Demi Ovum, Vagina, dan Buah Dada!

Jadi ceritanya hari Sabtu dan Minggu kemarin ini Hitman System untuk pertama kalinya buka kelas Lovable Lady lewat penawaran di Disdus. Sebelumnya Lovable Lady udah pernah berjalan tapi hanya dalam bentuk gathering di Jakarta, Bandung, Surabaya, Jogjakarta, dan Samarinda. Apa bedanya? Ya kalo di gathering isinya hanya duduk ngobrol  sharing santai aja, sedangkan kalau dalam kelas isinya adalah pengajaran yang vulgar dan frontal.. tapi tetap santai juga sih. 😀

So bagaimana responnya? Seru, sensual, dan meriah. Semenjak awal berdiri, Hitman System udah ngadain 85 kali workshop untuk pria dan lebih dari 20 kali seminar untuk pria, tapi ga satu pun dari puluhan kelas pria itu bisa ngimbangin keseruan  dari kelas wanita.

Gimana serunya nih? Saya jabarin deh..

Pertama, saya jadi sangat semangat ngajarnya karena pesertanya enak-enak diliat! =)) Bayangin aja selama ini saya udah ngajar lebih dari 2000 pria dengan ribuan variasi muka tajam persegi kotak-kotak yang sungguh menyakitkan mata. Jadi ketika 29 September 2012 kemarin saya dihadapkan dengan puluhan ladies di Sacred Room lantai tiga kantor Hitman System, saya.. merasa.. sungguh.. rileks.. dan.. bahagia. Saya yakin ketika Kei mengajar di keesokan harinya, dia juga merasakan hal yang sama. 😀

Kedua, saya merasakan dinamika sosial yang sangat berbeda. Ketika mengajar kelas pria, saya seperti masuk medan pertempuran berhadapan dengan mereka yang berteriak, “MANA, BERIKAN APA YANG KAMI BAYARKAN, KEPARAT!!!” sambil memukul-mukul dada. Sementara ketika mengajar kelas wanita, saya seperti naik ke atas ranjang mendekati mereka yang sedang berbaring berbisik manja, “Aku.. sudah.. menunggumu.. dari tadi.. Lexy..” sambil memainkan rambut. 🙂

Dalam banyak kesempatan saya juga mengajar di kelas yang unisex, seperti di Indonesia NLP Summit besok, nah ini juga berbeda dari dinamika mengajar di kelas wanita-saja. Bulan April lalu saat mengajar kelas wanita di peringatan hari Kartini, saya pun merasakan keunikan yang serupa. Aura kelas pria begitu konfrontatif, sehingga kegiatan pengajaran lebih bergaya debat dan dekonstruksi masalah. Sementara aura kelas wanita begitu seduktif, kegiatan pengajaran terasa seperti acara malam dansa dimana saya dan para ladies bergiliran, bergantian berdialog bercumbu rayu tentang pemahaman cinta yang memuaskan hati dan jiwa.

Ketiga, hampir mirip dengan poin kedua, saya jadi terkondisikan memakai gaya bahasa yang agak berbeda. Di kelas pria, saya menggunakan bahasa yang tajam, melukai, dan menampar bolak-balik. Sementara di kelas wanita, saya secara otomatis jadi mengeluarkan bahasa yang manis, menyentil, dan nackal. Kurang lebih hampir mirip dengan perbedaan gaya ucapan saya di Twitter dibanding gaya ucapan saya saat melayani konsultasi di radio dan televisi. Yang sering nyimak, pasti bisa ngeliat perbedaannya.

Keempat, kesempatan bisa mengajarkan tentang ovum, vagina, dan buah dada kepada puluhan pemilik ovum, vagina, dan buah dada sekalipun saya tidak memiliki ovum, vagina, dan buah dada adalah sebuah keindahan yang sungguh, sungguh, sungguh ilahi. Selain itu, menarik sekali bahwa kadang para wanita justru kurang mengerti dan kurang nyaman dengan cara-cara menghargai seksualitasnya. Saya merasa sedih setiap kali berdialog dengan ladies yang mengaku tidak ingin merasa seksi, atau tidak  berani mengapresiasikan keseksiannya karena tekanan norma dan tabu sosial. Demi ovum, vagina, dan buah dada.. saya sulit jelaskan betapa geramnya saya ingin meng-kamehameha setiap keluarga, pemimpin agama, dan patron masyarakat lainnya yang sungguh menyulitkan kaum wanita itu.

Kelima, dugaan saya semakin terbukti: makin ke sini makin banyak wanita cerdas yang merasa ada yang salah, melenceng, atau tidak tepat dengan semangat dan pekikan gerakan feminisme. Para peserta kelas terlihat tidak nyaman dengan berbagai kecaman dan tuduhan miring terhadap kaum pria. Ya memang ada pria-pria bangsat bajingan yang suka merendahkan dan menginjak-injak wanita, tapi jumlahnya hanya segelintir. Sebagian besar pria memiliki nilai dan kecerdasan untuk menghormati wanita, sebagaimana ditekankan dalam setiap kelas pria di Hitman System.

Jadi ketika kemarin dalam kelas wanita saya mengungkap definisi a lovable lady, yaitu a fully educated, equipped, and effeminate female in the science and art of romance, mereka semua terlihat rileks lepas sekaligus antusias karena mereka tidak lagi perlu memaksakan diri sesuai dengan ideologi feminisme yang pahit kecut terhadap dunia dan pria. Saya percaya wanita tidak perlu empowered seperti yang disuarakan para wanita maskulin, karena wanita sesungguhnya sudah sangat kuat (dan bahkan lebih kuat daripada pria).. wanita hanya perlu lebih teredukasi, terfasilitasi, dan terwanitakan untuk menggunakan energi femininnya secara maksimal.

Keenam, melihat senyum dan mendengar  tawa seorang wanita saja sudah luar biasa.. apalagi menikmati puluhan yang terjadi sekaligus berbarengan! Sesungguhnya Tuhan hadir jika ada dua atau tiga wanita tertawa (klik untuk tweet ini!). Amin.

Ketujuh, saya jadi bisa menyelami arti kecupuan dalam dimensi yang berbeda. Maksudnya gini.. coba bayangkan seorang pria yang belum pernah pacaran, grogian, sulit ngobrol lepas, ribet urusan PDKT, dsb. Apapun yang terbayang, jika kamu akhirnya ketemu beneran dengan salah seorang pria yang demikian, biasanya lumayan persis ciri-cirinya dengan bayangan itu.

Sekarang coba bayangkan seorang wanita yang belum pernah pacaran, grogian, sulit ngobrol lepas, ribet urusan PDKT, dsb. Nah apapun yang terbayang oleh kamu dan saya, itu ternyata tidak bisa ditemukan pada para peserta kelas Lovable Lady. Mereka semua terlihat cantik, menarik, dan indah. Tidak dekil, tidak bau, tidak kusam, dan tidak ada satupun makhluk yang terlihat bagai kegagalan evolusi seperti biasa terlihat di kelas pria.

Jika kamu berada di kelas itu, kamu akan bingung kenapa mereka ada di sana. Bukan cuman saya saja yang bingung, karena sejujurnya saya melihat para ladies itu juga kebingungan saling memperhatikan satu sama lain, seolah sambil bergumam, “Lha, secantik elo ngapain perlu ikut beginian?!” Pelajaran penting nih: kecupuan cowok itu sangat visual frontal, tapi kecupuan cewek itu.. hmmm.. sebut saja.. sulit terdeteksi dan cukup kamuflatif (klik untuk twit ini!). 🙂

Jujur, masih ada beberapa poin-poin lainnya, tapi saya simpan dulu ya.. karena kelas Lovable Lady memang masih tersisa dua jadwal lagi: 13 dan 14 Oktober 2012. Jadi saya mungkin akan tambahin lagi poin blog ini setelah kedua kelas itu berakhir. Saya merasa sangat bangga bahwa Hitman System akhirnya juga menyuarakan pekik revolusi romansa bagi para wanita di seluruh pelosok Indonesia. Nantikan aja apinya menyulut ke kota-kota kamu segera.. 🙂

UPDATED! Sesuai dengan janji saya di atas, berikut adalah poin-poin tambahan setelah menyelesaikan kelas 13-14 Oktober kemarin.

Kedelapan, cewek seneng untuk anggap masalahnya super unik beda sehingga males ga mau mencerna jawaban yang diberikan pada pertanyaan serupa-tapi-beda-tipis dari orang lain,  Akibatnya ada tiga: (1) jadi banyak yang nanya isu/kondisi yang sama berulang kali, atau (2) pulang dengan kecewa karena ngerasa kasus uniknya ga dibahas dan akhirnya ga tahan trus nanya deh via Direct Message, atau (3) ngerasa nge-drop stress berat karena masalahnya yang ‘super unik’ itu ternyata ‘terlalu sulit’ sehingga ‘tidak bisa dijawab’ oleh saya di kelas. 😀

Kesembilan, cewek menganggukkan kepala itu seringkali bukan konfirmasi bahwa dia mengerti apa yang sedang dibicarakan. Saya ngajar di 3 kelas Lovable Lady dan hadir 1 di kelas sisanya (yang diajarkan oleh Kei), dan saya belajar bahwa anggukan para ladies tidak perlu dianggap serius. Oh ya, itu juga berlaku untuk senyuman mereka. Senyuman wanita bukan penanda pemahaman apalagi persetujuan.. catat itu wahai pria!

Kesepuluh, jaim jaim jaim. Ternyata konsistensi cewek dalam bidang kejaiman memang sungguh luar biasa.. bukan cuma ketika lagi pendekatan gebetan, tapi juga saat sesi pelatihan, saat tanya jawab, saat sesi makan siang, saat foto-foto’an, dst. Dan kejaiman itu semakin melambung tinggi ketika mengetahui yang ngajar adalah orang keren seperti saya. Mungkin bagi cewek, jaim sampai mati adalah salah satu rahasia pesona diri (klik untuk twit ini!).

Kesebelas, cewek sepertinya sulit belajar untuk waktu yang lama. Secara durasi, kelas cowok total 20 jam, dan kelas cewek total 4 jam. Di pelatihan, para gentlemen biasanya makin semangat bertanya sehingga sulit dusuruh pulang.. sementara para ladies baru di jam ketiga saja sudah banyak yang terlihat lemah layu. Mungkin karena lelah ‘dipaksa’ untuk memutar otak dan berpikir di sepanjang kelas, atau mungkin juga karena itu pas siang hari jam untuk bobo.

Tapi dugaan saya ini sih karena para ladies  duduk pasif diam saja di sepanjang pelatihan, makanya setelah satu dua jam jadi merasa jenuh. So saran saya buat para ladies yang mau ikutan kelas Lovable Lady, istirahat yang cukup di hari sebelumnya dan juga aktiflah bertanya atau bahkan mendebat apa yang saya/Kei/Jet ajarkan. Situ udah bayar lho, so boleh kok bikin kita kerepotan dikit untuk ngejawabin pertanyaan.

Keduabelas, cewek juga kayaknya agak kurang terbiasa mencerna konsep jadi resep. Di dunia ini ada segudang informasi ngupas pertanyaan, “Bagaimana?” yang berisi berbagai cara, trik, tips, dan tehnik. Itu adalah bahasan basi dari ribuan buku, majalah, talkshows, orangtua, teman, dan motivator kalengan. Kesuksesan Hitman System selama ini adalah karena kami selalu berfokus pada landasan berpikir (paradigma & mindset) saintifik revolusioner untuk menjawab pertanyaan konsep, “Kenapa?” bukannya ngeribetin pertanyaan resep, “Bagaimana?” itu. Makanya artikel-artikel kita selalu bersifat mengupas, mengelaborasi, dan juga menusuk hati.

Konsep berbicara tentang ide, resep berbicara tentang bagaimana melakukannya. Saya beri contoh nih: Konsep adalah Pencitraan Yang Menarik, salah satu resepnya adalah Pake Warna Terang. Konsep adalah Be Your Best Self, salah satu resepnya adalah Ga Ngebandingin Diri Dengan Orang Lain. Konsep adalah Mencintai Diri Sendiri, salah satu resepnya adalah Tinggalin Teman Yang Ga Suportif. Ngerti ‘kan?

Nah di kelas Lovable Lady, saya ngejabarin kenapa pria mudah banget terpancing keindahan, kenapa inisiatif itu ga berarti agresif, dan ratusan konsep penting lainnya. Unik sekali karena setelah semua ladies mengaku dengan mulut dan tubuhnya bahwa mereka mengerti, tiga puluh menit kemudian mereka membombardir dengan pertanyaan, “Gimana cara bikin pria tertarik?” dan “Gimana cara supaya ga keliatan agresif?”

Seolah ada sekat pembatas antara mengerti-konsep dan  menarik-kesimpulan-tentang-apa-yang-harus-dilakukan. Akibatnya kelas wanita terpaksa jadi molor 1,5-2 kali lebih lama dari waktu yang sudah direncanakan. Karena setelah menjabarkan konsep, saya masih harus panjang lebar menjabarkan lagi cara mengaplikasikannya ke dalam dunia nyata. Hal ini jarang terjadi di kelas pria, dan jujur ini adalah fenomena yang baru saya sadari setelah menjalankan kelas wanita.

Sekian lah curcolan saya tentang pelajaran-pelajaran unik yang saya nikmati sewaktu mengajar kelas Lovable Lady kemarin. Jakartan ladies, kalo kamu udah beli voucher-nya, siapkan diri kamu untuk sebuah tranformasi fantastis yang benar-benar di luar dugaan. Sementara buat ladies yang juga berminat, sekarang sudah dibuka lagi.. klik aja langsung di sini!

Demi ovum, vagina, dan buah dada.. inilah waktumu, ladies, bangkitlah!

 

Salam revolusi,

Lex dePraxis
 Twitter  Facebook


46 Responses to Demi Ovum, Vagina, dan Buah Dada!

  1. saya sudah beli yang di disdus pas tgl 29 sep 2012 nya saya lembur
    saya konfirmasi dan di janjikan ama mb nya akan di ikutkan kelas Lovable Lady tp sampai sekarang engk ada konfirmasi ulang lg huaaa.huaaa.huaaa
    saya pingin ikut

  2. Pingback: Lovable Lady coming very soon.. | Romantic Renaissance

  3. i love your brain, hehehehe

    beruntung ya indonesia punya warga negara sepertimu, lex.
    moga aja pencerahanmu gak cuma di jakarta tapi bisa mendunia,amen!

    selamat berjuang!!!

  4. lex mau nanya nih maksudnya apa yah maksudnya kata( tidak berani mengapresiasikan keseksiannya arena keluarga pemimpin ,agama ,lingkungan masyarakat).apakah wanita yang pakaiannya tertutup harus disuruh terbuka biar sexski atau apa .

  5. Demi ovum, vagina, dan buah dada.. Saya sungguh amat sangat menyesal sekali karna tidak bisa ikut; saya sangat berharap saya bisa ikut, tapi saya tau pengharapan saya hanya akan berbuah pada kekecewaan yang luar biasa dalam (dan familiar).

    So…. I’ll just sit back and take a deep breathe and have some faith that the me in parallel universe has joined the class and will join all of the coming classes.

    I wish the very best for you and team, Lex! *huggies*

    -Rz

    Nb. You’re awesome! As ever!

  6. Tips romansa dari hitmansystem nggak perlu diragukan lagi. Artikel HS mengajarkan gw bagaimana bermain bersama wanita, bukan mempermainkan wanita. CMIIW. Sukses buat Hitmansystem

  7. Okay Lex. Gw ngereview, review lo ya. First of all, lo emang analis yang baik. 4 jempol gw buat lo. Second, kalo gw jomblo, ntah gw cewe ato cowo, gw akan ikut kelas lo. Third, you’re as naughty as ussual. 😀

    • Thank you for the kind words, bro.. but remind me not to accept your application to join my class, cos a man of your quality won’t need anything from me. 🙂

  8. haha.. gw ikut kelas yg tgl 29 tuh.. and it’s so true..gw juga sempet bingung ngeliat beberapa cewe yg hadir di sana.. dalam hati mikir.. “loh emang situ kurang apa? bukannya udah cakep ya?” hehehe.. tapi itulah.. emang kecupuan cewe itu sulit terdeteksi kok :p

    • Yoi, sulit dideteksi orang lain, bahkan sang wanita itu sendiri juga kadang suka ga ngerti cupunya dimana. 🙂 Anyways, selamat mengasah kepribadian kamu, dear!

    • Lara, berikut adalah deskripsnya, terambil dari halaman di Disdus:

      BEING A LOVABLE LADY – Modern Secrets On Attracting & Keeping Your Ideal Man
      Sebuah kelas yang santai, menyenangkan, dan edukatif bagi setiap wanita yang ingin menikmati hubungan cinta idamannya. Anda akan melipatgandakan pengetahuan di dunia cinta, mulai dari cara perkenalan, memancing perhatian dan pendekatan, pencitraan diri, manajemen kencan, mengatasi konflik, hingga akhirnya tips-tips menjalani hubungan cinta yang bebas luka dan derita. Baik Anda single (melajang) atau sudah memiliki kekasih (pacaran dan menikah), ini adalah kesempatan Anda untuk jadi wanita yang berkelimpahan cinta!

      Kelas durasi 4 jam ini akan menjawab dan membahas tuntas hal-hal berikut:
      – Bagaimana menjadi wanita yang disukai oleh pria?
      – Bagaimana menjadi wanita yang mencintai dan dicintai?
      – Bagaimana melakukan PDKT tanpa perlu ada resiko disakiti?
      – Bagaimana menarik perhatian pria tanpa jadi norak atau agresif?
      – Bagaimana menguasai 6 perilaku wanita yang sangat menawan hati?
      – Bagaimana memahami apa yang diinginkan oleh pria dalam hubungan?
      – Bagaimana menjalani hubungan cinta agar tetap sehat, serasi, dan sukses?
      – Bagaimana menjadikan perbedaan / konflik sebagai alat pemersatu hubungan?

  9. “Mereka terlihat cantik, menarik, dan indah. Tidak dekil, tidak bau, tidak kusam, dan tidak ada satupun makhluk yang terlihat bagaikan kegagalan evolusi seperti yang biasa terlihat di kelas pria.” bwakakakakakak seancur itu ya cowo-cowo yang ikut HS?

    • Ya ada sebagian kecil yang kadang ‘terlihat benar-benar hancur’, kebanyakan peserta pria hanya terlihat kurang terpoles rapih. Tapi sangat berbeda dengan kelas wanita yang semuanya sudah enak dilihat. 🙂

    • Untuk sementara ini belum ada kepastian tanggal berikutnya, namun yang pasti adalah harganya akan lebih tinggi daripada yang sekarang. Fashion termasuk materi yang diajarkan, karena salah satu faktor penting dalam menjadi Lovable Lady.

    • Bukan cuma tidak keberatan, mereka justru sangat menikmatinya. Alasannya adalah karena kebanyakan wanita sudah jenuh mendengar komentar dan nasihat dari sesama wanita yang cenderung sama begitu-begitu saja. Mereka butuh penjelasan yang lebih nyata, keluar dari mulut para pria sendiri. Itu sebabnya kelas Being A Lovable Lady mendapat banyak sambutan positif.

Leave a Reply