Report HSMS - episode I
Hari
itu Sabtu, 16 september 2006.
Saya bangun dengan perasaan yang luar biasa.
Campuran antara tegang, excited, dan penasaran.
Setelah beberapa kali mengadakan workshop,
rasa tegang memang mulai berkurang walaupun
keasyikan dan kesenangan saat mengajar tidak
pernah usang karena peserta yang berbeda-beda.
Namun pagi itu saya merasakan perasaan baru!
Rasa tegang.
Ya karena hari itu merupakan seminar
kami yang pertama, jelas sangat berbeda dengan
workshop.
Ketika kami tiba di tempat seminar, beberapa
peserta ternyata sudah tiba duluan. Roland
tiba paling pagi bersama Reed, dua peserta
itu datang langsung dari Bandung!
Hitman System Mega Seminar dimulai tepat
pukul 09.30, setelah breakfast untuk mengisi
perut dan perkenalan singkat dengan para instruktur.
Setelah para peserta mengambil tempat duduk
masing-masing, menyiapkan diri untuk proses
transformasi, saya lebih terkejut lagi karena
all of them are actually good looking!
Mereka tampak bersih, rapih dan yeah tampan.
Bahkan diantara mereka ada yang cocok main
sinetron.
Ya jika saja mereka menjadi artis atau bintang
film, mungkin mereka akan menjadi bintang
utama. Mereka tidak akan susah payah mencari
cewek yang mereka inginkan.
Namun sayangnya kita tidak hidup didalam
film Korea dan romantisme lainnya. Kita hidup
di dalam dunia yang kejam, terlebih lagi mengenai
isu romance.
Kalau saya melihat mereka tanpa kacamata
seorang instruktur, saya pasti terheran-heran
mengapa cowok semenarik Ed dan Deed sulit
mendapatkan cewek.
Hey mereka ganteng, baik dan ramah, lalu
kurang apa?
Kenapa mereka tidak bisa mendapatkan cewek
yang diidam-idamkan?
Itu juga pasti yang ada di pikiran kamu
sekarang ini.
”Hey saya cowok yang OK, baik, ramah,
sopan, punya pekerjaan tetap. Kenapa tuh cewek
malah lari ke cowok bangsat itu? Mukanya aja
kalah cakep sama gw!”
Pikiran tersebut juga yang langsung dilontarkan
oleh Tenkai saat saya membuka sesi pertama
di seminar itu.
Jadi apa jawabannya?
Karena mereka adalah cowok yang terus dipermainkan
oleh ideologi-ideologi semu.
Karena mereka tersasar diantara ratusan
buku romance yang totally misleading.
Karena mereka tersandung oleh nasihat-nasihat
sok tahu dari para temannya yang tidak mengetahui
kalau ada Game dalam dunia romance.
Ya, cewek tidak hanya melihat penampilan
dari seorang cowok, tetapi kepribadian! Kepribadian
adalah sesuatu yang membuat kamu berbeda dengan
cowok-cowok lainnya. Baca artikel Kei tentang
Cowok
dan Kepribadiannya .
Para peserta mungkin menarik dari segi fisik,
tetapi mereka sudah terlanjur jatuh di jurang
Lossy. Tidak peduli fisik sekeren apapun tidak
akan mampu menarik mereka dari jurang tersebut.
Saya pernah jatuh ke lubang yang sama. Kei
dan Lex juga.
Saya pernah menangis di sana, menjerit putus
asa. Tapi setelah beberapa lama, akhirnya
saya bisa berdiri di tepi lubang itu dan tertawa.
Lalu apa yang bisa membuat saya bisa keluar
dari sana?
Proses perubahan yang menyakitkan! Proses
unlearning yang bertahap untuk memahami Game
dalam Romance.
Seperti dalam workshop bulanan, seminar
kemarin dimulai dengan sesi dekonstruksi yang
melelahkan. Kei membahas dengan detil apa
itu Hitman System, perbedaan mental cowok,
dan kemudian dilanjutkan oleh Lex tentang
Fenomena Game dan proses Glossification.
Ketika jam menunjukkan pukul 10.30, sesi
Tanya jawab dimulai. Para peserta bergantian
bertanya mengenai konsep yang selama ini mereka
hanya bisa baca lewat mailing list.
Apa yang seharusnya hanya terbatas pada teori,
saya, Kei, dan Jet terpaksa membocorkan beberapa
teknik di sesi ini karena peserta sangat bersemangat.
Hyuga, alumni HSEW ke-5 menjadi pusat perhatian
ketika ia bercerita tentang beberapa cewek
yang sedang mengejar dirinya. Saya bisa melihat
para peserta memandang kagum pada dirinya
dan semakin yakin kalau mereka juga bisa mengalami
transformasi besar-besaran.
Sebelum lunch break saya memberitahu peserta
mengapa kami bertiga sangat menekankan pada
konsep pada sesi pertama tersebut.
Saya, Lex dan Kei bisa saja langsung memberikan
pada peserta teknik-teknik untuk berkenalan,
untuk bercerita, teknik J2, teknik untuk menonjolkan
personality dan segudang lainnya.
Tapi kami tahu kalau hanya mempelajari teknik
saja tanpa mengerti maksud dari teknik tersebut,
semuanya akan sia-sia saja.
Mudah sekali untuk terjebak dalam permainan
hapalan jika kamu melihat Hitman System sebagai
kumpulan tips and trik belaka.
Kami mengembangkan Hitman System lebih dari
sekedar tujuan seperti itu. Tagline ‘From
Lossy to Glossy’ berarti kami berfokus
pada perubahan paradigma dan konsep yang mendahului
behavior.
Tehnik sama sekali tidak berguna, atau bahkan
akan menyimpang, jika seseorang tidak mengetahui
alasan di baliknya. Itu sebabnya kami selama
3 jam bergantian membongkar habis-habisan
seluruh konsep dasar Hitman System kepada
para peserta, memastikan mereka mengerti,
bukan asal mendengar saja.
Seminar tanpa praktek lapangan saya pikir
tadinya akan lebih sulit. Namun ketika saya
melihat wajah-wajah para peserta benar-benar
excited dan terus membicarakan strategi ketika
saat makan siang, saya tahu bahwa mereka sangat
menikmatinya.
Apalagi sesi kedua setelah makan siang.
Biar Lex yang bercerita besok.
Sahabatmu,
Jet