Facebook: ternyata orang Indonesia goblok!

Para tetangga kita di Malaysia pasti menyenangi judul entri ini. 😀 But nope gue ngga mau ikutan ribut dengan isu Indon vs Malingsia yang sempat ramai tempo hari, malah kalo ngga salah masih terus berlanjut sampe sekarang.

Aneh banget, kita adalah negara yang sudah merdeka, total mandiri dan lepas landas (hahaha, jadul banget nih istilah!)… lantas kenapa kita masih perlu bantuan orang dari negara lain untuk menghina bangsa sendiri?

Kita sudah dewasa, sepantasnyalah kita tidak manja dan bisa melakukan hal itu sendiri!

Bangun wahai pemuda-pemudi Indonesia, tidak malukah kita membiarkan bangsa lain mengambil apa yang sudah menjadi hak kita? Menjelang dirgahayu Indonesia ke-64 dalam satu bulan ke depan ini, kita wajib berdiri tegak, membusungkan dada untuk merebut kembali hak tersebut: marilah kita mengejek, memaki, menyumpah serapah dan menginjak-injak martabat bangsa kita sendiri sebanyak mungkin agar negara-negara lain terpaksa diam gigit jari karena habis tidak punya sisa bahan hujatan lagi.

Dan ijinkan gue jadi orang yang pertama melakukannya.

Ternyata orang Indo goblok… karena main Facebook aja sampe perlu buku panduan.

Tadi sore gue mampir ke Gramedia untuk sekedar ngeliat tren buku-buku baru yang lagi beredar. Betapa terkejutnya gue ketika ngeliat berderet-deret buku tentang Facebook.

indonesia goblok facebookWell, sebenarnya hal itu sendiri tidaklah aneh ataupun bodoh karena wajar saja jika para penerbit berlomba-lomba mencari profit dengan mengangkat salah satu segmen budaya yang sedang happening banget. Kata ‘Facebook‘ berhasil menjaring 31 buah judul buku di Barnes & Noble dan 106 buah judul buku di Amazon.

Yang menjadi aneh adalah ketika gue merhatiin secara detil judul dan isi konten dari buku lokal yang beredar di Indonesia: kebanyakan adalah sekedar membahas bagaimana cara menggunakan Facebook!

Amazon dan Barnes & Noble memang punya jumlah koleksi yang lebih gila banyaknya, tapi sekitar 80%-nya adalah buku-buku yang berisi analisis tren Facebook dari segi budaya, ekonomi, bisnis, teknologi, dsb (The Facebook Era, Facebook Marketing, The Founding of Facebook A Tale of Sex, Money, Genius, and Betrayal, Facebook Marketing Bible, What The Church Can Learn From Facebook, The Phenomenon Of Facebook Status, dsb ) serta tutorial Facebook tingkat-lanjutan untuk para developer dan hacker (Facebook CookbookFacebook Markup Language Fundamentals, Facebook Application Development, Developing Facebook Platform, Facebook API Guide, Facebook Advanced 2.0, dsb).

Tapi tidak demikian di negara kita yang tercinta ini.

Orang Indonesia ternyata sebegitu payah, dungu, dan menyedihkannya sehingga kita butuh segudang buku cetak tentang korelasi Facebook dengan gejala autisme membuat aplikasi Facebook kinerja Facebook dalam kampanye politik tehnik mengembangkan third-party software Facebook strategi mengalahkan popularitas Facebook panduan dasar menggunakan Facebook!

Lihat saja judul-judulnya.

  1. Tips & Trik Facebook. Berisi pembahasan cara menemukan teman lama, memberikan informasi terupdate tentang diri, memposting dan memberikan komentar atas tulisan, foto, atau video teman, membuat grup berdasar hobi, serta memanfaatkannya untuk bisnis.
  2. Panduan Cepat Menguasai Facebook. Berisi dasar-dasar penggunaan facebook, pembuatan grup, pembuatan halaman kelompok penggemar, dsb.
  3. Gaul Ala Facebook Untuk Pemula. Buku ini akan memandu kamu dari cara membuat account baru sampai cara bergaul di Facebook. OMG!
  4. Gaya Gaul Anak Muda Dengan Facebook. Judulnya, oh double OMG!!
  5. Mau Gaul? Mau Sukses? Pakai Facebooks! Berisi cara pengoperasian website jejaring sosial tersebut agar tidak akan lagi merasa canggung. Duh please!
  6. Add Me On Facebook. Berisi cara menggunakan layanan e-mail, comment, show profile, game, ngisi kuis, dan upload foto.
  7. Berteman & Berbisnis Lewat Facebook. Berisi cara mendaftar ke Facebook, melakukan konfigurasi utama, merombak tampilan facebook sehingga lebih menarik, teknik jitu menambah teman-teman Anda dengan cepat, dilanjutkan dengan teknik promosi efektif.
  8. Facebook Untuk Semua Orang, Untuk Semua Urusan. Berisi tentang cara menggunakan berbagai fasilitas dari Facebook yang membuatnya menjadi sangat terkenal seperti memanfaatkan coretan dinding (wall), berbagi foto, chatting, berbagi video, bermain games, dan menambahkan aplikasi.
  9. Pake Facebook: Gaya Loe… Maximal! Judul oh judul triple OMG!!!
  10. Seri Penuntun Praktis Facebook. Berisi tentang cara bergabung, mencari teman, membentuk sebuah grup, upload foto video, menambahkan aplikasi sesuai selera.
  11. Step By Step Facebook. Berisi pembahasan mengelola profil, menambahkan foto dan video, mencari teman, menambahkan aplikasi, bergabung dengan grup-grup komunitas, mengirimkan pesan, chatting, dll.
  12. One Stop For All Facebook. Berisi pembahasan mencari teman di Facebook, upload foto dari ponsel, menggunakan fasilitas Facebook untuk berpromosi, berkomunikasi asyik di Facebook.
  13. Panduan Praktis Mengoptimalkan Facebook. Berisi pembahasan cara menandai dan berbagi foto, menemukan teman lama, mengingat kembali momen yang terlupakan, sekaligus mengomentari foto tersebut, chatting, membuat notes, bermain games, mengabarkan aktivitas terkini, upload foto, dan mengoptimalkannya untuk keperluan bisnis.
  14. Menjadi Terkenal Lewat Facebook. Berisi pembahasan kelebihan Facebook, cara mendaftar Facebook hingga melakukan verifikasi akun, mengelola Data Diri yang meliputi pengisian data diri, visualisasi profil,dan penataan halaman profil, melakukan Komunikasi dengan Facebook yang meliputi memberi testimonial, berkirim pesan dan komunikasi dengan fungsi chat, membuat album foto  dan mengelola album serta foto yang sudah diupload kedalam profil, blogging dalam Facebook yang meliputi cara menulis note, melakukan format penulisan serta menerbitkan catatan tersebut. Judulnya sih canggih, bahkan daftar isinya juga ditulis dengan cara yang terasa berbobot; tapi kalo dibaca baik-baik… ternyata sama aja, STD!
  15. Ayo Buat Facebook-mu Menarik! Berisi pembahasan bagaimana mendaftar di Facebook, membuat dan mengelola profil Facebook, memasukkan foto dan video ke Facebook, mengirimkan hadiah ke teman, berjualan di Facebook, menambah aplikasi-aplikasi menarik.

Masih ada banyak buku-buku lokal lain yang berusaha sedikit terlihat cerdas dengan menyisipkan fokus atau penekanan tambahan pada ulasan Facebook-nya, seperti Bisnis Menggunakan Facebook, Facebook For Cari Duit, Panen Duit Pake Facebook, dsb… tapi rata-rata isinya sama standar juga.

Daftar di atas cuman sebagian kecil aja karena masih ada banyak banget judul lainnya yang gue liat tadi berjejalan di Gramedia (dan ngga bisa ditemuin online). Total jumlahnya berlipat-lipat ganda dibandingkan jumlah buku lokal yang mengungkit Facebook dalam bentuk wacana analisa, kebetulan gue cuma inget satu aja yang berjudul F-Marketing dari Media Ide. Kalau nanti ada yang niat, tolong masukin kata kunci ‘facebook‘ di komputer database Gramedia dan tolong kasih tau di sini ada berapa banyak judul terkait yang ada di sana.

Memperhatikan tren kelima belas judul buku di atas, mungkin ada yang kepikiran apakah jangan-jangan orang Indonesia gaptek?

Nope, sobat, orang Indonesia tidak gagap teknologi, karena kalau memang gaptek, then Facebook ngga bakalan bisa jadi tren sama sekali.

Jawabannya cuma satu: orang Indonesia goblok, titik. Matanya udah melek teknologi, tapi otaknya belum. Itu aja, simpel kok.


Udah cukup punya duit dan punya niat untuk ke warnet or langganan internet, tapi masih terlalu lemot untuk inget kalo internet SELALU punya jawaban untuk segalanya, apalagi untuk hal-hal yang sederhana. Kalau sama sekali tidak ada panduan berbahasa Indonesia yang mudah dimengerti, mungkin okelah kalau sampai perlu diterbitkan sejumlah buku yang menjawab kebutuhan itu.

Tapi pada kenyataannya, Google dan Yahoo selalu siap menuntun ke jalan yang benar karena ada ratusan blogger Indonesia yang udah pernah nulis tutorial Facebook dengan berbagai macam gaya penulisan dan tutur bahasa. Semua GRATIS!

Salah satu penerbit bahkan menuliskan promosi, “Buku ini disajikan dengan bahasan yang praktis, tidak bertele-tele…” Oh please… bisa yah LEBIH praktis dan LEBIH tidak bertele-tele dibandingkan dengan tutorial help dari situs Facebook sendiri? Hwarakadah!

Lagipula kalau tujuannya sekedar untuk iseng dan main, Facebook ngga sesulit itu sampai perlu baca buku manual!

Apa susahnya sih klik register, login, upload?

Dhuasar orang Indonesia guoblok. Ganyang Indon!

Dan setelah pegel ganyang-ganyang, ngga ada salahnya bergabung di Facebook Page Hitman System… 😀 Kalo ngga ngerti caranya, gampang ini dikasih tutorialnya gratis, ga perlu beli buku!

Tinggal pencet yang dilingkarin itu. Kegunaannya apa? Nanti aja liat sendiri… 😉

Anyways, ada intermezzo sedikit. Tadi selagi muter di Gramedia, gue ngeliat buku ‘biografi’ SBY yang berjudul Harus Bisa. Kaget… kenapa mirip banget yah ama slogan Obama “Yes We Can” ? Bukan cuman itu, warna bukunya juga. Bukan sekedar kebetulan ‘kan?

Karena iseng, gue coba googling untuk ngecek. Bener aja, ada banyak tulisan blog dan ulasan yang menyuarakan hal sama, seperti tulisan SBY Mau Meniru Obama dan Review Website SBY & Obama. Dan yang paling visual adalah gambar di samping ini dari blog ncplus. Klik untuk perbesar.

Intermezzo selesai.

So, kita udah sampai di ujung entri, jadi saatnya untuk berdiskusi:

  • Pernah beli buku lokal tentang Facebook? Jika ya, ada gunanya?
  • Orang Indonesia itu goblok, setuju atau tidak setuju?
  • Para penerbit itu goblok karena ga seleksi mutu buku, setuju atau tidak setuju?
  • Lex dePraxis itu goblok, setuju atau tidak setuju?

Jadilah penghujat dalam roh dan kebenaran…

Leave a Reply

  1. ehm… emang banyak sih buku2 begitu sekarang di toko buku. mungkin karena FB sedang ngetren, makanya buku tersebut bertebaran. kan sekarang yang penting adalah dimana ada pasar yang terbuka dengan lebar, disitu akan dimasuki.

  2. Pingback: Sillystupidlife » Blog Archive » Jeung, Tolongin Gue Dong…

  3. 1. Belum pernah beli. Belajar facebook, belajar bikin email, mungkin sama susahnya dengan belajar masak telor dadar. Kalo “bagaimana melatih ortu anda yang sudah lansia untuk membuat Facebook” gue masih maklum. Tapi panduan buku dasar tentang Facebook sampe jumlahnya 10 lebih ada di rak toko buku? Hehehe.

    2. Iya setuju. Orang Indonesia goblok. Lebih baik ngaku goblok tapi (kemungkinan) pinter daripada ngaku pinter tapi (kemungkinan) goblok

    3. Para penerbitnya lebih goblok lagi. Harusnya diberedel karena menggoblokkan kehidupan bangsa, hal tersebut melawan UUD ’45 *hahaha, gayaa*

    4. Lex goblok? Hehehe. Yang tersenyum mungkin tidak setuju. Yang menganguk … eh, anda menganguk ya? … Coba lagi mengangguk. Nah gitu donk 🙂 Hahaha.

  4. keep rock’in dude’!!

    smoga smua yg lu tulis bermanfaat(padahal gw yakin manfaat bgt buat MEMBANGUN indonesia yg…ehm …sorry………….GOBLOG!!!).
    Dan semoga indonesia ini gak….ehm……maaf bgt ya….skali lagi………..GOBLOG!!!
    INDONESIA!!!!!!
    berdo’a dimulai!!!!@#$@#^%&^+*_%:@=?)*(&^%#$(*&…
    AMIIEN

  5. Soal buku ini nurut gw sih itu hak nya yang bikin buku.. Sama hak nya yang beli buku.. Duit-duit dia juga.. Mau dipake apa juga terserah.. Tapi masih banyak juga kebodohan bangsa ini yang harus diberantas.. Gw ga mau nyebutin, tanya aja ke diri loe smua. Apakah anda sekalian masih GUOBLOK??

  6. @ silly
    good respon

    @manohara cantik
    orang indonesia harus santun – setuju

    @ ow
    Briliant advise

    LEX kok diem terpaku.. wakakkaakaka

    IS That all you goT?
    come on.. give me more

    AKAAKAWAKkakakaka

    regards

    Afis Ga praXIS

  7. well..saya setuju dengan pendapat saudara Fanda..tidak ada yang namanya goblok atau bodoh..yang ada adalah malas…dan para penerbit itu dengan jeli melihat peluang yang ada dan memanfaatkan kondisi pasar sehingga menerbitkan buku-buku tersebut…

    saya rasa tulisan Saudara cenderung ekstrim karena hanya melihat sisi buruk dari fenomena banyaknye bertebaran buku-buku panduan menggunakan facebook..cobalah Saudara pikirkan sisi positif dengan adanya buku-buku tersebut..demikian..terima kasih…

  8. Saya mewakili para penulis buku yang disebutkan, tidak setuju dengan tulisan Anda karena tampak tidak menghargai karya orang lain. Buku IT dan komputer memang banyak sekali yang berbentuk how to yang kesannya memang simple dan meaningless bagi user2 savy dan geeks. Tolong diingat saja, bahwa lebih banyak novice user di luar sana dan tidak semua orang berlatar belakang IT. Apalagi orang Indonesia masih dalam tahap pembelajaran dan hanya segelintir orang yang bisa menikmati canggihnya teknologi.

    Saya tidak merasa kita bodoh. Buktinya di negaranya sendiri ada seri buku for Dummies, bahkan Facebook for Dummies, http://www.amazon.com/Facebook-Dummies-Computer-Tech/dp/0470262737

    Ingat saja setiap hal bisa dilihat dari banyak sisi. Jadi, jangan persempit kacamata Anda dan menganggap Anda paling benar.

    Khusus untuk buku saya, Step by Step Facebook, Anda sendiri tidak mereviewnya dengan baik. Karena dalam buku saya ini juga menyebutkan bagaimana fb bisa digunakan untuk membantu promosi bisnis Anda. Saya juga menceritakan bagaimana sebaiknya pengguna bisa melindungi data privasinya.

    Jadi, menurut saya Anda tidak memiliki alasan kuat untuk pendapat Anda. Anda sendiri bahkan TELAH menghina bangsa sendiri dengan menulis pendapat yang kasar ini.

  9. Hmm ya, gw sering berharap buku2 di Indonesia bisa naikin bar-standard ilmu yang mereka bahas.. jadi bukan cuma sesuatu yang kira2
    copy-paste hasil search dari ‘google’ lah 😀

    We need more content 😀

  10. @ Lex: man….tenang man…tenang…tenang…daripada ngabisin energi untuk membicarakan facebook lebih baik kita membahas kenapa siaran dalam negeri kita di televisi semakin maknyuss…(baca:katro)

  11. tambahan : saking tololnya indon orang2 pinternya sampe keluar nyari ilmu karna ga dihargain di negrinya sendiri, gw ga benci sama orang2 indonnya, gw benci sama orang2 birokratnya yang HAUS DUID SAMA KEKUASAAN, pak ap lagh!!!fuck politik indon bangsat!!

  12. saya heran, anda orang pintar tapi kenapa tidak bisa menganalisis kenapa buku-buku itu bisa sampai ada.
    bukan masalah goblok atau gak, untuk masalah FB rata-rata para pemula yang harus dibantu untuk membuka FB adalah mereka para manajer, boss, pimpinan perusahaan, yang rata-rata berumur diatas 40 dan 50-an tahun. dan jangan menggeneralisasi.
    banyak juga bapak-bapak atau ibu-ibu yang ternyata lebih lebat dari anak muda soal fesbuk ini.
    mengapa banyak buku seperti itu? karena itulah yang mereka perlukan. mereka justru mungkin sudah paham betul strategi marketing, atau permasalahan sosial budaya sehingga tinggal bagaimana mengaitkannya dengan fenomena fesbuk itu.

  13. Pertama, siapapun anda, saya menghormati anda karena dari tulisan anda ini kelihatan sekali kalo anda Super-duper-jenius-abis.

    Kedua, ini era bebas khan?, mungkin anda ini teman baik saya di FB atau Plurk atau twitter. But since you talk about “ORANG INDONESIA”, means… you talk about me! So, I don’t really care, I speak what I like to speak, as you do on this article.

    Ketiga, saya cukup maklum kalau SEBAGIAN besar orang indonesia masih bodoh, tapi mengatakan bahwa ORANG INDONESIA GOUBLOK, ditambah kata-kata Guanyang Indon! membuat saya bertanya2… “ARE YOU REALLY INDONESIAN?”

    Coba melihat kebawah sebentar deh, jangan mendongak terus, takut kesandung kalo jalan.

    Ada banyak org yang tidak punya akses internet sebanyak anda, mereka ke Internet hanya pada waktu2 tertentu, jadi mereka tetap butuh buku panduan manual yang bisa mereka jadiin “kebetan” kalo pas berhadapan dengan komputer di warnet, jadi gak perlu terlihat tolol2 amat, terutama dihadapan orang2 spt kalian2 (org2 pinter, cerdas, terpelajar).

    Mereka juga bisa mempersingkat waktu, dengan memegang buku panduan, sehingga tidak memperlambat kerja koneksi internet mereka, ketika harus membuka window baru hanya untuk membaca tutorial.

    Mereka memang punya banyak keterbatasan, ya dana, ya koneksi, ya pengetahuan, lalu salah yah kalo mereka beli buku?. Salah kalau mereka juga ingin tahu apa itu FB seperti yang dicerita orang2…

    Anak2 ABG juga masih butuh bantuan sederhana spt buku2 manual ini. Dan dengan modal 20-40 rb saja mereka juga sudah bs beredar didunia maya tanpa terlihat tolol, itupun ternyata masih dibilang Guoblok oleh sebagian orang. Kalo kt kalian Mereka goblok, ya karena mereka emang belum pernah belajar ttg FB, jangankan FB… komputer aja mungkin gaptek, tapi karena lagi “HAPPENING”, mereka juga pengen tahu, gak dosa khan? Dan buku, merupakan alternatif murah yang bisa mereka pelajari dan turunkan ke adik2 mereka atau siapapun yg butuh panduan, tanpa harus buka tutorial yg ada di FB dulu.

    Salah yah kalo mereka belajar buku2 sederhana. Kadang orang kalo dah terlalu pintar suka takabur.

    Mengapa org masih saja bikin buku2 gokil, atau buku Inspiring, kalau di internet, mereka bisa dapetin semua, GRATIS PULAK?. Jawabannya, karena mereka tidak selamanya bisa konek ke Internte,… karena 1 jam di warnet sama dengan 10ribu rupiah, itupun belum cukup membuat mereka langsung bisa. 3 jam di Internet, sama dengan 30 ribu, dan mereka juga belum tentu bisa.

    Buku, bisa mereka baca dimana saja, kapan saja, dengan modal yang sedikit saja, dan bisa mereka berikan kepada adik atau sodara mereka yang juga gak sepintar kalian alias masih guoblok (menurut kalian).

    Terakhir…

    Forgive me if I have to say this, tapi anda membuat saya harus mengingatkan satu hal, jangan bawa-bawa AUTISME sekali-lagi disini, anda tahu rasanya menjadi orangtua autistik?????…. then I think you should read this article first!!!

    Salam hangat dari ORANG INDONESIA ASLI, yang tetep bangga jadi orang Indonesia,

    -Silly-
    http://sillystupidlife.com
    http://laurier.ngerumpi.com
    http://silly.blogdetik.com

    • gw setuju bgt sama kata kata lo . . . .
      jika memang benar kita ini goblok , toh gak ada salah.a bwat blajar dari buku2 yang menurut kalian “gak banget” .

      menurut gw orang2 GOBLOK itu adalah orang2 yang hanya bisa TIDUR DI DALAM RUANGAN KERJANYA , orang2 yang MEMBUDAYAKAN PLAGIATISME , dan ORANG ORANG YANG MEMBIARKAN ORANG LAIN TETAP GOBLOK !!!

  14. hohoho

    Dear all,

    kali ini gw setuju bgt dech yg namany LEX.

    cth postinganya
    – Lex dePraxis itu goblok, setuju atau tidak setuju? -ga setuju gw-

    si lex ini mantap dech, gw g bisa byk kata, kayaknya tulisannya saat ini mewakili byk pujian dari gw.

    Memang dari dulu tuch indonesia g pernah berubah, tapi mau bagaimana lagi, klo g gitu bkn indonesia namanya.

    Gw sampe ngakak muter2 kantor sambil megangin perut ngeliat gambar LANSIA yg diatas..

    Makanya HITMANSYSTEM moga2 g tambah ngeGOBLOKin orang2 indonesia yg menurut HS ini MASIH GOBLOK dengan masalah ROMANSA.

    Hs,
    Afis GAk Praxis

  15. Saudara oz105 yang merasa pandai….
    Tolong sebutkan nama lengkap anda, nama lengkap saudara anda, salah satu nama perusahaannya dan universitas apa yang ngasih dia gelar MBA.
    Ntar saya cek dan klarifikasi.
    Udah goblok bohong pula. Dasar Indosial!!!

  16. siapa sih lo? udah pinter ya bilang orang2 pada goblok?

    nggak semua orang bisa buka komputer.. sodara gue tajir abis, punya 4 perusahan besar, MBA dll..dan gue yakin otaknya beratus2 kalo lebih pinter daripada lo..

    tapi dia nggak bisa nge-facebook lo bilang goblok juga?

    goblok itu relatif..

    dasar tolol..

  17. mungkin Penggila facebooknya ngajakin gabung temannya pake cara STORY TELLING makanya di kejar-kejar bukunya sampe-sampe di katakan bodoh…. hahaha

  18. Ini yang nulis si Lex Hitman system ya? Tau situs amazon yang jual buku2 ga? Di luar negeri juga ada kali yang buat buku tentang facebook. No offence bro ^^

  19. Hmmm…Menurut gw sich sah-sah aja belajar menggunakan facebook..Ga ada salahnya belajar sesuatu yg berguna..Yg salah adalah cara mencari informasinya,ngapain capek2 ke gramedia kalo di internet aja ada!!
    Kesimpulannya kalau belajar facebook itu bodoh?Apakah belajar memikat wanita juga termasuk kategori bodoh??

  20. Lha wong orang indon bisanya kalo bikin buku panduan cuma membajak dari bagian help nya suatu program itu doang kok. Tinggal bahasanya diganti ama bahasa indo. Yang goblok tu ya yang nerbitin! Kok mau-maunya nerbitin buku buatanya orang goblok. Yang beli juga tambah goblok lagi dech. Mau aja beli buku gak guna kayak gitu.

    Nah mengenai goblok ato tidaknya Lex dePraxis itu tergantung mindsetnya si Lex sendiri. Apakah kau menganggap dirimu goblok? Apakah itu hanya sebuah “label” yang diberikan oleh masyarakat yang gak kalah gobloknya? Jawaban ada di tangan anda…

    Be glossy and don’t be goblok ok?

  21. 1. tidak pernah, males baca buku gak mutu. (pdhl yg bermutu jg jarang dibaca) emg ga gitu doyan mbaca 😀
    2 & 3. Org Indonesia & penulis2 itu emg goblok. tapi tidak semua ya (khus yg menjadi korban)
    4. LDP? gak kenal tuh, setuju aja deh 😛 orang bule ini.

  22. Mau ikutan diskusi:
    no.1: Ga pernah beli buku Facebook, ngapain lagi? kan cuma gitu2 aja make FB, nothing special

    no.2: wah gimana ya..mo bilang setuju berarti aku kan jg goblog, kan aku org Indonesia jg? Yg bener, ada yg goblog ada yg ga, tp rata2 malas berpikir! Malas pake otaknya, lbh suka org lain yg mikir dan tinggal nyontek aja.

    no.3: Penerbit justru org pinter, krn mereka melihat peluang rata2 org yg males mikir tadi. Maka, dibuatlah bermacam2 ‘contekan’ dan dijual..

    no.4: tergantung, mau ngaku jd org Indonesia apa gak??

  23. saya suka tulisan anda. hahaha Bravo!

    Saya juga terlambat sadar fenomena ini. Maklumlah, selama beberapa bulan terakhir, saya jarang masuk ke toko buku retail. Saya lagi suka hunting buku2 bekas. Begitu saya kemaren ke Pesta Buku Jakarta 2009, di Istora, astaga… sederet buku tentang Facebook itu tidak dijual hanya 1 penerbit saja, melainkan hampir semua penerbit berjualan buku2 itu juga. Saya cuma bisa tepok jidat.

    Jadilah penghujat dalam roh dan kebenaran… (amin!) 🙂

  24. huahahahahaha…….
    aneh-aneh aja emang kelakuan bangsa gw ni…
    selalu memegang teguh prinsip “Aji Mumpung”…
    gak penerbit, gak politikus, ga artis, ga rakyat biasa…

  25. Para penerbit itu goblok karena ga seleksi mutu buku, lebih setuju yang ini.. menurut saya para penerbit dan penulis itu terlalu meremehkan otak orang2 indo sehingga membuat buku2 seperti itu…

    bukan cuma di tema facebook di tema blog dan adsense pun terjadi hal yang sama..

  26. My Answer :

    – Belum pernah beli bukunya…

    – orang indo tuh pinter, tapi saking pinternya jadi bisa dibego-begoin, makanya kudu banyak praktek ketimbang teori…

    – Para penerbit itu pinter ngeliat peluang usaha dan pasar…

    – Lex dePraxis itu kok kayak pimpinan sekte ya??

  27. Untung tak satupun dari buku itu yang penulisnya adalah Yahya Kurniawan, ST :p
    Tapi biarlah Indon goblok, soalnya itu bisa menjadi penghidupan buat kami para penulis. Soalnya kalo nulis yang berat2, pasti kagak lakuuuu

  28. Nah itu pertanyaan sama yg gw pikirkan pas gw ke Gramedia dan menemukan bejubel banyaknya buku FB yg kontennya serupa..:)) Sebelum gw nulis buku F-Marketing aja, udah ada sekitar 10 buku. Gak tau sekarang. Terakhir gw ke Gramed udah makin banyak. Dan lagi2 isinya samaaa semua.. 😛

  29. Itu adalah kenyataan yang terelakan, kualitas SDM Indonesia memang di bawah rata-rata, namun yang jadi pertanyaan apa yg sudah kita berikan utk membuat saudara2 kita itu lebih pandai…