupan di kota2 besar,trend wanita karir makin merambah di palembang sini.Mereka jadi hidup dalam keinginan yg lebay banget,dan mencari pria2 sempurna.

    Lalu “sindrom kota besar” sepertinya akan masuk ke dalam otak teman2 wanita saya ini dan sepertinya menjadikan cewek2 dikota saya seperti cewek yang “baru melek”.Semua mulai pelan2 tp pasti lebih ke arah karir (lingkungan saya beragam,mulai dari chinese high end,sampe tukang bangunan)..Mereka jadi sok tau,pemimpi dan sok melow soal romansa,tp kenyataannya?sama aja dng ce2 biasa…MEREKA TIDAK MAU MENGAKUI KEKURANGAN MEREKA sendiri dan CUMA MENCARI PRIA SUPER! huh….mereka pun bilang: “ahh soal romansa kok begitu repot amat..males bacanya..panjang banget”

    ya saya akan tetap sebarkan ini artikel ,semoga makin menelanjangin para wanita2 yg hidup dalam keegoisan :)..toh merekalah yg rugi,dan merasa lonley,co masih ok2 aja,tp kalo ce udah tua?..layuuu+tdk laku..hahah..

  15. Mungkin trial n error kata yg cocok buat gw. Anggap saja kata match itu sebagai ice cream namun ice cream itu sendiri ada berbagai rasa. Mau rasa vanila, choc, straw. Terkadang yg jadi permasalahannya manusia ga pernah puas. Terlalu byk pikiran “seandainya”

  16. walah artikel menarik banget! Berarti gue orang yang beruntung ya….diusia 30 dah punya anak 3th..punya penghasilan tetap dan suami yang baik (menurutku sih). Suamiku yang dulu manager perusahaan konstruksi..mau resign tanpa syarat dan pulang nemeni aku. ketika aku meniti karir dia dengan suka rela mensupport serta mau mengasuh anak kami…..dan meski dewasa umurnya 3tahun lebih muda dari aku(tetep suka yang muda)…….

  17. wah repot kalo punya cewek seperti contoh diatas yang ga bisa nerima pasangan apa adanya, pdahal kita tahu semua itu ga menjamin kebahagiaan sapa tau ntar malah cerai ditengah jalan. Kalo udah ketemu cewek kyk gini mending kelaut aje…tu orang apa ga punya batas toleransi ya akan suatu hal, pada hal Tuhan menciptakan manusai dengan sifat yang tidak sempurna

  18. oke mas artikelnya, tidak hanya wanita yang sukses saja, tapi juga banyak dari kelompok wanita biasa yang sama jalan pikirannya. seperti yang anda gambarkan dalam dongeng2 masa lalu, mungkin kata sukses yang dibangun sejak kecil yang berkonotasikan kekayaan, harta, ditambah dengan dongeng2 masa lalu. makanya banyak korupsi untuk memenuhi tuntutannya tersebut.

  19. Gak tau berapa kali mesti setuju ma artikel lu Kei???hehe..

    Always nice your post, bro.

    Jadi inget pengalaman temen cewek gue beberapa bulan lalu. Meski dia masih kuliah, tapi gaya-gayanya mirip banget sama apa yang lu tulis, Kei. Ne cewek udah kurang menarik, gendut lagi. Terus gampang banget jatuh cinta, hanya kenal kurang dua minggu udah “jadian” ma cowok cakep, yang dia kenal di FB lagi!

    Ck..ck..ck..

    Lucunya, kurang dari sebulan udah putus. Gue jadi sadar satu hal waktu baca artikel lu Kei dan mengaitkannya dengan pengalaman teman gue ini, dia udah kena racun Romance Fairy Tales.

    Kasian banget.

  20. ini seh nga ada hubungannya sama cerita 2 cewek tadi…

    MONYET DI PUCUK POHON KELAPA
    Sahabat, ada cerita seekor monyet sedang nangkring di pucuk pohon kelapa. Dia nggak sadar lagi diintip sama tiga angin gede.
    Angin Topan, Tornado sama Bahorok. Tiga angin itu rupanya pada ngomongin, siapa yang bisa paling cepet jatuhin si monyet dari pohon kelapa.
    Angin Topan bilang, dia cuma perlu waktu 45 detik.
    Angin Tornado nggak mau kalah, 30 detik.
    Angin Bahorok senyum ngeledek, 15 detik juga jatuh tuh monyet.
    Akhirnya satu persatu ketiga angin itu maju. Angin TOPAN duluan, dia tiup sekenceng-kencengnya, Wuuusss…
    Merasa ada angin gede datang, si monyet langsung megang batang pohon kelapa. Dia pegang sekuat-kuatmya. Beberapa menit lewat, nggak jatuh-jatuh tuh monyet. Angin Topan pun nyerah.
    Giliran Angin TORNADO. Wuuusss… Wuuusss… Dia tiup sekenceng-kencengny a. Ngga jatuh juga tuh monyet. Angin Tornado nyerah.
    Terakhir, Angin BAHOROK. Lebih kenceng lagi dia tiup. Wuuuss… Wuuuss… Wuuuss… Si monyet malah makin kenceng pegangannya. Nggak jatuh-jatuh. Ketiga angin gede itu akhirnya ngakuin, si monyet memang jagoan. Tangguh. Daya tahannya luar biasa.
    Ngga lama, datang angin Sepoi-Sepoi. Dia bilang mau ikutan jatuhin si monyet. Diketawain sama tiga angin itu. Yang gede aja nggak bisa, apalagi yang kecil.
    Nggak banyak omong, Angin SEPOI-SEPOI langsung niup ubun-ubun si monyet. Psssss… Enak banget. Adem… Seger… Riyep-riyep matanya si monyet. Nggak lama ketiduran dia. Lepas pegangannya. Jatuh deh tuh si monyet.
    Sahabat, dari Kisah diatas hikmah yang bisa kita ambil adalah: Boleh jadi ketika kita Diuji dengan KESUSAHAN… Dicoba dengan Penderitaan…
    Didera Malapetaka.. .
    Kita kuat bahkan lebih kuat dari sebelumnya.. .Tapi jika kita diuji dengan..
    KENIKMATAN.. .
    KESENANGAN.. .
    KELIMPAHAN.. .
    jangan sampai kita terlena… Kita mesti tetap hati-hati..

  21. pas gw liat artikel nya gw terbakar , karena bagi cewek seperti itu yang menginginkan kesempurnaan sesungguhnya adalah wanita yang rapuh yang mudah menyerah

  22. It`s a stereotype that women who are intelligent, beautiful and have a successful career are unrealistic and picky when it comes to their partner of choice.

    It`s a SIMPLE THING: you just haven’t found THE ONE yet~ It`s not about picking and picking… everyone has a different path. Embrace it instead of conforming to REALISTIC expectations. Note the IRONY is “REALISTIC EXPECTATIONS”. These two do not go hand in hand.

    And… As a woman, I would like to give my 2 cents worth on what ANY woman wants.

    TALL: Physical attribute, ability to protect, run faster to shield from harm, ward off any potential danger/men.
    INTELLIGENT: Brains matter, mental stimulation.
    SPORTY: A healthy man for a good sex life. A fat sluggish man? NO. Sporty men are also better prepared to cope with stress, unexpected situations and get their hormones pumping.
    ABILITY TO PROVIDE: Financial stability to provide for necessities. A respectful job and career, works both ways in this day and age.
    ARTICULATE: Being in touch with emotions and ability to express oneself to prevent misunderstandings.
    HUMBLE and DOWN TO EARTH: Empathy for others, because we live in a hard world.
    CONFIDENT: How else will he deal with a beautiful, attractive partner?!
    LOVING: Because.. hey… its LOVE we`re talking about.

    I will not list “romantic” as that is highly subjective. Neither will I list nice nose, nice eyes, nice smile… because THAT`S being “cinderella”. I do not think women are looking for a man who will like what they like… but its more like a MUTUAL INTEREST in each others’ passion.

    That said… Some people like myself.. Still believe that there is a right one out there. Love is hardwork, of course it is because nothing in life is easy. Would I settle for a man who has all the attributes except that he is short? Maybe I will. There is no hard and fast rule in love, its just trial and error. I guess like everything else.. We all have our own personal checklist which we keep very private. Oh yes, I forgot to add, I like a man who can make me laugh, one who appreciates the words in poetry, who likes watching arthouse films… who gets why I need to have my hot chocolate really, really hot. The list goes on doesn’t it?

    I almost got married, with a man who has most of the attributes and who will make an excellent husband. Except that.. he did not know why I love the words in poetry, why I cry when I read books and he just hates eating fish while I love them. Something just did not feel quite right. I chose not to settle down to being realistic. I really need a man who will like fish. Funny isn’t it? I decided to pick again. Yes, I`m tired of picking sometimes.. but, I have one life, one chance at finding the love of my life, and just ONE go at marriage.

    I`ll pick. Keep picking. Because I still believe someone out there is also picking and looking, for me. Very hollywood? But as they say “Art imitates life”.

    Cheers to Love!

  23. aku udh beberapa kali ganti pacar tapi emang gag ada yang sesuai kriteria, ujung2nya gag pernah bertahan lama terus ditinggal mati.. T.T

  24. blaarrrrr!!!

    ini cewek-cewek mesti baca tulisan ini nih!!

    gue jadi inget film The Ugly Truth baca tulisan yang satu ini, Kei Jadi Mike Chadway-nya trus tuh cewek-cewek linglung jadi para feminist pemimpi yang disadarkan sama Kei..

    beuh..

    mesti sampe masuk tivi nih pemikiran kayak gini!

  25. Woww dalem banget nih artikel, analisis yag sangat tajam Kei…para wanita kudu bin wajib baca nih blog biar mereka merasa “tersentil” abis baca blog keren ini.

  26. Salam kenal bro, artikel nya top, analisisnya kena banget, semakin mapan wanitanya semakin tinggi kriteria yg dy mau&semakin sulit mendapatkan pasangan, hayo saya jadi kaget ketika saya di golongkan kedalam pria biasa(desain grafis), hehe

  27. Seperti kata Jalaluddin Rumi; umumnya kita masih terpaku pada bentuk dan belum menyadari makna. sebetulnya jika kita bijak ambillah mutiara dari cangkangnya..

  28. Btw, Tuhan itu baik, jika kita mengejar pria karena uangnya yang utama, maka kita hanya akan diberi uangnya, jangan terlalu berharap kesetiaannya. Kalau kita mengejar pria karena kesetiaannya maka kita akan mendapatkan kesetiaannya. Orang-orang yang mencari orang sempurna sebenarnya hanya mencintai dirinya sendiri, karena mereka tidak menyadari mereka tidak sempurna. Misal ada temen gue yang diputusin ceweknya yang cantik katanya karena selingkuh, gue bilang aja, loe milih dia karena cantiknya, maka loe hanya akan dapat cantiknya jangan berharap kesetiaannya. Kamu layak dapat sakit hati yang kamu alami sekarang :D. Kejam ya gue :D. Atau teman yang nangis2x dipoligami, tapi gue saranin cerai gak mau karena khawatir tidak dapat uang suaminya, gue bilang aja, loe emang layak dipoligami :D. Ini kan tentang apa yang kita cari dalam hidup, dan apa yang kita dapat sesuai dengan perlakuan kita ke orang :D.

  29. gue punya temen cw dulu di Untar sampe sekarang masih menjomblo padahal umurnya udah 30,padahal face-nya OK & fotogenik tapi rada gemuk (tangannya kae talas Bogor).sedikit lagi dia niatin buat diet & dia bakalan jadi MODEL oriental yg super HOT…sayang susah dapet cowo karena merasa minder dengan keadannya ditambah nyari cowo yg bisa nerima keadaan dia apa adanya.Pernah gw test,(sebut aj namanua TM).TM..Lu masih ngejomblo,dr pada kelamaan mending jadi sm gw aj. kan lu udah kenal gw lama ini, yuk “jadian”.bukannya malah positif ngerespon, malah belagu, pasalnya dia pengen ngalamin”di kejar2x” dulu sebelum kita jadian, ngerasain jual mahal sm gw,ato diemin sms gw,sumthin like that lah,intinya mo dibikin sulit dulu.What the expectation?? Dia ga nyadar udah 30 & males diet,tapi masih ngarep di kejar2x dulu,padahal bisa di bilang butuh sama butuh. heran sekalian kesian juga sih karena dia gaq realistis…dia aja gak HOT apa lagi Cw HOT yang maunya sesempurna Dia(menurutnya)…SUSAH CUY..

  30. wow… that’s so real bro!,
    kebetulan ada beberapa wanita yang cukup dekat denganku dan ketika kupancing kearah dongeng seperti itu, ujung-ujungnya mereka curhat tentang romansa yang mereka inginkan.. dan memang seperti itulah kenyataannya.

    mereka terlalu mengharapkan sosok pria sempurna, terkadang aku hanya tersenyum mendengar curhatan mereka, and kenapa mereka aku biarkan curhat (dukun curhat), alasannya simple.. mereka bukan range target ku.. so curhatlah.. aku akan dengan bijak mendengarkannya.. hahahaha

  31. Nice Blog Post Mr. Kei. Rasanya artikel ini akan semakin banyak membuka mata wanita Indonesia. Menurut pengalaman pribadi aku, fakta-fakta yang ada di lapangan sudah banyak sekali yang sesuai dengan tulisan ini.. 😉

  32. Pingback: Alasan #1 Wanita Sulit Mendapatkan Pria Berkualitas « Kei Savourie – Think Again – Bicara Tentang Cinta, Dinamika Sosial dan Dunia Sekitar Kita