Hitman System on Media

Media : Koran Tempo
Judul Artikel : Saat Pria Memburu Cinta Idaman

 

Iwan, 32 tahun, duduk termenung di bangkunya. "Ditolak lagi, ditolak lagi. Mau dapat pacar satu saja susah," keluh karyawan perusahaan media di Jakarta ini kepada rekan kerjanya. "Pakai cara apa lagi, ya, supaya nggak ditolak cewek mulu," dia menambahkan. Sohibnya, Arif, 34 tahun, tersenyum. "Taktik kamu kudu diubah. Terlalu jadul modusnya," candanya. Menemukan pujaan hati atau belahan jiwa bukan hal yang mudah, bagai mencari jarum di dalam sekam. Tak jarang para pria bertualang silih berganti demi mendapatkan belahan jiwa. Namun, kebiasaan "petualang" itu sering terpeleset menimbulkan predikat buruk: playboy.

Bisa jadi predikat itu akibat kaum pria yang identik sebagai makhluk sistematis dan teknikal. Selain itu, minimnya informasi dengan "bahasa lelaki" bagi para pria yang tengah mencari cinta menjadi penyebab sulitnya menemukan wanita pujaannya. Pasalnya, buat menemukan pujaan hati diperlukan strategi khusus demi meluluhkan hati wanita yang diincar.

Beberapa strategi dan taktik mendapatkan pujaan hati mencuat di seminar bertema "Pria, Cinta, dan Petualangan" yang digelar oleh Hitman System di Jakarta beberapa waktu lalu. Hitman System adalah grup penyedia konsultasi, pelatihan, dan solusi pengembangan diri yang berfokus pada dunia roman khusus para pria.

Instruktur Utama Hitman System Lex dePraxis mengungkapkan pencarian cinta sejati bagai sebuah peta perjalanan yang mutlak dimiliki tiap pria. "Untuk memaksimalkan kualitas dirinya agar memikat dan bisa menjalin hubungan dengan wanita yang diinginkan."

Beberapa hal sering dilupakan saat proses penjajakan, di antaranya harapan yang terlalu besar beroleh hatinya. Hal itu justru kadang membuat wanita pergi. "Jangan terlalu ngarep, jalani semuanya dengan dasar pertemanan. Itu akan lebih baik ke depannya," kata Lex. Dia mencontohkan pria yang mendekati wanita dengan merayu atau membelikan barang. Pria tipe ini dipastikan akan sulit menemukan belahan jiwanya. Pasalnya, pria ini cenderung menutupi kelemahan dengan mengandalkan hal-hal lain, seperti keahlian bermulut manis dan merayu.

"Pria yang bertingkah seperti bocah ini cenderung akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan wanita tanpa memikirkan layak atau tidaknya," Lex menguraikan.

Menjalin relasi dengan banyak wanita juga menjadi nilai tambah. Terkadang pria menutup mata dan hati terhadap wanita lain saat sudah bertemu dengan wanita impiannya. Padahal semakin banyak teman wanita yang dimiliki justru makin membuka kesempatan untuk mendapatkan wanita idaman. Dijelaskannya, "Jangan hanya berteman dengan vitamin (wanita cantik), tapi juga jalinlah pertemanan dengan puyer (wanita jelek). Karena di situ ada vitamin, pasti juga ada puyer."

Yang tak boleh dilupakan, sebaiknya para pria lebih menonjolkan kepribadian yang dimilikinya. Mengembangkan kepribadian hingga mencapai kualitas tertentu lebih penting dibanding memberi surga duniawi bagi kaum Hawa. "Wanita-wanita di luar jauh lebih tertarik kepada pribadi yang lebih utuh, lebih terpoles, dan lebih dewasa dibanding pria yang bertingkah seperti anak laki-laki," Lex mengimbuhkan.

Jet Veetlev, instruktur lain, menyebut sikap yang selalu berharap terhadap wanita sebagai kunci gagalnya suatu hubungan. "Jangan terlalu ngarep karena akan bikin sakit hati," dia menandaskan. Pasalnya, sifat suka ngarep justru menunjukkan pribadi pria yang belum dewasa. Perempuan pada dasarnya lebih suka terhadap para pria yang menonjolkan sifat pemburu dibanding sifat kekanak-kanakan.

Satu hal yang sering terlupakan: prinsip be yourself yang diterapkan buat menarik hati wanita justru menjadi peluru tajam bunuh diri. "Prinsip itu justru akan mengekang. Membodohi diri sendiri. Seharusnya be your best self, " Jet menegaskan. Nah, para pria, Anda siap memulai perburuan?

 

 

Jika Anda bekerja di perusahaan media massa dan tertarik untuk meliput Hitman System, silakan lengkapi formulir Media Inquiry di sini.

Semua permintaan akan diproses dan mendapat jawaban dari kru kami dalam waktu maksimal 2 x 24 jam. Harap menyertakan nama media yang Anda representasikan, posisi Anda (jurnalis, editor, divisi kreatif, dsb), deadline untuk liputan yang bersangkutan, dan topik atau peta tematik dari liputan.

 
Mobile Version

Home | About | Trainings | Products | Counseling | Articles | Blog | Konfirmasi | Contact Us

Copyright © 2006-2016
PT. Trans Realita Utama
Jakarta, Indonesia