Senjata Terampuh Wanita Untuk Menaklukkan Pria – Part #1

Sudah lama sekali saya ingin menulis tentang hal ini, namun baru bisa kesampaian karena saya membutuhkan waktu cukup lama untuk menyusun tulisan ini agar pesannya dapat sampai dengan baik. Topik ini sangat penting buat saya pribadi dan terus terang membuat saya sedikit frustrasi, karena sepertinya sedikit sekali wanita yang mengerti hal ini.

Banyak permasalahan dunia romansa yang terjadi di sekitar kita dewasa ini timbul akibat ketidak mampuan wanita untuk mengerti dan menggunakan senjata terampuh mereka. Begitu banyak perceraian, putus cinta, patah hati, penderitaan, dan jutaan air mata tumpah akibat hal ini pula. Karena itu tulisan kali ini juga saya tujukan bagi para wanita.

Di jaman modern ini, peran wanita dan pria sudah begitu banyak berubah apabila dibandingkan dengan jaman kakek-nenek atau ayah-ibu kita dulu. Sekarang ini feminisme sudah begitu mengakar kuat di masyarakat kita membuat para wanita terpaksa menjadi seperti pria. Mereka dituntut untuk bisa mandiri, mengejar karir, pendidikan, kekayaan, dan dapat melakukan semua yang bisa dilakukan pria. Dan ini membuat wanita memasang harga terlalu tinggi dan tidak realistis sehingga mereka kesulitan mendapatkan pria berkualitas.

Tapi yang paling parah dari semua pengaruh feminisme itu, ironisnya, adalah hilangnya sifat feminin para wanita. Hilangnya sifat kewanitaan para wanita. Padahal justru hal ini adalah senjata terampuh Anda untuk menaklukkan pria manapun!

Para wanita, camkan hal ini: sifat feminin wanita adalah kekuatan yang paling besar di dunia ini. Jauh lebih kuat dari sifat maskulin pria yang paling jagoan sekalipun!

Di akhir tahun 1960, seorang pria bernama Arthur Bremer bertekad untuk membunuh Presiden Amerika Serikat pada waktu itu, Richard Nixon. Ia telah merencanakan hal ini selama 3 tahun lamanya. Dan hari itu dia pergi dengan tekad luar biasa dan semangat membara untuk menunaikan tugasnya.

Di tengah-tengah kerumunan orang ramai ia berjalan dan mendekati sang Presiden. Mengambil jarak yang cukup untuk menembakkan pistolnya. Dengan penuh keyakinan dan tanpa keraguan sedikitpun, ia memasukkan tangannya ke saku jas dan memegang erat pistol. Sebentar lagi ia akan membuat sejarah..

Tapi tak disangka seseorang menabrak lengannya.

Dengan penuh kemarahan karena konsentrasinya terpecah akibat gangguan tersebut, ia menoleh dan melihat seorang wanita. Seorang ibu bertubuh kecil mungil yang berkata padanya dengan lemah lembut, “Ohh! Maaf.. saya tidak sengaja.. apakah Anda baik-baik saja?”

Melihat sosok wanita yang begitu halus dan lemah lembut, penuh kasih sayang dan kepedulian, di detik itu juga Arthur Bremer mengurungkan niatnya membunuh sang Presiden. Karena ia tidak ingin sang wanita yang polos tersebut melihat sebuah pemandangan pembunuhan yang mengerikan. Ia tidak ingin wanita tersebut melihatnya melakukan pembunuhan yang sadis.

Ini adalah kisah nyata yang ditulis Arthur Bremer sendiri dalam buku hariannya, yang lalu diterbitkan dengan judul An Assasin’s Diary. Dan ini sudah menjadi kisah klasik untuk menunjukkan betapa kekuatan sifat feminin wanita bisa menaklukan pria yang paling sadis sekalipun.

Untuk menaklukkan pria manapun, wanita harus memiliki hal ini: sifat feminin.

Sifat feminin ini yang sangat jarang sekali saya temukan.

Sifat ceria dan percaya diri namun penuh cinta kasih, penyayang, penyabar, perawat, pengalah, menghargai orang lain, penuh simpati dan empati, halus dan lemah lembut baik dari pembawaan maupun tutur kata. Dan semua ini terlihat dan bisa dirasakan dari cara dia berpakaian, cara berjalan atau duduk, cara berbicara, caranya menyentuh, ah.. semuanya terlihat begitu anggun, gemulai dan cantik!

Sifat feminin yang saya temukan pada ibu saya, pada nenek saya, pada ibu guru SD saya, dan pada setiap wanita yang saya kagumi. Karena itulah maka dikatakan setiap pria akan selalu mencari sosok wanita yang seperti ibunya. Tapi sebenarnya, bukan sosok seperti ibunya yang dicari, melainkan sosok wanita yang memancarkan sifat feminin yang sama.

Masalahnya, di jaman ini, di mana setiap wanita ingin menjadi Carrie Bradshaw dan Paris Hilton serta menjadi seorang wanita super yang tidak membutuhkan pria , mencari wanita yang memiliki sifat feminin di atas itu seperti mencari jarum dalam tumpukan jerami.  Makanya wanita yang memiliki sifat feminin seperti itu sudah pasti menjadi rebutan setiap pria yang mengenalnya. Saya yakin para pria yang membaca tulisan ini pun akan mengangguk setuju..

Wanita yang memiliki sikap egois, kompetitif, kasar, selalu ingin mengatur dan memegang kendali, dan tidak butuh pria, akan menjadi wanita yang maskulin. Dan wanita yang maskulin hanya akan menarik pria-pria yang feminin, yang cengeng, tunduk pada wanita, tidak memiliki pendirian, terlalu sensitif dan emosional. Akibatnya Anda akan merasa cepat bosan dan ilfil. Karena memang pada dasarnya, naluri wanita membutuhkan pria yang maskulin yang dominan. Anda tidak bisa melawan kodrat Anda.

Kalaupun ada pria maskulin yang tertarik pada Anda, maka di dalam hubungan tersebut pasti terjadi perang perebutan kekuasaan. Karena pria maskulin tidak akan pernah tunduk pada wanita dan mengerti bahwa tugas seorang pria adalah menjadi pemimpin, tapi Anda ingin merebut peran tersebut. Karena itu Anda akan selalu berkelahi, bertengkar dengannya dan saling menyakiti. Saya yakin Anda pernah mengalami hal ini..

(lanjutkan ke halaman 2)

Leave a Reply

  1. Saya menyesal baru mengetahui dan menyadari feminisme, yang ternyata secara sadar atau tidak sadar diikuti oleh banyak wanita, termasuk calon mantan istri saya. Seandaianya saya mengerti hal ini sebelumnya, treatment saya ke istri saya akan jauh berbeda, saya tidak akan memaksakan segala sesuatunya sesuai keinginan saya dan mengabaikan keinginan istri saya sendiri.

    Saat ini istri saya menggugat cerai dan pisah rumah, dengan alasan mencari kenyamanan hidup, tidak mau dipusingkan dengan urusan rumah tangga, dan merasa mampu mengurus anak kami tanpa sosok suami, dengan kemampuan dan karirnya saat ini. Hal-hal tsb cocok dengan ciri-ciri feminisme.

    Seandainya saya bisa memperbaiki semuanya, saya akan rela melakukan apapun, menjadi laki-laki/suami seperti apapun asalkan istri saya bahagia. Saat ini rumah tangga saya hancur karena kesombongan dan keegoisan saya dalam segala hal, dan memperlakukan istri saya scara buruk, mengabaikan keinginan dan mimpinya.

    Saya gak peduli feminim, feminisme, maskulin dll, saya hanya ingin membahagiakan istri dan anak saya. Saya rela melakukan apapun demi kebahagiaan mereka.

    Rumah tangga saya hancur bukan karena feminisme istri saya, tapi karena perlakuan buruk saya terhadap istri saya.

    Jangan berharap bisa merubah seseorang sesuai keinginan kita, karakter tersebut tidak muncul dengan sendirinya, itu dibentuk sepanjang hidup mereka, yang paling penting itu memperlakukan orang lain di sekitar kita, memperlakukan pasangan hidup kita sebaik mungkin.

    jangan seperti saya, yang sudah gagal memahami pasangan hidup saya, dan menghancurkan masa depan keluarga kami.

  2. menjadi wanita feminin membuat pria berlaku sesukahatinya dan menjadikan wanita spt pembantunya, aku tidak ingin menikah karena aku tidak ingin dipusingkan dengan pria yang memberikanku kelelahan karena aku harus mengurusnya, aku hanya fokus membesarkan anakku yang nantinya akan mengurusku bila aku tua, bukan suami yang membuat aku lelah

  3. menjadi wanita feminin membuat pria berlaku sesukahatinya dan menjadikan wanita spt pembantunya, aku tidak ingin menikah karena aku tidak ingin dipusingkan dengan pria yang memberikanku kelelahan karena aku harus mengurusnya, aku hanya fokus membesarkan anakku yang nantinya akan mengurusku bila aku tua, bukan suami yang membuat aku lelah

  4. I really love reading this article. It just shows me what I have been wandering about what actually guys expect from ladies. I feel comfortable to be the way I am now. I am grateful to Allah for creating me being a woman and I wanna be a nice woman with the qualities of a feminine one and a muslimah who is salihah as well, amin.

  5. first of all kei, it’s really a great article!! kirain cuma wanita doang yang peduli soal feminisme. sifat feminim yg sejati, dll. =D banyak hal yg gw setujuin disini tapi banyak juga yg ngga karena tulisan ini bisa sangat multi-interpretasi. salah satunya karena ga ada penjelasan standarisasi persepsi terhadap paham feminisme.

    gw setuju saat seorang wanita sudah melupakan kodratnya sebagai wanita dengan memilih hidup sendiri merasa bisa bahagia tanpa pria dia salah. salah banget. bahkan wanita -yg ngakunya bisa hidup tanpa pria- tetep butuh pria pria dalam kehidupannya meskipun hanya untuk teman bersenang2, party, ngobrol, or maybe one night sex. ini menurut gw bukan kodrat wanita tapi kodrat manusia dimana diciptakan sebagai makhluk sosial yang ga mungkin bisa hidup sendiri. gw kenal banyak wanita yang memilih tidak menikah bukan karena dia menganut feminisme ga mau dikekang dll. tapi lebih karena merasa lembaga pernikahan dan status “menikah” sering kali merepotkan hingga akhirnya mereka memilih berkomitmen hidup bersama dengan pasangan tanpa status menikah. karena somehow di budaya timur terutama, menikah itu sering kali bukan cuma urusan sepasang pria dan wanita tapi keluarga-keluarganya sekalian juga dibawa2. bibit bebet bobot panjang. (bukan brarti keluarga kedua belah pihak dan segala hal bibit bebet bobot itu ga penting yah, jgn salah persepsi).

    selain itu seperti halnya segala sesuatu yang “terlalu” atau sudah menjadi garis keras bahkan cenderung fanatik itu seringkali tidak baik dan memicu pertengkaran (cthnya agama, faham, ideologi, dll) begitu juga feminisme. sehingga rasanya tidak adil bila feminisme garis keras yang dijadikan patokan disini. gw kenal banyak wanita yang menganut pandangan feminisme tetapi mereka tetap tidak melupakan kodratnya sebagai wanita. mereka mengejar karir, ya. mereka mandiri, ya. tapi apakah mereka merasa tidak butuh pria?, mereka tetap butuh. apakah mereka mendominasi pasangan mereka?, iya bila pria itu terlalu lemah, cengeng, manja, ga jelas arah dan tujuan hidupnya, tidak dapat diandalkan, dan berbagai sifat nyebelin lainnya bukan karena sifat tersebut buruk melainkan karena “terlalu”.
    gw rasa baik pria ataupun wanita sama2 ga suka kalau punya pasangan yang terlalu manja, terlalu egois, terlalu penuntut, terlalu sensitif, terlalu ini itu dll. bahkan menurut gw pribadi, terlalu baik juga nyebelin, karna ujung-ujungnya sering kali jadinya ga tegas dan bikin geregetan. itu semua karna 1 kata “terlalu”.

    salah satu penjabaran mengenai feminisme yang sangat gw suka itu adalah film karya nia dinata. judulnya pertaruhan. disana dia mengangkat mengenai keadilan gender. feminisme bukanlah berbicara mengenai dominasi dan tidak butuh pria dalam kehidupan wanita. dibandingkan dominasi atau penuntutan kesamaan hak antar pria dan wanita gw lebih suka mengatakan feminisme berbicara mengenai keadilan gender. dan keadilan gender sangat erat kaitannya dengan konstruksi sosial serta sejarah dan budaya.

    bukankah sangat tidak adil bila wanita dinilai berharga atau tidak hanya karena keperawanannya sedangkan pria ga ada yg pernah mempertanyakan dan ga penting juga bukan buat ditanyain keperjakaannya?

    bukankah sangat tidak adil saat wanita ingin mengecek kesehatan alat reproduksinya tetapi harus terlebih dahulu dengan persetujuan suami atau orangtuanya padahal itu badan bukan badan suami or ortunya?

    bukankah sangat tidak adil bila wanita hanya dijadikan layaknya barang bagi pria?dipamerkan hanya untuk meningkatkan pride pria. harus a b c d e supaya si pria bangga dan bisa memamerkannya ke rekan-rekan koleganya, sedangkan pria?sudahkah pria tersebut menjadi sosok yang membanggakan bagi wanitanya?

    like a battlefield dimana setiap orang memiliki perannya masing-masing, baik itu pasukan bertahan ataupun penyerang, gw rasa pria dan wanitapun harus seperti itu. semoga hitman system menghasilkan pria2 yg layak disebut sebagai pria yah.. sehingga wanitanya juga bisa menghargai dan menghormati mereka. bukan sekedar pria yg maunya wanitanya a b c d e f g h tapi ga menyadari dirinya sendiri belum layak untuk memiliki wanita dengan segala kualitas tersebut.

    wanita dan pria itu sama dalam berbagai hal. paling ngga ada 2 hal mendasar yg sama. sama2 punya pikiran dan sama2 punya hati. sama seperti pria punya ego dan bisa terluka, begitu juga wanita punya ego yang bisa terluka. jadi sebelum menuntut wanita harus a b c d e f g akan lebih baik kalau baik pria ataupun wanita refleksi kedalam diri sendiri terlebih dahulu. sudah pantaskah kita menjadi pasangan yang adil dan seimbang bagi pasangan kita?

    at the end quote yg sangat gw sukai. “men, women need love.. like you do.” =)

    • What a great comment…

      somehow… either man or women need to touch- to be touched, need to care..and BUTUH MENCINTAI DAN DICINTAI indeed!!!

      hanya butuh toleransi segede cakrawala bimasakti agaar langgeng ever after hihihihiii

      Cemungut

  6. Gue bangettt :D
    Hampir smua temen co gw akhirnya jatuh cinta sm gw even yg ud merried
    Padahal gw sdri ud merried, ribet jadinya

    Sukses deh koh, jaminan surga hehehe bantu banyak orang :)

  7. Enggak tuh…

    Saya sadar kebutuhan feminin itu, dan orang-orang di sekitar mengenal saya sebagai sosok yang demikian.
    Tapi nyatanya, yang dateng sih emang cowok maskulin, tapi pas mereka lemah aja.. x( ..pas butuh perhatian, butuh kelembutan.
    Begitu sudah baik-baik aja, tetep wanita cantik yang mereka buru coz bisa dibanggakan.^^ Mandiri, egois, judes, tukang perintah asal cantik pasti diburu.

  8. ko key met kenal ya….semua yang dijabarin disini betul…tapi kenapa selalu aja cowo itu sering menyakiti…kita sebagai cewe sudah tulus untuk sayang dan mencoba belajar mengerti…tapi ujung”nya cowo selalu menyia”kan ketulusan yang kita beri..meskipun sie cowo bilang kalo kita(sebagai pihak cewe)yang bisa ngertiin dia,tapi yang ada selalu berbuat salah yang diulang”…nga tau neh alesan dia kenapa begitu…sekedar untuk fun apa gimana…menurut ko key gimana tuh???thanks a lot ko key

  9. menurut saya pria cenderung lebih senang dengan wanita yang cerdar, yang berpendidikan atau dengan kata lain dengan wanita yang nyambung ketimbang hanya melihat dari aspek luar saja.
    kenapa demikian, karena dengan problematika kehidupan di era sekarang ini wanita bukan hanya nantinya berperan sebagai ibu rumah tangga, tapi lebih lagi sebagai pendamping, dalam arti fungsi pendamping yang bersifat memberikan saran, pertimbangan, masukan itu yang lebih dibutuhkan oleh seorang pria.

  10. Two thumbs up!!

    Feminim itu memang masalah sikap hati. Bukan masalah tampilan luarnya..ya itu plus2lah ya..

    Waktu wanita tahu fungsi dirinya sebagai wanita dan belajar melakukannya…Pasti menjadi seorang wanita yang feminim bukan hal yang mustahil sekalipun wanita itu wanita karir yang bekerja menjadi supir taksi, kenek bus, atau tukang jualan sayur keliling..Hahaha…

    Feminim bicara soal bagaimana seorang wanita seharusnya memperlakukan sesamanya. :D thx buat sharingnya.

  11. Mungkin aja apa yang diposting Kei betul juga. Dulu gw punya temen, pacaran lama. Ceweknya tipikal yang dominating… conya ga beda jauh. Suatu hari conya selingkuh sama temen gw yang lain… yang sebenernya klo diliat secara fisik “kalah” dari si cewek… Dan baru2 ini mereka akhirnya sampe nikah juga. Dulu bingung kenapa si co selingkuh ama cewek ini… tapi akhirnya gw ngerti pas baca artikel yg Kei posting karena si cewek selingkuhan punya sifat-sifat feminin yang ga dipunya ama si cewek.

    Tapi kembali case by case beda… mungkin mayoritas cowok emang punya pola pikir seperti ini juga. Kriteria feminin adalah cewe yang lemah lembut baik fisik maupun psikis. Yg submisisif.

    Mungkin yang kurang dari artikel ini, waktu cewek beneran jatuh cinta ama satu cowok, sifat-sifat femininnya bisa keluar dengan sendirinya yang bisa beda sekali dengan sifatnya sehari-hari.

  12. Nice share…
    Ak tersentuh sekali…merasa sebagai wanita neh karena dibutuhkan oleh pria…
    Just want to share, asli ak ga ngerasa diri ak cntik n seksi tp kata2 pertama yg keluar dr mulut mantan pacar ak(yg skrg udh jadi suami ak) ketika ngeliat ak pertama kali adalah “kamu cantik n seksi”…wow in what way??ak bingung….
    Tapi itulah cowo…asli pikiran ak awal ga kepikir merit…pengen jadi wanita karir, bs pergi kemana aja yg ak suka…tetapi takdir menentukan lain…ak harus menyandang jabatan istri n seorang ibu…(and I’m so proud to be a wife and a mom)…ternyata wanita yg diinginkan pria bukan yg bs segalanya…pinter segalanya, cantik n seksi fisiknya…tapi bagaimana wanita itu menunjukkan dirinya bahwa dia wanita, bs mengerti kodratnya sebagai wanita dan bs menghormati pria yg memang patut dihormati…

    so sweet, tq kei…jd bingung mo bilang apalagi jg hehe…you have told it completely all about woman mpe kt perempuan kdg jg bingung apa seh yg dimau cowo dr kt….

    Well done..
    GBu

  13. Saya bingung, jujur bingung.

    Kenapa lagi-lagi saya baca tulisan ini pun berbanding terbalik dengan apa yang saya hadapi disekeliling saya.
    Ada laki-laki yang ingin wanita berkarir, hakikatnya dulu wanita itu dapur, rumah, anak, suami. Katanya jaman sekarang sudah berbeda, jadi dituntut untuk berkarir (alasan : jaga-jaga jika suatu saat financial suami menurun atau suami meninggal lebih cepat)

    Ada juga laki-laki yang berpendapat, wanita jaman sekarang jangan terlalu tergantung dengan laki-laki, jadi harus bisa melakukan hal yang dilakukan suami (betulin genteng bocor & service motor maksudnya?)
    Ada memang laki-laki yang suka dengan wanita feminin, awalnya bilang suka, tapi akhirnya diputus, karena melihat yang lebih feminin (kurang bersyukur mungkin?atau disebut khilaf?).**contoh penyalahgunaan : dalam hal ini ada beberapa teman-teman laki-laki saya bilang “cewe gw nurut, cewe banget, jadi gw selow aja bisa lirik & punya cewe ga ketahuan, cewe gw kan lembut & pengertian, percaya sama gw**
    Ada juga laki-laki yang tidak suka wanita feminin (alasan : duit kebuang cuma buat urusan akhirat, dandan mulu, fashion mulu, shoping mulu, ikut trend, update terus)

    Ada juga laki-laki yang suka wanita tomboy (alasan : ga bikin repot, ga manja, luwes, bisa di ajak susah, hemat, so?)

    Saya juga menemukan wanita feminin tapi tidak bisa memasak, bahkan cenderung manja.
    Sulit memang ya, kalau feminin itu hanya terlihat sebagai casing saja..
    Semoga saja kita adalah bagian orang-orang yang tidak terlalu atau tidak sedikit pun memiliki sifat perfectionist.

  14. Wkwkwkwkwkw…. :D:D:D:D

    ya…. inilah artikel yang menjawab kenapa saya selalu Emosi kalo punya sahabat / temen cewek yang suka ngatur ngatur.
    aneh banget kalo ceweknya gak mau diatur tapi maunya ngatur mulu, putus dech…, :D:D:D xixixixi….,

    Huft, coba aja ya kei, seandainya cewe2 yang sexy yang suka pamerin liuk liuk tubuhnya ituh bersedia nyuci’in piring, pakaian, masakin sesuatu dengan pamer bentuk tubuh… owh… pastinya saya cuma bisa bilang kalo itu Wanita idaman saya… ha..ha..ha.. :D:D:D:D:D:D:P

  15. Can’t agree more.. :’)
    semua memang harus sesuai pada kodratnya..
    Saya tidak suka cowok kemayu sebagaimana saya benci cewek tomboi..
    Daripada mengeluhkan kenapa wanita yg harus cuci piring dan bukannya pria,bukankah lebih baik mensyukuri bahwa kita masih punya lelaki yg dicintai,yang bisa dicucikan piringnya. Begitu juga pekerjaan lainnya,itu bukan merendahkan wanita. Lelaki justru biasanya terpukau jika melihat wanita beres2, lipat baju, menyapu, ya kan?
    Saya tidak bodoh, saya bekerja, tapi yang jelas, saya seorang wanita :)

  16. itulah alasan kenapa banyak pria ingin mendapatkan istri yang seperti ibunya :D

    QUOTE :
    Tuhan b’kata:Ketika AKU m’ciptakan s’org wanita, ia diharuskan utk mjdi s’org yg istimewa.
    AKU m’bwat bahunya cukup kuat utk menopang dunia,namun harus cukup lembut utk memberikan kenyamanan.
    AKU m’berikan kekuatan dr dalam utk mampu melahirkan anak&menerima penolakan yg sering datang dr anak2nya.
    AKU memberi kekerasan utk membuatnya tetap tegar saat orang lain menyerah,&mengasuh keluarganya dgn penderitaan + kelelahan tanpa mengeluh.
    AKU memberi kepekaan utk mencintai anak2nya dlm tiap k’adaan,bahkan ketika anaknya b’sikap sangat menyakiti hatinya.
    AKU memberinya kekuatan utk m’dukung suaminya dlm kegagalannya & melengkapi dng tulang rusuk suaminya tuk melindungi hatinya.
    AKU memberi kebijaksanaan utk
    mengetahui bhw suami yg baik takkan pernah menyakiti istrinya,tapi kdng menguji kekuatannya & ketetapan hatinya utk berada di sisi suaminya tanpa ragu.
    Akhirnya,
    AKU memberinya air mata utk diteteskan.Ini adl khusus miliknya utk digunakan kapan pun ia butuhkan.
    Kau tahu Kecantikan s’org wanita bukanlah dr pakaian yg dikenakannya, sosok yg ia tampilkan atau bagaimana ia menyisir rambutnya.
    Kecantikan s’org wanita hrs dilihat dr matanya,krn itulah pintu hatinya tmpt dimana cinta itu ada.

  17. Wanita yang memiliki sikap egois, kompetitif, kasar, selalu ingin mengatur dan memegang kendali, dan tidak butuh pria, akan menjadi wanita yang maskulin. Dan wanita yang maskulin hanya akan menarik pria-pria yang feminin, yang cengeng, tunduk pada wanita, tidak memiliki pendirian, terlalu sensitif dan emosional. Akibatnya Anda akan merasa cepat bosan dan ilfil. Karena memang pada dasarnya, naluri wanita membutuhkan pria yang maskulin yang dominan. Anda tidak bisa melawan kodrat Anda.

    ini alesan yang bikin gw mutusin cewe gw yang nota bene “TOMBOY”
    sama sekali gak nyaman teman :)

    • Aku ingin menjadi feminin…. tp setelah semua keinginan ku tercapai, dimana keiginan ku saat ini menuntut ku untuk bersifat maskulin…. :)