Facebook: ternyata orang Indonesia goblok!

Para tetangga kita di Malaysia pasti menyenangi judul entri ini. 😀 But nope gue ngga mau ikutan ribut dengan isu Indon vs Malingsia yang sempat ramai tempo hari, malah kalo ngga salah masih terus berlanjut sampe sekarang.

Aneh banget, kita adalah negara yang sudah merdeka, total mandiri dan lepas landas (hahaha, jadul banget nih istilah!)… lantas kenapa kita masih perlu bantuan orang dari negara lain untuk menghina bangsa sendiri?

Kita sudah dewasa, sepantasnyalah kita tidak manja dan bisa melakukan hal itu sendiri!

Bangun wahai pemuda-pemudi Indonesia, tidak malukah kita membiarkan bangsa lain mengambil apa yang sudah menjadi hak kita? Menjelang dirgahayu Indonesia ke-64 dalam satu bulan ke depan ini, kita wajib berdiri tegak, membusungkan dada untuk merebut kembali hak tersebut: marilah kita mengejek, memaki, menyumpah serapah dan menginjak-injak martabat bangsa kita sendiri sebanyak mungkin agar negara-negara lain terpaksa diam gigit jari karena habis tidak punya sisa bahan hujatan lagi.

Dan ijinkan gue jadi orang yang pertama melakukannya.

Ternyata orang Indo goblok… karena main Facebook aja sampe perlu buku panduan.

Tadi sore gue mampir ke Gramedia untuk sekedar ngeliat tren buku-buku baru yang lagi beredar. Betapa terkejutnya gue ketika ngeliat berderet-deret buku tentang Facebook.

indonesia goblok facebookWell, sebenarnya hal itu sendiri tidaklah aneh ataupun bodoh karena wajar saja jika para penerbit berlomba-lomba mencari profit dengan mengangkat salah satu segmen budaya yang sedang happening banget. Kata ‘Facebook‘ berhasil menjaring 31 buah judul buku di Barnes & Noble dan 106 buah judul buku di Amazon.

Yang menjadi aneh adalah ketika gue merhatiin secara detil judul dan isi konten dari buku lokal yang beredar di Indonesia: kebanyakan adalah sekedar membahas bagaimana cara menggunakan Facebook!

Amazon dan Barnes & Noble memang punya jumlah koleksi yang lebih gila banyaknya, tapi sekitar 80%-nya adalah buku-buku yang berisi analisis tren Facebook dari segi budaya, ekonomi, bisnis, teknologi, dsb (The Facebook Era, Facebook Marketing, The Founding of Facebook A Tale of Sex, Money, Genius, and Betrayal, Facebook Marketing Bible, What The Church Can Learn From Facebook, The Phenomenon Of Facebook Status, dsb ) serta tutorial Facebook tingkat-lanjutan untuk para developer dan hacker (Facebook Cookbook, Facebook Markup Language Fundamentals, Facebook Application Development, Developing Facebook Platform, Facebook API Guide, Facebook Advanced 2.0, dsb).

Tapi tidak demikian di negara kita yang tercinta ini.

Orang Indonesia ternyata sebegitu payah, dungu, dan menyedihkannya sehingga kita butuh segudang buku cetak tentang korelasi Facebook dengan gejala autisme membuat aplikasi Facebook kinerja Facebook dalam kampanye politik tehnik mengembangkan third-party software Facebook strategi mengalahkan popularitas Facebook panduan dasar menggunakan Facebook!

Lihat saja judul-judulnya.

  1. Tips & Trik Facebook. Berisi pembahasan cara menemukan teman lama, memberikan informasi terupdate tentang diri, memposting dan memberikan komentar atas tulisan, foto, atau video teman, membuat grup berdasar hobi, serta memanfaatkannya untuk bisnis.
  2. Panduan Cepat Menguasai Facebook. Berisi dasar-dasar penggunaan facebook, pembuatan grup, pembuatan halaman kelompok penggemar, dsb.
  3. Gaul Ala Facebook Untuk Pemula. Buku ini akan memandu kamu dari cara membuat account baru sampai cara bergaul di Facebook. OMG!
  4. Gaya Gaul Anak Muda Dengan Facebook. Judulnya, oh double OMG!!
  5. Mau Gaul? Mau Sukses? Pakai Facebooks! Berisi cara pengoperasian website jejaring sosial tersebut agar tidak akan lagi merasa canggung. Duh please!
  6. Add Me On Facebook. Berisi cara menggunakan layanan e-mail, comment, show profile, game, ngisi kuis, dan upload foto.
  7. Berteman & Berbisnis Lewat Facebook. Berisi cara mendaftar ke Facebook, melakukan konfigurasi utama, merombak tampilan facebook sehingga lebih menarik, teknik jitu menambah teman-teman Anda dengan cepat, dilanjutkan dengan teknik promosi efektif.
  8. Facebook Untuk Semua Orang, Untuk Semua Urusan. Berisi tentang cara menggunakan berbagai fasilitas dari Facebook yang membuatnya menjadi sangat terkenal seperti memanfaatkan coretan dinding (wall), berbagi foto, chatting, berbagi video, bermain games, dan menambahkan aplikasi.
  9. Pake Facebook: Gaya Loe… Maximal! Judul oh judul triple OMG!!!
  10. Seri Penuntun Praktis Facebook. Berisi tentang cara bergabung, mencari teman, membentuk sebuah grup, upload foto video, menambahkan aplikasi sesuai selera.
  11. Step By Step Facebook. Berisi pembahasan mengelola profil, menambahkan foto dan video, mencari teman, menambahkan aplikasi, bergabung dengan grup-grup komunitas, mengirimkan pesan, chatting, dll.
  12. One Stop For All Facebook. Berisi pembahasan mencari teman di Facebook, upload foto dari ponsel, menggunakan fasilitas Facebook untuk berpromosi, berkomunikasi asyik di Facebook.
  13. Panduan Praktis Mengoptimalkan Facebook. Berisi pembahasan cara menandai dan berbagi foto, menemukan teman lama, mengingat kembali momen yang terlupakan, sekaligus mengomentari foto tersebut, chatting, membuat notes, bermain games, mengabarkan aktivitas terkini, upload foto, dan mengoptimalkannya untuk keperluan bisnis.
  14. Menjadi Terkenal Lewat Facebook. Berisi pembahasan kelebihan Facebook, cara mendaftar Facebook hingga melakukan verifikasi akun, mengelola Data Diri yang meliputi pengisian data diri, visualisasi profil,dan penataan halaman profil, melakukan Komunikasi dengan Facebook yang meliputi memberi testimonial, berkirim pesan dan komunikasi dengan fungsi chat, membuat album foto  dan mengelola album serta foto yang sudah diupload kedalam profil, blogging dalam Facebook yang meliputi cara menulis note, melakukan format penulisan serta menerbitkan catatan tersebut. Judulnya sih canggih, bahkan daftar isinya juga ditulis dengan cara yang terasa berbobot; tapi kalo dibaca baik-baik… ternyata sama aja, STD!
  15. Ayo Buat Facebook-mu Menarik! Berisi pembahasan bagaimana mendaftar di Facebook, membuat dan mengelola profil Facebook, memasukkan foto dan video ke Facebook, mengirimkan hadiah ke teman, berjualan di Facebook, menambah aplikasi-aplikasi menarik.

Masih ada banyak buku-buku lokal lain yang berusaha sedikit terlihat cerdas dengan menyisipkan fokus atau penekanan tambahan pada ulasan Facebook-nya, seperti Bisnis Menggunakan Facebook, Facebook For Cari Duit, Panen Duit Pake Facebook, dsb… tapi rata-rata isinya sama standar juga.

Daftar di atas cuman sebagian kecil aja karena masih ada banyak banget judul lainnya yang gue liat tadi berjejalan di Gramedia (dan ngga bisa ditemuin online). Total jumlahnya berlipat-lipat ganda dibandingkan jumlah buku lokal yang mengungkit Facebook dalam bentuk wacana analisa, kebetulan gue cuma inget satu aja yang berjudul F-Marketing dari Media Ide. Kalau nanti ada yang niat, tolong masukin kata kunci ‘facebook‘ di komputer database Gramedia dan tolong kasih tau di sini ada berapa banyak judul terkait yang ada di sana.

Memperhatikan tren kelima belas judul buku di atas, mungkin ada yang kepikiran apakah jangan-jangan orang Indonesia gaptek?

Nope, sobat, orang Indonesia tidak gagap teknologi, karena kalau memang gaptek, then Facebook ngga bakalan bisa jadi tren sama sekali.

Jawabannya cuma satu: orang Indonesia goblok, titik. Matanya udah melek teknologi, tapi otaknya belum. Itu aja, simpel kok.


Udah cukup punya duit dan punya niat untuk ke warnet or langganan internet, tapi masih terlalu lemot untuk inget kalo internet SELALU punya jawaban untuk segalanya, apalagi untuk hal-hal yang sederhana. Kalau sama sekali tidak ada panduan berbahasa Indonesia yang mudah dimengerti, mungkin okelah kalau sampai perlu diterbitkan sejumlah buku yang menjawab kebutuhan itu.

Tapi pada kenyataannya, Google dan Yahoo selalu siap menuntun ke jalan yang benar karena ada ratusan blogger Indonesia yang udah pernah nulis tutorial Facebook dengan berbagai macam gaya penulisan dan tutur bahasa. Semua GRATIS!

Salah satu penerbit bahkan menuliskan promosi, “Buku ini disajikan dengan bahasan yang praktis, tidak bertele-tele…” Oh please… bisa yah LEBIH praktis dan LEBIH tidak bertele-tele dibandingkan dengan tutorial help dari situs Facebook sendiri? Hwarakadah!

Lagipula kalau tujuannya sekedar untuk iseng dan main, Facebook ngga sesulit itu sampai perlu baca buku manual!

Apa susahnya sih klik register, login, upload?

Dhuasar orang Indonesia guoblok. Ganyang Indon!

Dan setelah pegel ganyang-ganyang, ngga ada salahnya bergabung di Facebook Page Hitman System… 😀 Kalo ngga ngerti caranya, gampang ini dikasih tutorialnya gratis, ga perlu beli buku!

Tinggal pencet yang dilingkarin itu. Kegunaannya apa? Nanti aja liat sendiri… 😉

Anyways, ada intermezzo sedikit. Tadi selagi muter di Gramedia, gue ngeliat buku ‘biografi’ SBY yang berjudul Harus Bisa. Kaget… kenapa mirip banget yah ama slogan Obama “Yes We Can” ? Bukan cuman itu, warna bukunya juga. Bukan sekedar kebetulan ‘kan?

Karena iseng, gue coba googling untuk ngecek. Bener aja, ada banyak tulisan blog dan ulasan yang menyuarakan hal sama, seperti tulisan SBY Mau Meniru Obama dan Review Website SBY & Obama. Dan yang paling visual adalah gambar di samping ini dari blog ncplus. Klik untuk perbesar.

Intermezzo selesai.

So, kita udah sampai di ujung entri, jadi saatnya untuk berdiskusi:

  • Pernah beli buku lokal tentang Facebook? Jika ya, ada gunanya?
  • Orang Indonesia itu goblok, setuju atau tidak setuju?
  • Para penerbit itu goblok karena ga seleksi mutu buku, setuju atau tidak setuju?
  • Lex dePraxis itu goblok, setuju atau tidak setuju?

Jadilah penghujat dalam roh dan kebenaran…


Pengunjung dengan keywords aneh

Continuing last year’s entry, gue masih sulit percaya dengan macem-macem keywords yang menghantarkan orang untuk sampe ke Hitman System. Yang gue maksud dengan keywords adalah kata kunci yang orang pakai di mesin pencari situs, seperti Google, Yahoo, Bing, dan sejenisnya.

Berikut adalah daftar top 35 keywords atau kata kunci aneh yang kita dapat dari statistik Webalizer dan Google Analytics di sepanjang pertengahan tahun pertama 2009 ini.

  1. ciri-ciri tante girang jakarta
  2. bagaimana cara meningkatkan kualitas guru
  3. arti kata terharu
  4. apakah cewek botak
  5. alamat e-mail pelacur sex
  6. affair shio kelinci tahun 2009
  7. lex ngga bisa berenang
  8. lex depraxis membahas forex
  9. cowok 20 tahun tidur dengan ibunya
  10. cara masukkan kelamin laki laki ke kelamin perempuan
  11. cara nangkap maling di supermarket
  12. anting penis
  13. bisnis fuck in the bus
  14. lubang wanita
  15. info seks pria dengan anjing
  16. hisap penis
  17. gambar-gambar deragonbal
  18. efek samping dari kondom kebesaran
  19. SBY alumni hitmansystem
  20. solusi keluarga disfungsional
  21. bagaimana cara mengetahui cowok itu gay
  22. sejarah lubang buaya
  23. no hp dan komunitas gadis smp
  24. mengembalikan kesempitan vagina
  25. lex depraxis zaman dulu
  26. tenaga dalam untuk mempengaruhi cewek
  27. cara menguruskan pipi dalam 2 minggu
  28. sugesti menidurkan rommy rafael
  29. kisah sex melayu
  30. master suara kelelawar
  31. dukun pelet sukabumi
  32. penjahit yang bagus di tebet
  33. cara menghipnotis kucing
  34. nomor telepon yang anda tuju tidak terdaftar
  35. pernah melihat penis orang tua

Aneh bin absurd bin ajaib. 🙂

Ada beberapa yang gue mungkin bisa ngerti kenapa keyword itu terhubung ke website Hitman System. Misalnya nomor 7 karena gue pernah nulis entry Handphone Belajar Berenang, atau nomor 11 karena Ciuman Geledek, atau nomor 22 karena Pria & Lubang Buaya,  atau nomor 27 karena Cara Cepat & Mudah Turunkan Berat Badan, atau nomor 31 karena Iron Man vs Rusted Metal Wire Woman. Tapi tentang keterhubungan kata-kata kunci lainnya, tetap misteri aneh yang menganga.. 😀

Bicara soal aneh, coba tatap gambar berikut ini selama 10-15 detik, terus lihat sekeliling ruangan elo, atau telapak tangan…

Seru, ‘kan? 😉

Katanya seperti itulah dunia di mata mereka yang tripping LSD dan psikotropika sejenisnya.

Oh ya, gue mau ngucapin selamat untuk Sthevanz SocialDevotee, pemenang Hitman System Facebook Challenge periode Mei-Juni 2009 kemarin. Kita tunggu kehadirannya di Workshop Platinum bulan Juli nanti. Sementara buat yang ingin mendapatkan kesempatan serupa, silakan baca alternatif tantangan lainnya di sini. Semakin banyak mencoba, semakin besar kemungkinan menang. Terlalu mudah untuk dilewatin begitu aja.

Jakarta Globe, Hitman System, Relationship Guru, Losers into Lovers

And buat you guys yang ngga sempat beli koran Jakarta Globe tanggal 18 Juni 2009 kemarin, bisa baca info liputan Hitman System di versi online-nya, berjudul Relationship Gurus Transform Long-Time Losers Into Lovers, di alamat ini atau itu. Sayang, tulisan asli sang jurnalis banyak dipersingkat karena keterbatasan ruang. Dari total awal 2,600 kata dipotong jadi hasil akhirnya cuma 1,600 kata…  tapi untungnya masih oke dan cukup representatif lah.

So, ajakan diskusi dan komentar entri kali ini adalah:

  • keyword apa yang dulu elo pake sampe terdampar di Hitman System?
  • ada yang tau kenapa keywords aneh itu bisa nempel ke Hitman System?
  • ada yang bisa ngelihat makhluk halus / metafisik stelah ngeliat lingkaran spiral itu?
  • what do you think of the article on Jakarta Globe?

Go grab a seat and post your two cents…


Pencak Silat dan Storytelling

Saatnya nulis santai… Beberapa minggu ini gue sibuk marathon ngerjain sejumlah e-book: 13 Kesalahan Fatal Pria & 52 Pertanyaan Super-Ajaib (versi 4.0, penambahan 20 halaman dari versi sebelumnya), T3 (judul lengkap masih dirahasiakan, launching soon), Strategi Anti Ngarep v2.0 (tinggal 30% lagi menuju final edition), dan terakhir The Forbidden Formula : Unleashing The Best-Kept Underground Secret Law of Romantic Attraction (versi 2.0 dari The Secret, penambahan 30 halaman dengan jumlah total 80 tips dan tehnik).

Kalo ditanya gimana perasaannya? Mabok!

So di tengah-tengah itu semua, betapa bahagianya saat tempo hari gue kesandung dengan sebuah film ‘dokumenter’ yang sangat-sangat menghibur: Human Weapons – Episode Pencak Silat. It was both entertaining and hillarious!!! Gue sampe nonton ulang tiga kali… plus iseng mainin game flash-nya.

Bagi yang belum tahu, Human Weapon adalah acara TV menampilkan Jason Chambers (mantan petarung profesional MMA) dan Bill Duff (mantan pemain football pro dan gulat) yang keliling dunia untuk belajar ilmu-ilmu bela diri yang unik dan legendaris. Di akhir setiap episode, salah satu dari mereka akan ditandingkan dengan representatif dari ilmu bela diri yang bersangkutan.

Gue belum nonton yang lain, tapi kayaknya episode Pencak Silat ini kayaknya salah satu yang paling kocak dan menggelikan. Gue ngga bisa berhenti ketawa sekaligus merinding di sepanjang show selama 44 menit itu.

Kenapa? Karena kebanyakan kita tahu kalo Silat ngga sekeren, secanggih, seefektif, atau apalagi mematikan, tapi si kedua host bisa memaparkan kisah mereka dengan sangatekspresif sehingga kita bisa jadi tergerak ‘klik’ dengan penjabarannya, dan bahkan mungkin jadi percaya kalo Silat adalah bela diri yang mematikan. Apalagi para bule-bule lain atau orang yang ngga pernah kenal budaya Melayu, mereka akan percaya abis dengan kebrutalan Pencak Silat sebagaimana digambarkan oleh Jason dan Bill.

In other words, they’re storytelling (baca: bulshitting) to the max. And it’s beautifully done. 😀 Saking kerennya penampilan akting mereka, gue sampe ngewajibin setiap alumni untuk nonton supaya bisa pelajarin contoh aplikasi storytelling tools yang udah diajarin dalam workshop.

Mengingat kedua host itu punya background olahraga kontak fisik beneran, ngga kebayang berapa banyak mereka juga cekikikan geli kalo lagi off-scene ngebicarain tehnik-tehnik ‘dansa’ Silat yang dipelajarin di sana. Great acting, great storytelling, and great laughs too. Perlu dapet nominasi Academy Award nih mereka..

Kalau pun mereka ada capek di sepanjang syuting, pasti bukan karena pertarungannya atau latihan bela diri, tapi capek ketawa dan mikirin cara ngomong bullshit apa lagi yang harus mereka sampein di depan kamera karena basically ilmu Pencak Silatlebih banyak ke mitos dan seni pertunjukan daripada real fighting.

Coba lihat beberapa skrip sampel kalimat mereka. Secara verbal aja udah tajem abis, apalagi diliat ekspresi body language-nya:

We’ve travelled to the island of Malaysia to unlock the secret of fighting system so deadly that it help locals to expell 3 global powers…

… in our quest in understanding this mysterious martial art …

… the brutal art of Silat was used to fend off these invaders…

… incorporating kicks, punches, takedowns, and weapons, Silat isn’t a sport. It’s a fighting form with only one purpose: kill you enemies, before they kill you.

… the one thing that stands most in Silat is that how brutal this art is …

… this is amazing, it’s acrobatic, it’s brutal, it’s athletic, I can’t wait to start learning.

… this fighting form is as popular as it is vicious.

Gue kontan teriak “YEAH RIGHT!” ketika dengar kalimat yang terakhir itu, ahahaha…

So, do watch the movie, guys! Gue tahu koneksi internet di Indo payah dan itu ukuran film-nya besar, tapi so worth it. Bisa belajar banyak tentang storytelling, sekaligus ngakak-ngakak ngeliat dua bule yang udah kikuk belajar tehnik tradisional yang aneh bin tidak-efektif, plus kudu terpaksa ngeboong juga tentang kedahsyatannya. And sedikit intermezzo, ternyata Batman juga menguasai Pencak Silat, ini buktinya diambil dari Countdown: Arena yang bercerita tentang pertarungan 3 Batman dari 3 Universe: KLIK!

Walaupun merasa begitu, gue juga yakin di tangan orang-orang tertentu dan di kondisi tertentu, pencak silat bisa jadi bela diri yang sangat dahsyat dan berbahaya. Misalnya ga lama berselang setelah nonton itu, gue nemu info tentang film MERANTAU, sebuah drama aksi yang mengangkat ilmu bela diri Pencak Silat Harimau dibawah pengarahan sutradara asal Inggris, Gareth Evans. Setelah nonton trailer-nya, sekalipun keren and cukup memancing antisipasi, sulit banget untuk ngilangin impresi kalo si produser film pengen menduplikasi kesuksesan Ongbak. Semua sama persis, mulai dari nuansa gaya kamera sampai ke adegan tempurnya.

Yang jelas, di film Merantau kayaknya silat dimunculkan sebagai bela diri yang efektif, dihilangkan semua unsur-unsur tarian omong kosongnya seperti yang berjibun terlihat dalam dokumentasi Human Weapons di atas. It would be fun to watch, I think. Mudah-mudahan bukan sekedar tontonan ala serial TV Deru Debu dan Jalan Membara dari sekitar satu dekade yang lalu.

Speaking about TV serials, belakangan ini gue lagi nontonin The Cleaner. Untuk pertama kalinya ada satu serial yang mulai dari konsep kisah, pengembangan intrik, tantangan dan konflik, masalah yang harus dia hadapin, sampai karakterisasi protagonisnya nyambung banget 100% dengan kehidupan gue selama ini… sebegitu relate-nya, gue selalu nangis di setiap episode.

It’s like watching a movie about myself, realizing how strange, hard and steep this road I’ve taken over the years. So friends, if you still want to get to know Lex a little bit more after reading this entry, especially on how and why I do the things that I do, go catch The Cleaner.

Uhm, kok mendadak jadi melenceng mellow gini…

Anyways, gotta back working at HS materials. Masih numpuk banyak banget, apalagi berhubung ada agenda besar dan beberapa kelas baru yang siap diluncurin dalam waktu dekat. Oh ya, buat you guys yang ikutan Facebook Challenge, pastiin udah ngelengkapin semua CARA KERJA-nya supaya bisa terpilih jadi pemenang, okay?