Berbagi (tentang) luka dan move on

Dear friends and lovers,

Mengapa move on itu sulit?

Karena saat hati terluka, pikiran jadi buta tidak tahu harus melangkah ke mana. Jangankan melihat ke depan, berpikir apa yang harus dilakukan detik ini, menit ini, jam ini pun rasanya sulit. Sahabat boleh memberi saran ini-itu, tapi semuanya hanya enak saat didengar dan kembali tidak membantu apa-apa saat kamu sedang sendirian. Itu sebabnya kebanyakan orang menganggap move on adalah berusaha untuk melupakan. Sayang sekali, realitanya adalah semakin kamu berusaha melupakan, semakin kamu tenggelam dalam kelam.

Itu adalah kalimat-kalimat pertama dari buku baru yang sedang saya tulis. Setelah enam hari mengerjakan mengerjakan drafting konsep struktur buku, kini saya mulai menuliskan isinya. Buku ini akan membahas tentang cara mengelola dan menyembuhkan luka-luka hati akibat hubungan cinta. Saya pribadi ingin menjadikan ini semacam kitab suci untuk moving on dari segala macam rasa siksaan batin, trauma, sakit hati, kekecewaan, dan bala derita emosional lainnya yang membuat kamu sulit melanjutkan hidup dan menikmati hubungan cinta berikutnya.

Supaya buku ini semakin relevan menjawab kebutuhan banyak orang, saya perlu kamu. Yep, kamu sangat berperan penting dalam penulisan buku ini. Bahkan kalau mau dibilang buku ini sepenuhnya akan bercerita tentang kamu serta ribuan orang lainnya yang sedang dan sudah menjalani proses move on. Saya sudah memiliki banyak pengalaman dari sesi-sesi konseling pribadi, tapi saya ingin mengumpulkan beragam lainnya agar buku ini benar-benar bisa jadi ‘bible’ yang menjawab pertanyaan semua orang.

Bagaimana cara kamu bisa terlibat?

Simpel kok: download form ini dan tuliskan pengalaman kamu saat merasa terluka dan berusaha move on. Ceritakan apa yang kamu rasakan, bagaimana itu mempengaruhi hari-harimu, apa saja kegilaan yang pernah kamu lakukan, mengapa kamu sulit untuk melepaskan, kapan kamu merasa naik-turun tidak tahu arah, siapa yang mendukung dan siapa yang mengganggu move on kamu, apa yang kamu sadari dan pelajari, dsb.

Kamu merasa belum move on? Tidak apa-apa, kirimkan saja ceritamu sebagaimana adanya tanpa perlu ada solusi. Ceritakan apa yang terjadi, apa yang sudah kamu coba lakukan, dan kegagalan dan kesulitanmu. Kamu sudah move on? Lengkapi cerita itu tentang bagaimana kamu melakukannya. Kamu tidak perlu menulis dengan indah. Tulis saja apa adanya, tumpahkan perasaan dan pengalaman kamu tanpa memusingkan struktur kalimat, cara penulisan, tanda baca, dsb. Berceritalah rasanya dan keadaannya, bukannya sibuk berkhotbah memberi kata-kata bijak.

Seberapa panjang tulisannya? Terserah kamu. Bisa sependek satu paragraf, bisa juga sepanjang tiga halaman. Kamu bisa menulis dengan pilu, menulis dengan berfilosofis, menulis dengan tertawa-tawa, semuanya terserah kamu. Kamu bahkan boleh menuliskan lebih dari satu cerita. Move on itu melangkah maju dengan bebas.. so menulislah sebebas-bebasnya.

Jadi silakan pakai form Pengalaman Move On ini, isi sepuas hati, kirimkan kembali ke lex(at)hitmansystem.com. Kalaupun tulisan kamu tidak terpilih dipublikasikan, kamu tetap bisa menyebarkannya dalam blog pribadi, Facebook notes, dsb. Intinya tulisan kamu akan tetap bisa dibaca dan menginspirasi banyak orang.

Dalam bukunya, Writing As A Way Of Healing, Louise Desalvo mengutip puluhan fakta saintifik bahwa menulis pengalaman buruk bisa memulihkan keremukan luka hati, menyembuhkan luka-luka fisik, bahkan meningkatkan kekebalan dan kesehatan tubuh. “When we tell our stories and describe our feelings and integrate them into our sense of self, we no longer must actively work at inhibition. This alleviates the stress of holding back our stories and repressing or hiding our emotions, and so our health improves,” katanya.

Kamu tahu persis bagaimana rasanya ketika meringkuk terluka sendirian di gua gelap itu. Jadi kamu juga tahu persis betapa berharganya jika tahu ternyata ada orang lain yang bisa memahami perasaan itu. Sebagaimana akan dijelaskan dalam buku saya nanti, menuliskan pengalaman saat moving on juga jadi langkah penting untuk membantumu 100% move on. Jadi tulisan kamu itu akan jadi salah satu hal paling mulia (bagi orang lain) dan berharga (bagi diri sendiri) yang bisa kamu banggakan seumur hidup nanti. Menulislah, sobat, karena itu termasuk melangkah..

Di bawah ini adalah bocoran sebagian konsep dalam buku saya tentang move on nanti. Jika mau mau menulis pengalaman kamu tentang move on, maka itu masuk ke dalam kategori REF yang akan saya jelaskan di bukunya. Jadi lakukan saja, kamu akan bisa mengerti betapa bergunanya nanti.

Tidak ada batas waktu pengiriman cerita, so selamat menulis.. kalau kamu malas pakai form itu, kamu juga boleh langsung menulis di kolom komentar. Dan silakan juga tulis berbagai pertanyaan di kepala kamu saat patah hati dan move on di kolom komentar di bawah ini; sekedar komentar dan berbagi tips juga boleh kok. Nanti semuanya akan saya jawab dengan memuaskan deh. :)

Yuk move on!

Salam revolusi,

Lex dePraxis
 Twitter  Facebook

 

Leave a Reply

  1. Hallo, gue rizky dari cimahi
    .kenapa ya setiap gue jadian sama cewek pas hari ke dua atau ke tiga gue langsung males hubungin dia, lebih tepat nya males ngurusin nya,gue seperti gada waktu,padahal waktu gue lumayan bnyak,tapi kalu di ingat2 dulu saat pdkt gue pengen bnget sama dia.. hampir semua cewek yg mutusin gue alasan sama, yaitu kuper, kurang perhatian katanya.

  2. Saya sudah mncoba move on dan mncoba mmbuka haati untk cwok yg mnrutq baik dan bs mngrti saya,tapi si sisi lain saya trbebani dgn kdaanq yg skrg hamil hsil hbngn dgn mnatanq itu yg mmbuat saya bngung harus mknjutkan hbngnq dgn pcrq,saya sudah jjur dgn kdaanq kpda pcrku tp dia seolh mmberi saya hrapan bhwa dia yg akan nrtnggung jwb,tp mantanq jg siap brtnggung jawab,saya tambah dilema hrus hdup brsma siapa nanatix???

  3. Gue mahasiswa smester 2 kenal dya bulan maret 2014 …itu pun lewat hp.entah dari mana dya dapet no gue…
    Semuanya berjalan indah sangat indah meskipun dya sgt cuek
    Aku menerima cintanya …setiap malem kuhabiskan untul telponan …sampei suatu hari aku harus praktek di rumah sakit dan otomatis sangat sibuk karna dya juga ketua BEM di Unitri malang …
    Hampir setiap hari berantem hanya karna masalah kecil ..
    Aku memang gadis yg cemburuan , suka rewel tpi aku syg bget sama dyaa ..
    Sangat kontras dg dya yg cuek dan nyebelin
    Selama pacaran kita cuma jalan 2 kali …tp itu pun yg terakhir rame2 …
    Hingga tiba tgl 26 juli aku marah2 karna dya gg hubungi aku dan disini lah kesalanku aku mutsin dyaa …lalu kami tidak pernah berhubungan sebulan lebih dan ternyata dya sudah anggap hub kita putus sungguhan padahal aku tidak sungguh2 mengucapkannya …
    Dan aku harua terima alasannya untuk fokis ke S2 Nya …dyaa memang hebat ber acting padahal salahku tidak seberpa
    Dan saya akan berusaha move on dari dya

  4. Gue ari 25 tahun. Gue merasa belum move on. gue ingin menceritakan pengalaman rasa sakit hati yang amat sangat menyakitkan menurut gue.

    Delapan bulan yang lalu gue di putusin sama mantan, padahal udah pacaran selama emapat tahun lebih. Gue bener-bener sakit hati banget,bahkan rasa sakit itu pun masih terasa ketika inget cara doi mutusin gue.

    cara doi mutusin gue peropesional banget dia bisa bertahan selama empat tahun buat nyakitin gue pelan-pelan, terus nusuk gue dari belakang. Mungkin ini yang disebut balas dendam.

    Ya..gue sama doi emang pernah putus waktu sma, trus balikan lagi waktu kuliah. Dulu gue emang kejam sama doi gue putusin doi di depan pacar baru gue.

    Tp kalo boleh membela diri. Sebenernya gue jg gak terlalu kejam. Karna waktu momen itu di hadapan doi dan pacar baru gue. Gue pilih putusin semuanya tp sedikit kasih sinyal bahwa gue lebih milih doi. Sayangnya doi gak yambung. Pada akhirnya gue memilih pacar baru gue karna ancaman bunuh diri dari pacar baru gue. Dan sekali lagi sayangnya doi gak tau moment itu dan gak cepet pergi di tempat eksekusi waktu gue putusin doi. Mungkin itu motivasi doi untuk balas dendam ke gue sekarang ini.

    Setelah masuk kulaih gue balikan lagi sama doi. Gue satu kampus sama doi. Berkat dukungan dari gue juga. Doi dua kali nggak ketrima di salah satu PTN dan doi tau kalo gue ada di PTS deket bakal kampus doi. Karena pasca putus dari gue, doi masih kumunikasi sama ibu gue.

    Doi emang pinter banget ngambil hati orang tua gue. Sikap baik hati dan sopan santunya doi sama orang tua gue adek gue. Dan semua keluarga gue membuat keluarga gue jatuh hati sama doi, gak jarang orang tua gue belain doi dari gue.

    Gue gak pernah terang-terangan ngajak doi buat balikan. Walaupun gue udah ada niat. Karna waktu itu doi udah punya pacar lagi tp gak tau kenapa doi lebih memilih gue katanya sih doi gak bisa bohongi perasaanya kalo masih cinta sama gue.

    Gue menjalin hubungan sama doi tanpa ada kata jadian atau balikan, Semua mengalir apa adanya. Walaupun gue harus kehilangan satu teman, karna gue marahi. Gara-gara doi gak sabar minta di jeput. Padahal waktu itu kendaraan gue masih lagi di pake temen gue yang gue marahin itu.

    Didalam perjalan hubungan cinta doi sma gue. Menurut gue emang berat banget…di setiap tahun selalu ada wanita yang coba deketin gue. Mungkin menurut doi gue selingkuh. Tp kalo saja doi percaya. Gue jg bisa setia. Momen yang bisa membuktikan kesetian gue adalah waktu ada mantan gue yang ngajak “gituan” sama gue, Tapi gue tolak mentah2 demi doi. Kalo boleh di bandingin. lebih cantik mantan gue dari pada doi.

    Di tahun berikutnya gue sempet naksir sama sahabat gue. Ini bener2 ujian kesetian gue lagi. Doi waktu itu bener2 nyebelin sedangkan sabahabat gue nyenengin. Tp gue tetap pilih doi gue rela pindah kelas tinggalin sahabat dan temen2 gue demi doi, juga biar doi gak tuduh2 gue selingkuh terus.

    demi doi gue kehilangan banyak teman dan sahabat. Sayangnya doi gak tau dan gak mau tau soal itu.

    Diakhiri semester gue emang selingkuh. Karna gue udah muak sama doi di tuduh-tuduh gue selingkuh. Gue sempet ngajak putus waktu itu tp doi gak mau. Akhirnya gue tinggalin selengkuhan gue lagi2 demi doi.

    Gue pernah berpesan sama doi gue emang brengsek. Tp gue berjaji suatu saat gue bakal sepenuhnya buat doi.

    Gue sering dikatain pelit sama doi. Mungkin hal yang gak bisa di lupain sama doi ketika gue gak jadi beliin parfum sama spatu. waktu itu di pikiran gue uang yang gue pake masih minta orang tua. Sedagkan gue belum bisa kasih apa2 ke orang tua.

    Tapi lihatlah setelah ku kerja dapet penghasilan sendiri. Semua yang doi minta hampir bisa gue penuhin. Dan lagi-lagi doi gak mikir soal ini.

    Gue gak nyangka doi bakal mutisin gue. Padahal seminggu sebelum putus gue sama doi sempet “gituan” itu pukulan berat buat gue. Doi bener2 melupakan impian gue sama doi. Pernikahan nanti dengan adat apa, rumah nanti dimana. Anak kita nanti berapa.
    Astagfirullahadzim. . .berarti berhubungan sama gue karna nafsu. Loe gak ingat cinta yang pernah kita bicarakan.

    Gue udah yakin buat nikahin doi. Sayangnya gue belum ada modal buat biayanya. Tp sayang niat baik gue malah di tinggalin doi gue diputusin gitu aja tanpan alasan yang jelas. Berkai-kali gue minta penjelasan dari doi. Tp alasan doi selalu berubah-ubah.

    Itu yang membuat gue sangat sakit hati dan hampir kena ganguan jiwa “psikosomatis” kalo boleh milih lebih baik di putusin denagn cara di selingkuhin karna itu lebih jelas dan manusiawi dari pada di tinggalin gitu aja tanapa alasan yang jelas.
    Karena ketika di selingkuhi otak akan memberi alasan logis kenapa bisa di putusin. Mungkin lo tidak lebih baik dari dia. Sedangkan jika di tinggalin giut aja. Ibarat orang yang mati karna tabrak lari. Masih penasaran dengan kematiannya.

    Cara gue buat move on berat banget. Sejatinya seteh putus cinta memang butuh pelarian bullshit kalo gak butuh pelarian. Tergantung loe mau cara yg gimana. Kalo cara gue. gue gak langsung cari gebetan atau pacar lagi. Karna gue tau gue sedang pelarian. Yang gue takutin bukanya nyelesehin masalah malah tambah masalah. Kasiankan orang yang jadi pelarian loe. Jadi budak nafsu lo doang.

    Gue memilih pelarian sama cewe-cewe matre yang di otaknya cuma duit. Gue sih santai aja di porotin yang penting gue dapet kepuasan dari cewe matre itu.
    Tp ada satu cewe matre yang menarik perharian gue parasnya canti bicaranya apa adanya, gue sampe lupa kalo dia cewe matre gue kena tipu. Belum gue puas-puasin Gajian gue selama satu bulan ludes dalam sehari di bawa kabur. Brengsek…

    Gue syok dengan kejadian itu. Tuhan memang maha adil disaat ada penderitaan pasti ada kebahagiaan. Tanpa di cari tanpa di kejar2 tiba2 ada temen sma gue yang tiba2 deketin gue. Padahal udah lama banget kami gak komunikasi. Di yang naksir gue. Seneng banget rasanya saat sama dia gue bener usah siap menjalin hubungan baru tanpa emebel pelarian. Karna pelarian gue udah sedit puas dengan cewe matre.

    Walaupun hubungan kami hanya sampe tiga bulan. Ya gue di putusin lg. karna dia balikan sama mantanya. Jujur gue gak merasa sakit hati yg berlarut2. Mungkin karna sudah terlatih sakit hati. Dan aku percaya dari huhungan sepert itu ku lebih berpengalaman karna mendapat pelajaran.

    Dan perasaaku ternyata salah.
    AKU SUDAH MOVE ON………aku udah gak peduli lagi nanti doi sama siapa. Lebih gantengke. lebih tajirke lebih berwibawake. Lebih baikke. Karena Kebahagiaan tidak di ukur dari semua itu tp di ukur dari bersyukur dan ikhlas menerima.

    Gue bersyukur bisa di putus doi. Gwe bisa mengenali sosok perempuan dari pada yang gue kira.
    Gue sudah ikhlas di putus doi. Gak ada lagi dendam kusumat gue buat doi.

    Dan aku bahagia. trimaksih atas kebaikannya tanpamu gue gak balak ngrasa sebaikn ini

  5. Gmna cra@ kta move,,sdangkan org yg ingin kta lpakan msh cz2 kta tiap re…
    Bingung,,kdang2 rsa itu hdir dngan sndri@ saat prhatian dia kek dlu ge…
    tlg sran@..
    thank..

  6. gw putus dari mantan gw hampir 4 tahun yang lalu, karena dy mutusin gw dan balikan lagi sama mantannya. dan 2 tahun terakhir ini gw punya pacar tapi gw gak bisa move on dari mantan gw.

  7. Gimana caranya move on dari orang yang udah tau perasaan kita ? Dan orang itu kita liat tiap hari,,Padahal kita masih sayang banget sama dia,tapi dia orangnya cuek. Pengen temenan aja sama dia tapi sikapnya dia kok dingin banget.. Bantuin donk

  8. Hai Lex,

    Gue cewe, 25 thn. Di umur gue yg ke 24 gue mutusin mutasi kerja dari kota kelahiran dan tempat tinggal gue, medan, ke kota kecil di jawa timur, gresik.

    Alasan gue awal nya sih embel2 mencari peluang karir. Walao sebenarnya dalam hati ada seorang cowo yg gue sempat ada feeling saat dinas disini.

    Awal gue datang terdengar issue tidak mengenakan soal cowo itu dan seorang cewe yg dikenal orang “play”. OK. Saat itu gue bisa move on. Dengan ember2 gue bukan sapa2 cowo itu. Lalu mulai lah gue dengan rutinitas kerja yg bertemu cowo itu setiap hari.

    Hingga cewe ‘play’ itu resign. Saya mulai dekat dengan cowo itu. Sangking dekat banyak yg mengira ada hubungan selain pertemanan dalam kami. Gue frustasi karena sangat menyukai nya. Saya ingin masa depan dengan nya. Di lain sisi gue gak menyukai bidang pekerjaan gue disini. Gue cerita ke dia kalau gue mau resign. Gue dinasehati blak2an sama dia. Hingga saat pergi jalan2 bersama teman2 ke bromo – batu. Dia selalu menjaga gue. Memegang tangan gue.

    Secara logika, gue pasti mikir dia suka donk ma gue. Gue uda mutusin mau resign. Tapi di sisi lain hanya dia yg bisa buat gue gak resign. Gue text dia begini di messenger kantor: jangan balas text gue yah disini. Gue cuma mau berbagi cinta ma loe. Sebelum gue pergi dari sini, gue gak mau nyesal belum ungkapin perasaan gue. Makasih juga selama gue disini banyak ngerepotin. Ingat jangan dibalas messenger gue.

    Dia menjawab di wa: gue juga care sama elo. Itu alasan gue gak mau elo pergi krn elo sdh jauh2 dtg kesini tapi malah ditinggalkan begitu saja. Kita sesama orang medan (yah.. Dia anak medam juga) sudah wajar saling bantu. Gak usa merasa malu ma gue. Gue selamanya tetap teman elo.

    Gue bingung sama jawaban dia. Dia mengajak keluar malam nya. Ok. Jadilah kami keluar tanpa membahas hal tsb. Padahal gue berharap banget dia bahas. Karena penasaran, pagi ini gue beranikan lagi. Gue wa dia : anyway, thanks yah sudah mau jadi teman gue. Walao dirimu tao gak seharusnya gue punya “perasaan” dengan elo.

    Dia jawab : sorry. seharusnya gue bahas hal ini semalam. Tapi gue mau elo tao. Masalah nya ada di gue sendiri ya, bukan elo. Dan terus terang lu pantas dapat cowok yg lebih bagus drpd gue. =D

    Gue : Ok. Kadang berteman lebih menyenangkan kok. Gue cuma minta 2 bulan saja untuk temani gue. Sebelum gue pergi dari sini dan hidup elo. Faktor gue datang kemari memang bukan karena elo sepenuhnya walaupun ada sekian persen juga. Tapi makin gue disini, gue makin gak bisa melepas. Jalan satu-satu nya cuma pergi.

    Dia : iya. Kapanpun. Selamanya. Gue tetap disini.

    Gue : Boleh gue tao problem yg loe maksud?

    Dia : Sepertinya agak gak baik kalo gue kasih tao. Nanti bisa komplikasi.

    Gue : Ok. I just look for second chance.

    Dibalas dengan dia mengalihkan pembicaraan dan ditutup dengam gue menjawab simpel.

    Gue yg dari awal sudah bersikeras tidak akan menangis akhirnya luap dalam air mata. Gue bingung. Kenapa dia baik sama gue kalau dy gak suka. Kenapa dia mau gue tetap disini kalau dia tao alasan gue disini sekarang hanya utk dia.

    Ya. Gue masih berharap. Apa sih problem dia. Kalo problem nya hanya karir dan kebebasan. Gue bisa menunggu. Tapi gue juga gak mau menunggu sia2.

  9. Ketika move on gue uda mencapai 95%, gue dapet kabar klo mantan yang sempat pacaran 4 tahun lebih sama gue uda mau nikah. Padahal baru beberapa bulan doi putus sama gue. Tapi gue sadar,kalo jodoh itu adalah takdir dan sudah ditentukan sama sang pencipta, siapa dan kapan jodoh itu datang ga akan ada yang tau. Tugas gue sekarang adalah berprasangka baik sama tuhan, berprasangka baik kalo semua yang terjadi adalah bentuk keadilanNya dan itu yang terbaik untuk kita.Dan menurut gue, moment2 kayak gini adalah moment yang pas banget buat introspeksi diri, dan merubah semua yang ada dalam diri kita yg dulu ga baik menjadi baik. Karena orang baik hanya untuk yang baik. Percayalah, tuhan hanya akan menjodohkan kita dengan orang yang seimbang dengan kita dalam segala hal :) HAPPY MOVE ON guys

  10. udah 3 minggu aku putus dan bener-bener pengen melangkah jauh pergi dari dia, kita udah pacaran 2,5 tahun…. selama 2 tahun LDR, aku gak mempermasalahkan jarak kami, yang aku tau aku seneng jalani hubungan sama dia, pengen bahagiain dia.
    awalnya selama 1 tahunan hubungan itu tetap hangat…. jujur dulu aku agak ngekang dia tapi sadar dan kasihan karna aku membatasi gerak hidupnya. setelah 1 tahun ldr dan membatasi gerak-geriknya aku mulai membebaskanya dan menjalani hubungan yg natural….
    tapi cewek sepertinya gitu, dibiarin malah ngelunjak…
    semakin sering nyakitin hati aku!!! mulai dari makan berdua sama cowok lain, hollyday ke tempat sama cowok itu
    terus dia mutusin sepihak dengan alasan mau fokus kuliah karna nialai 2 semester terakhir jeblok.
    aku sih ngiklasin dia bilang break pertamnaya
    tapi setelah itu dia mutusin dengan cowok lain dan entah anjing banget sakit nih hati
    pengen bener-bener ngelupain
    FB aku hapus twitter aku jarang buka, sekali buka liat dia tetep bahagia dan bercanda sesuka hati. berbeda dengan keadaanku disini…..

    emang berat banget buat ngelepas dia, tapi pas inget kesalahanya bikin aku enek sama dia, peduli setan aku rindu dia yg dulu……. yang dulu bukan yg sekarang…
    mungkin dulu itu cuman topengnya, sekarang udah ketahuan kedoknya….

    inget ini kawan, jgn melakukan apapun terlalu berlebihan…..
    inget!!! aku harap gak ada lagi yg ngerasain sakit hati kaya aku gini di dunia ini amin

  11. Pertengahan 2013 tepatnya bulan mei,ada sosok pria baik,humoris,tampan,menyatakan cinta nya ke aku, ,oia ada yang lupa aku certain,dia menyatakan cinta nya itu di dalam mobil,tepatnya di pinggir jalan dia markirin mobilnya,”yaiyalah ya di pinggir jalan,kalau di tengah jalan ketabrak dong” saat dia pegang tangan aku,beuh deg deg seurrrrr,dan dengan segala pesonanya yang menawan,aku menerima dia untuk menjadi kekasih aku, kebetulan dia memang kriteria aku..
    Sebulan hubungan kami itu sangat sangat indah,hati selalu berbunga bunga “ taman kali ah”,Duabulan hubungan kami pun masih sangat sangat bahagia,oia dia itu kalau main kerumah aku “ ngapelin aku “ dia selalu bawain aku coklat favorite aku dan ice cream favorite aku, aku suka almond jadi yang dia bawa itu semuanya ada almond nya.lanjut lagi ya,sampai hubungan kami di 4 bulan kami masih baik baik saja,jalan 5 bulan kami jadi sering bertengkar,karna komunikasi yang tidak se intens awalnya,kami pun sempat putus berapa kali,tapi pada akhirmya kami balikan kembali , sampe puncak nya itu tepat 6 bulan hubungan kami , dia mulai meminta saya untuk pacaran layaknya pasangan suami istri,jeng jeng jeng shock berat aku disitu, dia sosok yang selama 5 bulan itu tidak pernah macem macem,tapi kenapa di 6 bulan dia seperti itu , oia ada kata katanya dia yang bicara seperti ini “ ada perempuan yang sayang sama aku bee,dia mau ngasih apa yang aku mau bee,dia mau muasin aku bee, dan iya pun bicara seperti ini “ kalau kamu tidak mau kita putus,tapi kalau kamu mau ,aku akan tetap bertahan di kamu”
    HEL HEL HEL !!!!! dengan sigap aku langsung bilang kalau aku gak bias,dan aku lebih milih untuk PUTUS ( Sambil mikir bakal kehilangan sosok pria yang selalu jadi motivator gue).hari hari berat tanpa dia itu bikin gue sutriss,gak henti hentinya gue nangis dari pagi sampai pagi lagi gue nangis, gue triak triak dirumah (kalau rumah sepi?)dan hal yang paling memalukan sampe gue harus nangis di kampus,di depan teman teman gue , oia gue kuliah di salah satu universitas di Jakarta,dan gue ambil fakultas psikologi, jadi saat gue lagi terpuruk galau lah ya bias dibilang,gue di kelilingin sama teman teman yang selalu support gue,yang selalu memberi masukan ke gue , dan sahabat sahabat yang selalu ngeluangin waktunya untuk sekedar hangout bareng,
    Setelah gue perlahan perlahan bisa bangkit dan ngejalanin hari hari gue lagi tanpa si dia,di awal November gue memulai untuk membuka hati lagi (cepet banget ya)tapi itu cara gue buat move on ,singkat cerita di bulan desember tanggal 22 gue nerima undangan pernikahan dan jeng jeng itu dari si dia “ MANTAN GUE” dia nganterin undangan itu sendiri kerumah gue ,kebayang gak si gimana prasaan gue saat itu disaat udah mulai move on dia muncul lagi dengan bawa undangan pernikahan nya ,di situ dia minta maaf, dia mengakui kesalahan nya , dan perempuan itu katanya sudah hamil duluan,dia juga gak tau anak siapa yang ada di rahim perempuan itu, tapi perempuan itu mengancam mau mengakhiri hidupnya kalau dia tidak menikahinya..
    Hel buat gue itu BASI ! Menyesal memang di akhiri tapi nikmati ajah hasil dari perbuatan nya sendiri,gue gak dating ke pernikahan nya , dan sampai saat ini disaat gue udah bangkit dan gue udah punya pacar lagi, dia masih tetap hubungin gua ngajak balikan lagi, zzz udah sutris tuh dia , memang ngelupain dia itu gak mudah tapi bukan berarti gue mau di cap perusak rumah tangga orang . gue ganti nomer,sosmed gue yang ada dia nya udah gue block.jadi dia berenti untuk menghubungi gue ..

    Note : jangan buang buang waktu kalian hanya untuk memikirkan seseorang yang tidak pernah menghargai kalian , tatap lah kedepan bahwa masih banyak orang di luar sana yang menanti kalian, so inilah hidup

  12. huaaaaaaaaaaaaaaaaa berkali- kali gw tulis, berkali- kali gw hapus
    gw gak mau ketahuan kalo gw nulis di web ini atau lebih jelasnya gw gamau ketahuan kalo gw belum bisa move on setelah 1 tahun lebih
    gila kannnnn????? gila benar malah
    padahal pacarannya juga 1 tahun lebih gitu
    dan gw gak ada lakuin sesuatu yg berarti jg buat tu si mantan
    parah ny yg mutusin jg gw hikshiksssssss
    udah ah! gw gak sanggup cerita in panjnag lebar, soal ny raut muka gw ngetik ini di perhatiin si nenek trus -_______-