Senjata Terampuh Wanita Untuk Menaklukkan Pria – Part #1

Agar sebuah hubungan romansa bisa berjalan dengan harmonis, tidak bisa ada dua sifat yang sama dalam sebuah hubungan, tidak bisa maskulin-maskulin atau feminin-feminin. Bahkan dalam hubungan homoseksual sekalipun selalu ada maskulin dan feminin. Yin dan Yang. Ini adalah hukum alam semesta yang tidak bisa dipatahkan, bahkan oleh feminisme sekalipun. Justru karena feminisme berusaha melawan hukum ini makanya ada begitu banyak disharmoni yang terjadi.

Apabila Anda masih tidak mengerti apa bedanya feminin dan feminisme, maka silakan membaca artikel saya Wanita v.s. Pria. Feminin adalah sifat kewanitaan yang saya jabarkan di atas, sedangkan feminisme justru melawan semua itu dan mendorong wanita untuk menjadi seperti pria.

Jangan salah persepsi. Saya tidak menganjurkan Anda untuk menjadi wanita bodoh tidak bersekolah, tidak memiliki pendirian sendiri, bersedia ditindas, dan tidak boleh mengejar karir. Sama sekali tidak!

Menjadi feminin tidak ada hubungannya dengan semua itu.

Menjadi feminin adalah menjadi wanita yang sesungguhnya. Menjadi diri Anda yang sesungguhnya. Menjadi feminin adalah soal hati dan jiwa Anda sebagai seorang wanita.

Masih ingat ketika Anda pertama kali jatuh cinta? Mungkin saat Anda duduk di SMP atau SMA. Bagaimana rasanya? Indah sekali bukan? Hati Anda terasa hangat dan berbunga-bunga. Ketika bersamanya, Anda duduk dengan manis, tersipu malu, senyum Anda begitu lepas dan cantik, tutur kata Anda halus dan lembut. Anda begitu murni dan polos. Siapapun yang melihat Anda pasti dapat merasakan aura feminin yang memancar bersinar.

Anda merasa menjadi wanita yang sesungguhnya saat itu.

Dan memang betul. Anda telah menjadi seorang wanita. Saya tidak berbicara tentang saat jatuh cinta saja. Saya berbicara tentang saat di mana Anda jujur pada hati dan jiwa Anda sebagai seorang wanita. Ketika Anda jujur pada diri Anda sendiri, maka sifat feminin yang selama ini ada dalam diri Anda akan meluap keluar. Karena wanita adalah feminin, dan feminin adalah wanita. Anda diciptakan seperti itu.

Dan itu adalah hal yang luar biasa! Anda pun tahu. Itu sebabnya Anda seringkali membayangkan masa-masa ketika Anda masih polos dahulu di mana Anda belum merasa kesepian akibat memasang tembok tebal sebagai pertahanan terhadap pria agar Anda tidak menderita  sakit hati lagi. Masa-masa di mana Anda berkhayal menjadi pengantin cantik dan menjadi ibu rumah tangga dengan keluarga yang hangat penuh cinta dan anak-anak yang lucu.

Dan saya tahu, setiap wanita sampai hari ini tetap menginginkan hal itu. Itu adalah hal terbaik yang bisa didapatkan oleh seorang wanita. Bukan uang, bukan karir, bukan sepatu Prada atau tas Louis Vuitton, tapi menjadi wanita sejati sesuai kodratnya.

Tapi Anda telah lama melupakan perasaan tersebut. Anda telah lama meninggalkan sifat feminin Anda dan menggantinya dengan fun, fearles female ala Cosmopolitan yang hedonis dan egois. Anda telah merubah mimpi Anda menjadi ibu rumah tangga yang bahagia menjadi wanita karir yang sukses tapi kesepian.

Wanita yang membuang sifat femininnya sudah pasti tidak akan bisa bahagia.

Karena dia melawan dirinya sendiri sebagaimana dia telah diciptakan.

Sungguh absurd rasanya apabila saya harus mengajarkan bagaimana caranya menjadi feminin, karena seharusnya Anda lebih tahu daripada saya. Demi Tuhan, Anda seorang wanita! Harusnya Anda yang mengajari saya!

Tapi apabila saya yang seorang pria bisa berbicara panjang lebar seperti ini untuk mengajari Anda tentang menjadi feminin, bukankah itu membuktikan betapa kacaunya dinamika sosial kita sekarang? Saya harap para wanita menjadi malu karenanya dan melakukan sesuatu untuk memperbaikinya.

Satu hal yang harus saya tekankan: Feminin tidak sama dengan cantik dan seksi.

Karena feminin adalah sifat, maka feminin bukan dinilai dari penampilan. Yah memang Anda bisa terlihat lebih feminin dengan berpenampilan tertentu, seperti berambut panjang dan memakai gaun. Tapi itu sama saja seperti seorang pria yang melatih tubuhnya hingga macho berotot tapi sama sekali tidak maskulin, cengeng dan tidak bisa mengambil keputusan. Wanita yang memiliki sifat feminin pasti akan berpenampilan feminin. Tapi tidak sebaliknya.

Pria yang maskulin dan berkualitas mungkin akan tertarik di awal-awal ketika melihat wanita yang berpenampilan cantik nan feminin. Namun ketika mengetahui bahwa itu hanyalah topeng dan alat manipulasi belaka untuk mendapatkan kepuasan ego ketika mendapat perhatian pria, mereka akan pergi meninggalkan wanita tersebut. Pria sejati luar dalam menginginkan wanita sejati luar dan dalam pula.

Apakah Anda wanita sejati luar dan dalam?

Seluruh tulisan kali ini berisi konsep yang saya harap dapat membuat Anda berpikir kembali mengenai sifat feminin wanita. Mungkin tidak kongruen dengan judulnya, tapi jangan khawatir karena saya akan menulis tentang cara-cara menaklukan pria dengan menjadi feminin di postingan berikutnya. 🙂

Sahabat Anda,

Kei Savourie

Baca juga:

Senjata Terampuh Wanita Untuk Menaklukkan Pria – Part #2

Leave a Reply

  1. Saya tidk pernah menyangka akan jatuh cinta semudah itu dengan seorang wanita yg lembut.klo sya sih memperlakukan org sesuai dengan hukum aksi=reaksi

  2. Saya menyesal baru mengetahui dan menyadari feminisme, yang ternyata secara sadar atau tidak sadar diikuti oleh banyak wanita, termasuk calon mantan istri saya. Seandaianya saya mengerti hal ini sebelumnya, treatment saya ke istri saya akan jauh berbeda, saya tidak akan memaksakan segala sesuatunya sesuai keinginan saya dan mengabaikan keinginan istri saya sendiri.

    Saat ini istri saya menggugat cerai dan pisah rumah, dengan alasan mencari kenyamanan hidup, tidak mau dipusingkan dengan urusan rumah tangga, dan merasa mampu mengurus anak kami tanpa sosok suami, dengan kemampuan dan karirnya saat ini. Hal-hal tsb cocok dengan ciri-ciri feminisme.

    Seandainya saya bisa memperbaiki semuanya, saya akan rela melakukan apapun, menjadi laki-laki/suami seperti apapun asalkan istri saya bahagia. Saat ini rumah tangga saya hancur karena kesombongan dan keegoisan saya dalam segala hal, dan memperlakukan istri saya scara buruk, mengabaikan keinginan dan mimpinya.

    Saya gak peduli feminim, feminisme, maskulin dll, saya hanya ingin membahagiakan istri dan anak saya. Saya rela melakukan apapun demi kebahagiaan mereka.

    Rumah tangga saya hancur bukan karena feminisme istri saya, tapi karena perlakuan buruk saya terhadap istri saya.

    Jangan berharap bisa merubah seseorang sesuai keinginan kita, karakter tersebut tidak muncul dengan sendirinya, itu dibentuk sepanjang hidup mereka, yang paling penting itu memperlakukan orang lain di sekitar kita, memperlakukan pasangan hidup kita sebaik mungkin.

    jangan seperti saya, yang sudah gagal memahami pasangan hidup saya, dan menghancurkan masa depan keluarga kami.

  3. menjadi wanita feminin membuat pria berlaku sesukahatinya dan menjadikan wanita spt pembantunya, aku tidak ingin menikah karena aku tidak ingin dipusingkan dengan pria yang memberikanku kelelahan karena aku harus mengurusnya, aku hanya fokus membesarkan anakku yang nantinya akan mengurusku bila aku tua, bukan suami yang membuat aku lelah

  4. menjadi wanita feminin membuat pria berlaku sesukahatinya dan menjadikan wanita spt pembantunya, aku tidak ingin menikah karena aku tidak ingin dipusingkan dengan pria yang memberikanku kelelahan karena aku harus mengurusnya, aku hanya fokus membesarkan anakku yang nantinya akan mengurusku bila aku tua, bukan suami yang membuat aku lelah

  5. I really love reading this article. It just shows me what I have been wandering about what actually guys expect from ladies. I feel comfortable to be the way I am now. I am grateful to Allah for creating me being a woman and I wanna be a nice woman with the qualities of a feminine one and a muslimah who is salihah as well, amin.

  6. first of all kei, it’s really a great article!! kirain cuma wanita doang yang peduli soal feminisme. sifat feminim yg sejati, dll. =D banyak hal yg gw setujuin disini tapi banyak juga yg ngga karena tulisan ini bisa sangat multi-interpretasi. salah satunya karena ga ada penjelasan standarisasi persepsi terhadap paham feminisme.

    gw setuju saat seorang wanita sudah melupakan kodratnya sebagai wanita dengan memilih hidup sendiri merasa bisa bahagia tanpa pria dia salah. salah banget. bahkan wanita -yg ngakunya bisa hidup tanpa pria- tetep butuh pria pria dalam kehidupannya meskipun hanya untuk teman bersenang2, party, ngobrol, or maybe one night sex. ini menurut gw bukan kodrat wanita tapi kodrat manusia dimana diciptakan sebagai makhluk sosial yang ga mungkin bisa hidup sendiri. gw kenal banyak wanita yang memilih tidak menikah bukan karena dia menganut feminisme ga mau dikekang dll. tapi lebih karena merasa lembaga pernikahan dan status “menikah” sering kali merepotkan hingga akhirnya mereka memilih berkomitmen hidup bersama dengan pasangan tanpa status menikah. karena somehow di budaya timur terutama, menikah itu sering kali bukan cuma urusan sepasang pria dan wanita tapi keluarga-keluarganya sekalian juga dibawa2. bibit bebet bobot panjang. (bukan brarti keluarga kedua belah pihak dan segala hal bibit bebet bobot itu ga penting yah, jgn salah persepsi).

    selain itu seperti halnya segala sesuatu yang “terlalu” atau sudah menjadi garis keras bahkan cenderung fanatik itu seringkali tidak baik dan memicu pertengkaran (cthnya agama, faham, ideologi, dll) begitu juga feminisme. sehingga rasanya tidak adil bila feminisme garis keras yang dijadikan patokan disini. gw kenal banyak wanita yang menganut pandangan feminisme tetapi mereka tetap tidak melupakan kodratnya sebagai wanita. mereka mengejar karir, ya. mereka mandiri, ya. tapi apakah mereka merasa tidak butuh pria?, mereka tetap butuh. apakah mereka mendominasi pasangan mereka?, iya bila pria itu terlalu lemah, cengeng, manja, ga jelas arah dan tujuan hidupnya, tidak dapat diandalkan, dan berbagai sifat nyebelin lainnya bukan karena sifat tersebut buruk melainkan karena “terlalu”.
    gw rasa baik pria ataupun wanita sama2 ga suka kalau punya pasangan yang terlalu manja, terlalu egois, terlalu penuntut, terlalu sensitif, terlalu ini itu dll. bahkan menurut gw pribadi, terlalu baik juga nyebelin, karna ujung-ujungnya sering kali jadinya ga tegas dan bikin geregetan. itu semua karna 1 kata “terlalu”.

    salah satu penjabaran mengenai feminisme yang sangat gw suka itu adalah film karya nia dinata. judulnya pertaruhan. disana dia mengangkat mengenai keadilan gender. feminisme bukanlah berbicara mengenai dominasi dan tidak butuh pria dalam kehidupan wanita. dibandingkan dominasi atau penuntutan kesamaan hak antar pria dan wanita gw lebih suka mengatakan feminisme berbicara mengenai keadilan gender. dan keadilan gender sangat erat kaitannya dengan konstruksi sosial serta sejarah dan budaya.

    bukankah sangat tidak adil bila wanita dinilai berharga atau tidak hanya karena keperawanannya sedangkan pria ga ada yg pernah mempertanyakan dan ga penting juga bukan buat ditanyain keperjakaannya?

    bukankah sangat tidak adil saat wanita ingin mengecek kesehatan alat reproduksinya tetapi harus terlebih dahulu dengan persetujuan suami atau orangtuanya padahal itu badan bukan badan suami or ortunya?

    bukankah sangat tidak adil bila wanita hanya dijadikan layaknya barang bagi pria?dipamerkan hanya untuk meningkatkan pride pria. harus a b c d e supaya si pria bangga dan bisa memamerkannya ke rekan-rekan koleganya, sedangkan pria?sudahkah pria tersebut menjadi sosok yang membanggakan bagi wanitanya?

    like a battlefield dimana setiap orang memiliki perannya masing-masing, baik itu pasukan bertahan ataupun penyerang, gw rasa pria dan wanitapun harus seperti itu. semoga hitman system menghasilkan pria2 yg layak disebut sebagai pria yah.. sehingga wanitanya juga bisa menghargai dan menghormati mereka. bukan sekedar pria yg maunya wanitanya a b c d e f g h tapi ga menyadari dirinya sendiri belum layak untuk memiliki wanita dengan segala kualitas tersebut.

    wanita dan pria itu sama dalam berbagai hal. paling ngga ada 2 hal mendasar yg sama. sama2 punya pikiran dan sama2 punya hati. sama seperti pria punya ego dan bisa terluka, begitu juga wanita punya ego yang bisa terluka. jadi sebelum menuntut wanita harus a b c d e f g akan lebih baik kalau baik pria ataupun wanita refleksi kedalam diri sendiri terlebih dahulu. sudah pantaskah kita menjadi pasangan yang adil dan seimbang bagi pasangan kita?

    at the end quote yg sangat gw sukai. “men, women need love.. like you do.” =)

    • What a great comment…

      somehow… either man or women need to touch- to be touched, need to care..and BUTUH MENCINTAI DAN DICINTAI indeed!!!

      hanya butuh toleransi segede cakrawala bimasakti agaar langgeng ever after hihihihiii

      Cemungut

  7. Gue bangettt 😀
    Hampir smua temen co gw akhirnya jatuh cinta sm gw even yg ud merried
    Padahal gw sdri ud merried, ribet jadinya

    Sukses deh koh, jaminan surga hehehe bantu banyak orang 🙂

  8. Enggak tuh…

    Saya sadar kebutuhan feminin itu, dan orang-orang di sekitar mengenal saya sebagai sosok yang demikian.
    Tapi nyatanya, yang dateng sih emang cowok maskulin, tapi pas mereka lemah aja.. x( ..pas butuh perhatian, butuh kelembutan.
    Begitu sudah baik-baik aja, tetep wanita cantik yang mereka buru coz bisa dibanggakan.^^ Mandiri, egois, judes, tukang perintah asal cantik pasti diburu.

  9. ko key met kenal ya….semua yang dijabarin disini betul…tapi kenapa selalu aja cowo itu sering menyakiti…kita sebagai cewe sudah tulus untuk sayang dan mencoba belajar mengerti…tapi ujung”nya cowo selalu menyia”kan ketulusan yang kita beri..meskipun sie cowo bilang kalo kita(sebagai pihak cewe)yang bisa ngertiin dia,tapi yang ada selalu berbuat salah yang diulang”…nga tau neh alesan dia kenapa begitu…sekedar untuk fun apa gimana…menurut ko key gimana tuh???thanks a lot ko key

  10. menurut saya pria cenderung lebih senang dengan wanita yang cerdar, yang berpendidikan atau dengan kata lain dengan wanita yang nyambung ketimbang hanya melihat dari aspek luar saja.
    kenapa demikian, karena dengan problematika kehidupan di era sekarang ini wanita bukan hanya nantinya berperan sebagai ibu rumah tangga, tapi lebih lagi sebagai pendamping, dalam arti fungsi pendamping yang bersifat memberikan saran, pertimbangan, masukan itu yang lebih dibutuhkan oleh seorang pria.

  11. Two thumbs up!!

    Feminim itu memang masalah sikap hati. Bukan masalah tampilan luarnya..ya itu plus2lah ya..

    Waktu wanita tahu fungsi dirinya sebagai wanita dan belajar melakukannya…Pasti menjadi seorang wanita yang feminim bukan hal yang mustahil sekalipun wanita itu wanita karir yang bekerja menjadi supir taksi, kenek bus, atau tukang jualan sayur keliling..Hahaha…

    Feminim bicara soal bagaimana seorang wanita seharusnya memperlakukan sesamanya. 😀 thx buat sharingnya.

  12. Mungkin aja apa yang diposting Kei betul juga. Dulu gw punya temen, pacaran lama. Ceweknya tipikal yang dominating… conya ga beda jauh. Suatu hari conya selingkuh sama temen gw yang lain… yang sebenernya klo diliat secara fisik “kalah” dari si cewek… Dan baru2 ini mereka akhirnya sampe nikah juga. Dulu bingung kenapa si co selingkuh ama cewek ini… tapi akhirnya gw ngerti pas baca artikel yg Kei posting karena si cewek selingkuhan punya sifat-sifat feminin yang ga dipunya ama si cewek.

    Tapi kembali case by case beda… mungkin mayoritas cowok emang punya pola pikir seperti ini juga. Kriteria feminin adalah cewe yang lemah lembut baik fisik maupun psikis. Yg submisisif.

    Mungkin yang kurang dari artikel ini, waktu cewek beneran jatuh cinta ama satu cowok, sifat-sifat femininnya bisa keluar dengan sendirinya yang bisa beda sekali dengan sifatnya sehari-hari.

  13. Nice share…
    Ak tersentuh sekali…merasa sebagai wanita neh karena dibutuhkan oleh pria…
    Just want to share, asli ak ga ngerasa diri ak cntik n seksi tp kata2 pertama yg keluar dr mulut mantan pacar ak(yg skrg udh jadi suami ak) ketika ngeliat ak pertama kali adalah “kamu cantik n seksi”…wow in what way??ak bingung….
    Tapi itulah cowo…asli pikiran ak awal ga kepikir merit…pengen jadi wanita karir, bs pergi kemana aja yg ak suka…tetapi takdir menentukan lain…ak harus menyandang jabatan istri n seorang ibu…(and I’m so proud to be a wife and a mom)…ternyata wanita yg diinginkan pria bukan yg bs segalanya…pinter segalanya, cantik n seksi fisiknya…tapi bagaimana wanita itu menunjukkan dirinya bahwa dia wanita, bs mengerti kodratnya sebagai wanita dan bs menghormati pria yg memang patut dihormati…

    so sweet, tq kei…jd bingung mo bilang apalagi jg hehe…you have told it completely all about woman mpe kt perempuan kdg jg bingung apa seh yg dimau cowo dr kt….

    Well done..
    GBu

  14. Saya bingung, jujur bingung.

    Kenapa lagi-lagi saya baca tulisan ini pun berbanding terbalik dengan apa yang saya hadapi disekeliling saya.
    Ada laki-laki yang ingin wanita berkarir, hakikatnya dulu wanita itu dapur, rumah, anak, suami. Katanya jaman sekarang sudah berbeda, jadi dituntut untuk berkarir (alasan : jaga-jaga jika suatu saat financial suami menurun atau suami meninggal lebih cepat)

    Ada juga laki-laki yang berpendapat, wanita jaman sekarang jangan terlalu tergantung dengan laki-laki, jadi harus bisa melakukan hal yang dilakukan suami (betulin genteng bocor & service motor maksudnya?)
    Ada memang laki-laki yang suka dengan wanita feminin, awalnya bilang suka, tapi akhirnya diputus, karena melihat yang lebih feminin (kurang bersyukur mungkin?atau disebut khilaf?).**contoh penyalahgunaan : dalam hal ini ada beberapa teman-teman laki-laki saya bilang “cewe gw nurut, cewe banget, jadi gw selow aja bisa lirik & punya cewe ga ketahuan, cewe gw kan lembut & pengertian, percaya sama gw**
    Ada juga laki-laki yang tidak suka wanita feminin (alasan : duit kebuang cuma buat urusan akhirat, dandan mulu, fashion mulu, shoping mulu, ikut trend, update terus)

    Ada juga laki-laki yang suka wanita tomboy (alasan : ga bikin repot, ga manja, luwes, bisa di ajak susah, hemat, so?)

    Saya juga menemukan wanita feminin tapi tidak bisa memasak, bahkan cenderung manja.
    Sulit memang ya, kalau feminin itu hanya terlihat sebagai casing saja..
    Semoga saja kita adalah bagian orang-orang yang tidak terlalu atau tidak sedikit pun memiliki sifat perfectionist.

  15. Wkwkwkwkwkw…. :D:D:D:D

    ya…. inilah artikel yang menjawab kenapa saya selalu Emosi kalo punya sahabat / temen cewek yang suka ngatur ngatur.
    aneh banget kalo ceweknya gak mau diatur tapi maunya ngatur mulu, putus dech…, :D:D:D xixixixi….,

    Huft, coba aja ya kei, seandainya cewe2 yang sexy yang suka pamerin liuk liuk tubuhnya ituh bersedia nyuci’in piring, pakaian, masakin sesuatu dengan pamer bentuk tubuh… owh… pastinya saya cuma bisa bilang kalo itu Wanita idaman saya… ha..ha..ha.. :D:D:D:D:D:D:P

  16. Can’t agree more.. :’)
    semua memang harus sesuai pada kodratnya..
    Saya tidak suka cowok kemayu sebagaimana saya benci cewek tomboi..
    Daripada mengeluhkan kenapa wanita yg harus cuci piring dan bukannya pria,bukankah lebih baik mensyukuri bahwa kita masih punya lelaki yg dicintai,yang bisa dicucikan piringnya. Begitu juga pekerjaan lainnya,itu bukan merendahkan wanita. Lelaki justru biasanya terpukau jika melihat wanita beres2, lipat baju, menyapu, ya kan?
    Saya tidak bodoh, saya bekerja, tapi yang jelas, saya seorang wanita 🙂

  17. itulah alasan kenapa banyak pria ingin mendapatkan istri yang seperti ibunya 😀

    QUOTE :
    Tuhan b’kata:Ketika AKU m’ciptakan s’org wanita, ia diharuskan utk mjdi s’org yg istimewa.
    AKU m’bwat bahunya cukup kuat utk menopang dunia,namun harus cukup lembut utk memberikan kenyamanan.
    AKU m’berikan kekuatan dr dalam utk mampu melahirkan anak&menerima penolakan yg sering datang dr anak2nya.
    AKU memberi kekerasan utk membuatnya tetap tegar saat orang lain menyerah,&mengasuh keluarganya dgn penderitaan + kelelahan tanpa mengeluh.
    AKU memberi kepekaan utk mencintai anak2nya dlm tiap k’adaan,bahkan ketika anaknya b’sikap sangat menyakiti hatinya.
    AKU memberinya kekuatan utk m’dukung suaminya dlm kegagalannya & melengkapi dng tulang rusuk suaminya tuk melindungi hatinya.
    AKU memberi kebijaksanaan utk
    mengetahui bhw suami yg baik takkan pernah menyakiti istrinya,tapi kdng menguji kekuatannya & ketetapan hatinya utk berada di sisi suaminya tanpa ragu.
    Akhirnya,
    AKU memberinya air mata utk diteteskan.Ini adl khusus miliknya utk digunakan kapan pun ia butuhkan.
    Kau tahu Kecantikan s’org wanita bukanlah dr pakaian yg dikenakannya, sosok yg ia tampilkan atau bagaimana ia menyisir rambutnya.
    Kecantikan s’org wanita hrs dilihat dr matanya,krn itulah pintu hatinya tmpt dimana cinta itu ada.

  18. Wanita yang memiliki sikap egois, kompetitif, kasar, selalu ingin mengatur dan memegang kendali, dan tidak butuh pria, akan menjadi wanita yang maskulin. Dan wanita yang maskulin hanya akan menarik pria-pria yang feminin, yang cengeng, tunduk pada wanita, tidak memiliki pendirian, terlalu sensitif dan emosional. Akibatnya Anda akan merasa cepat bosan dan ilfil. Karena memang pada dasarnya, naluri wanita membutuhkan pria yang maskulin yang dominan. Anda tidak bisa melawan kodrat Anda.

    ini alesan yang bikin gw mutusin cewe gw yang nota bene “TOMBOY”
    sama sekali gak nyaman teman 🙂

    • Aku ingin menjadi feminin…. tp setelah semua keinginan ku tercapai, dimana keiginan ku saat ini menuntut ku untuk bersifat maskulin…. 🙂